HADAPI Cuaca Ekstrem, Ini yang Harus Dilakukan Petani Sawit Agar Tak Rugi

Untuk pengendalian gulma secara kimia sebaiknya juga ditunda karena dengan menyemprotkan herbisida akan mengakibatkan hilangnya penutup tanah alami dan panas matahari akan langsung mengenai permukaan tanah. Tentu hal ini akan meningkatkan pelepasan air secara bersamaan atau evapotranspirasi (pelepasan atau penguapan air secara bersamaan dari tanah dan jaringan tanaman).
Dua dari tiga aktivitas agronomis yang ditunda ini sangat berhubungan erat dengan kebakaran lahan, yaitu pengendalian gulma secara kimia dan pruning. Karena ouput dari kedua ini adalah bahan yang sangat mudah terbakar dan bisa menjadi pemicu kebakaran lahan dan hutan, baik di lahan Podsolik maupun di tanah gambut atau jenis tanah lainnya.
“Tidak ada pilihan selain hentikan ketiga aktifitas agronomis tadi jika tidak ingin semakin merugi akibat pupuk tidak efisien serta dampak fisiologis perakaran akibat panas sebagai reaksi pupuk. Dan hentikan pengendalian gulma secara kimia dan pruning untuk mengurangi potensi semakin panasnya iklim mikro dan antisipasi karhutla tentunya,” jelasnya.
Terkait iklim ekstrem dan kebakaran lahan, potensi kebakaran lahan ini dua kali lebih berpotensi di lahan gambut, karena gambut yang kering akan sangat sensitif dengan percikan api dan aktivitas manusia di sekitar perkebunan untuk melakukan kegiatan agronomis juga akan menambah peluang terjadinya kebakaran lahan secara tidak sengaja.
“Untuk itu Saya menyarankan kontrol kebun di lahan gambut supaya lebih serius pada musim atau cuaca ekstrem seperti pada saat ini,” kata dia.
Saat ini aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar sudah sangat jauh berkurang bahkan sangat kecil kemungkinan dilakukan, hal ini tidak terlepas dari tindakan tegas aparat hukum dan ditegakkannya hukuman pidana serta denda berlipat-ganda.
Namun tercatat di beberapa kejadian Karhutla, bahwa saat ini karhutla justru lebih sering terjadi akibat dari “unsur ketidaksengajaan”, seperti puntung rokok, aktivitas non-agronomis atau peristiwa alam lainnya.
“Jadi selain stop tiga aktifitas agronomis tadi, juga sangat diperlukan antisipasi dari internal pekebun sendiri, baik dengan memasang pengumuman atau patroli terjadwal. Dan untuk hal komunikasi, kami menyarankan supaya Petani sawit melalui kelembagaannya, mencatat nomor HP dari Polsek, Babinsa, BPBD dan Satgas Karhutla setempat,” kata Doktor Agro – Ekologi ini.(CAKAPLAH)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

12 thoughts on “HADAPI Cuaca Ekstrem, Ini yang Harus Dilakukan Petani Sawit Agar Tak Rugi”