Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » Hastag #SaveDPRDKotaDumai Viral, Legislator Ini Dipanggil Pimpinan Malam-malam 

Hastag #SaveDPRDKotaDumai Viral, Legislator Ini Dipanggil Pimpinan Malam-malam 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Jagat maya Kota Dumai heboh pasca hastag #SaveDPRDKotaDumai viral di medsos. Seorang legislator pun dipanggil malam-malam oleh pimpinan.

Hastag #SaveDPRDKotaDumai mendapat respon luar biasa dari publik. Hal ini menjadi trending pembahasan di sejumlah media sosial dan grup WA.

Di tengah situasi itu, terdengar kabar anggota DPRD Dumai Rendi Firdaus tiba-tiba dipanggil pimpinan dewan. Ia yang memposting hastag #SaveDPRDKotaDumai diminta datang, Rabu (18/06/25) malam.

Politisi Golkar, Rendi Firdaus informasinya dipanggil secara mendadak oleh pimpinan DPRD Kota Dumai. Kuat dugaan, pemanggilan itu ada kaitannya dengan heboh hastag #SaveDPRDKotaDumai.

“Kayaknya malam ini kita gak jadi ketemu bang. Saya dipanggil pimpinan dewan. Kita atur ulang jadwal pertemuannya ya bang,” ujar Rendi Firdaus kepada Kupas Media Grup, Rabu (18/06/25) malam.

Pada sisi lain, Ketua Komisi III DPRD Dumai, H Hasrizal yang dihubungi tidak berapa lama usai mendarat di Lampung mengakui terjadinya ketidakharmonisan antara anggota dengan pimpinan DPRD Dumai. Salah satu pemicunya akibat sikap pimpinan yang acap melangkahi kewenangan.

“Ya, situasinya memang sedang tidak baik-baik saja. Apa yang disampaikan Iwan (M Al Ichwan Hadi,red) dan Gusri (Gusri Effendi,red) melalui media itu memang betul. Kondisi ini bisa mengganggu kerja-kerja dewan ke depannya,” ujar dia, Rabu (18/06/25) malam.

Legislator vokal itu juga mengingatkan pimpinan dewan agar bisa membangun kerjasama yang baik dengan anggota. Bukan malah melangkahi kewenangan dari Komisi di DPRD atau alat kelengkapan dewan yang ada. Apalagi mengatasnamakan lembaga tanpa melakukan pembahasan secara bersama.

“Saya harapkan situasi ini bisa segera dicarikan solusinya. DPRD ini kolektif kolegial, jangan ada yang merasa paling berkuasa,” tekannya.

Hubungan Anggota-Pimpinan Retak

Diketahui, kabar tak sedap berhembus dari Gedung DPRD Kota Dumai. Lembaga wakil rakyat tengah didera isu perpecahan antara anggota dan unsur pimpinan.

Kondisi ini sudah berlangsung lama dan mulai berimbas pada pelaksanan setiap agenda. Terakhir, sidang paripurna gagal dilaksanakan karena anggota dewan yang hadir tidak kuorum atau tidak mencapai jumlah minimum yang disyaratkan untuk dapat mengambil keputusan, Senin (16/06/25) lalu.

Postingan anggota DPRD Dumai, Rendy Firdaus di media sosial dengan hastag #SaveDPRDKotaDumai mendapat perhatian luas dari masyarakat. Postingan yang tak biasa itu seakan memberi sinyal ke publik bahwa hubungan sesama anggota dewan sedang tidak baik-baik. Di samping itu, belum diperoleh kepastian tentang hal yang harus diselamatkan di DPRD Dumai.

Tak ayal, postingan itu akhirnya juga menimbulkan asumsi liar. Menurut kabar beredar, antara pimpinan dan anggota dewan tengah mengalami disharmonisasi. Hal itu dipicu sikap salah seorang pimpinan yang dianggap terlalu arogan. Terutama dalam menyikapi sejumlah persoalan yang menjadi pembahasan di tingkat dewan.

