HADAPI Cuaca Ekstrem, Ini yang Harus Dilakukan Petani Sawit Agar Tak Rugi
JAKARTA, detak24com – Dalam sebulan terakhir, dunia disibukkan dengan antisipasi dampak elnino, termasuk aktivitas petani sawit di Indonesia. Kondisi demikian mengancam kerawanan pangan karena tanaman pangan akan banyak gagal panen.
Berdasarkan catatan BMKG, suhu rata-rata berada pada 34-36 derajat celcius. Untuk musim kering ini, BMKG memperkirakan bahwa bulan-bulan yang mengalami puncak atau suhu maksimum yakni jatuh pada bulan April sampai Juni, bahkan beberapa sumber mengatakan sampai bulan Agustus tahun ini.
Kondisi ekstrem seperti ini telah mewanti-wanti petani, termasuk petani sawit karena akan mempengaruhi aktivitas agronomis, pasca panen dan produktivitas. Baik tanaman pangan, hortikultura dan beberapa jenis tanaman perkebunan.
Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Dr Gulat ME Manurung mengatakan, naiknya suhu seperti saat ini tidak akan berdampak secara langsung kepada tanaman kelapa sawit. Oleh karena sawit termasuk tanaman kelompok Fisiologis C4 yang mempunyai kemampuan daya adaptasi (toleran) dengan lingkungan panas dan suasana kering.
Diketahui juga bahwa tanaman C4 adalah tanaman yang membutuhkan intesitas cahaya matahari langsung dengan suhu terbaik antara 24-28 derajat Celsius. “Secara teori pada tanaman C4 bahwa semakin naik intensitas sinar matahari dan suhu maka akan meningkat pula serapan CO2 untuk proses fisiologis dari laju fotosintesis yang lebih efektif. Alasan inilah saya katakan supaya petani sawit jangan terlampau kuatir,” ujar Gulat, Jumat (28/04/23).

12 thoughts on “HADAPI Cuaca Ekstrem, Ini yang Harus Dilakukan Petani Sawit Agar Tak Rugi”