“Kayaknya memang lagi ada “perang dingin”. Paripurna yang sudah diagendakan Senin kemarin banyak yang tidak datang dan akhirnya batal dilaksanakan karena tidak kuorum,” ujar salah seorang sumber di Gedung DPRD Dumai kepada Kupas Media Grup, Rabu (18/06/25) tadi siang.

Sementara, Anggota DPRD Dumai, M Al Ichwan Hadi yang dihubungi melalui telpon seluler membantah kalau hubungan antara anggota dan pimpinan dewan tengah retak. Hanya saja memang ada gejala miskomunikasi yang perlu segera dibenahi guna memperkuat kelembagaan.

“Kalau retak tidaklah. Hal biasa dinamika di parlemen yang memiliki beragam latar belakang partai politik. Saya melihatnya persoalan komunikasi antara pimpinan dan anggota saja,” ujar Politisi PKS tersebut.

Lebih lanjut disampaikan, dalam konteks sistem kolektif kolegial, setiap keputusan DPRD dipastikan harus diambil secara bersama-sama dan melibatkan seluruh unsur pimpinan, bukan hanya satu orang.

“Sistem ini bertujuan untuk menjaga kesatuan, kebersamaan, dan tanggung jawab bersama dalam menjalankan tugas dan wewenang DPRD. Makanya tentu butuh komunikasi yang baik dengan seluruh anggota,” papar Iwan Jambul.

Sedangkan Anggota DPRD dari PDIP, Gusri Effendi saat dihubungi mengakui adanya miskomunikasi yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya disharmonisasi. Salah satu contoh, terkait kewenangan komisi-komisi yang terkesan diambil alih oleh pimpinan dewan.

“Tupoksi dewan itu sudah diatur, kembalikan saja sesuai tugas dan fungsinya. Termasuk apa yang menjadi kewenangan dari masing-masing komisi. Selain itu anggota wajib dilibatkan dalam pengambilan keputusan, bukan hanya sebatas tingkat pimpinan,” ujar Gusri Effendi yang juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Dumai ini.

Hanya saja Gusri Effendi berkeyakinan persoalan miskomunikasi antar anggota dan pimpinan dewan itu tak bakal berlarut-larut. Dengan catatan, masing-masing bisa saling menghargai dan menghormati tugas dan fungsinya.

” Ini hanya masalah komunikasi saja. Disharmonisasi ini bisa diselesaikan jika masing-masing pihak bisa saling menghormati tugas dan fungsinya,” urai Gusri Effendi saat dihubungi, Rabu (18/06/25) sore tadi.

Pada sisi lain, dalam statusnya dengan hastag #SaveDPRDKotaDumai, Rendy Firdaus tidak memberikan penjelasan detail tentang apa yang terjadi pada lembaga DPRD Kota Dumai.

Pemilik akun Rendy F Keneda sebagaimana dikutip dari kupasberita.com melansir sorotlensa.com, membenarkan status di laman tersebut memang akun pribadi miliknya. Namun terkait status, ia meminta waktu untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Benar, itu akun pribadi saya. Nanti kita bahas ya, menungggu waktu yang tepat,” elak anggota DPRD Dumai dari Golkar tersebut. (Red)

Editor : kar

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • JARAK Waktu dan Tersangka Bawa Parang, Bukti Pembunuhan di Cerenti Kuansing Terencana

    JARAK Waktu dan Tersangka Bawa Parang, Bukti Pembunuhan di Cerenti Kuansing Terencana

    • calendar_month Sabtu, 12 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 29Komentar

    KUANSING, detak24com – Polres Kuantan Singingi memanggil beberapa saksi terkait pembunuhan di Cerenti Kuansing. Sementara, pengacara korban sebut kasus tersebut murni pembunuhan berencana, sesuai fakta ada jarak waktu dan tersangka bawa parang. Kasus kematian sadis dialami seorang petani yang juga aktivis WWF, Arsyad Rahim (41) di Desa Kompe Berangin Kecamatan Cerenti, Kuantan Singingi. Korban ditemukan […]

  • Rumah Lunas Dibayar – Ternyata Lahan Sengketa, Puluhan Warga Tertipu Developer

    Rumah Lunas Dibayar – Ternyata Lahan Sengketa, Puluhan Warga Tertipu Developer

    • calendar_month Kamis, 27 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    PEKANBARU, detak 24.com – Puluhan warga Pekanbaru dirugikan oleh developer di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru. Mereka telah membayar lunas, namun lahannya bersengketa. Perumahan yang dimaksud adalah perumahan Sentral Arifin Cluster, yang bertempat di Jalan Guru, Arifin Achmad, dengan menjual beberapa tipe, yakni 45, 54, dan 70. Yang membuat konsumen semakin khawatir, adalah adanya dugaan sengketa […]

  • CPO PT IBP Tumpah ke Laut, Kasat Reskrim Polres Dumai Langsung Cek Lapangan

    CPO PT IBP Tumpah ke Laut, Kasat Reskrim Polres Dumai Langsung Cek Lapangan

    • calendar_month Sabtu, 18 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    DUMAI, detak24com – Satreskrim Polres Dumai bersama Sat Pol Air Polres Dumai mengungkapkan hasil penyelidikan tumpahan CPO (crude palm oil) di dermaga PT IPB (Inti Benua Perkasatama) Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Jumat (17/03/23). Kasat Reskrim Polres Dumai Iptu Bayu Ramadhan Effendi didampingi Kasat Pol Air Polres Dumai AKP Budi Rahmadi memimpin langsung pengusutan […]

  • Media Swiss Soroti Komen Buruk Netizen Indonesia Tentang Sungai Aare, Pasca Hilangnya Eril

    Media Swiss Soroti Komen Buruk Netizen Indonesia Tentang Sungai Aare, Pasca Hilangnya Eril

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    Jakarta, detak24.com – Hilangnya Emmeril Kahn Mumtadz, putra sulung dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak hanya menjadi perbincangan masyarakat Indonesia, tetapi juga menjadi sorotan warga negara lain. Termasuk Swiss, tempat Eril dinyatakan hilang setelah terbawa arus ketika berenang di Sungai Aare bersama keluarga dan kerabatnya. Belum lama ini, media Swiss  menyoroti aksi warganet Indonesia yang membanjiri rating buruk Sungai Aare di Google Maps. Dikutip Ahad […]

  • Film Layangan Putus Bikin Mewek, Ini Linknya

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Beritapojok.com- Film Layangan Putus yang diproduksi MD Entertainment dan disutradarai oleh Benni Setiawan ini bikin mewek, dengan pemeran utama Reza Rahardian. Seri Drama Indonesia ini rupanya menyimpan cerita romantis. Pemeran dalam Film Layangan Putus diantara Reza Rahardian, Putri Marino dan Anya Geraldine. Film ini tayang perdana pada 26 November 2021 di WeTV dan Iflix. Bagi […]

  • Nasib Buruh Dumai Terancam, Mediator Disnakertrans Kosong

    Nasib Buruh Dumai Terancam, Mediator Disnakertrans Kosong

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 12Komentar

    DUMAI, detak24.com – Pasca kosongnya Mediator Hubungan Industrial di Disnakertrans Kota Dumai, nasib buruh jadi terancam. Banyak permasalahan mereka dengan pihak perusahaan menjadi macet tanpa jalan keluar. Kekosongan Mediator Hubungan Industrial di Disnakertrans Kota Dumai sudah berlangsung empat bulan. Sejumlah aktivis buruh dan serikat pekerja serikat buruh menyayangkannya. Oleh karena, penyelesaian perkara Hubungan Industrial sangat […]

expand_less