GEGARA Aplikasi SIMRS, Layanan RSUD Meranti Kacau Antrean Pasien Menumpuk

Sementara Direktur tidak berada di tempat dan berada di Pekanbaru untuk mengurus pemutusan kerjasama dengan penyedia SIMRS Lintas Arta.
“Memang ini terjadi dikarenakan pihak penyedia sudah memutuskan kontrak pemakaian SIMRS dan kita akan kembali menggunakan SIMRS namun masih dalam proses. Menanggapi hal yang terjadi hari ini adalah karena kesalahan kami yang tidak melakukan koordinasi antara kita di manajemen,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Fachri yang datang langsung melihat situasi di RSUD mengatakan bahwa pihak manajemen RSUD harus secepatnya mengambil keputusan sehingga tidak terkesan merugikan masyarakat.
“Saya diperintahkan langsung oleh Sekda untuk melihat langsung situasi dan kondisi di RSUD yang katanya pelayanan menjadi terganggu akibat adanya trouble pada sistem. Kami sebagai pengawasan teknis mengharapkan dan menyarankan agar pihak RSUD segera mengambil kebijakan sehingga tidak ada masyarakat yang dirugikan dalam hal pelayanan,” kata Fachri.
Diberitakan sebelumnya, manajemen RSUD Kepulauan Meranti dibawah kepemimpinan direktur dr Prima Wulandari diketahui telah mengganti aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dari yang gratisan menjadi berbayar.
Pergantian SIMRS diatensikan oleh Direktur RSUD yang bekerjasama dengan pihak Lintas Arta itu dikabarkan menjadi temuan BPK dan dikenakan sanksi administratif karena ada prosedur yang salah saat melakukan kerjasama.
Tidak diketahui apa tujuan direktur saat ini menggantikan SIMRS yang telah digagas oleh Plt Direktur RSUD Kepulauan Meranti, Fajar Triasmoko yakni SIMRS Khanza.

15 thoughts on “GEGARA Aplikasi SIMRS, Layanan RSUD Meranti Kacau Antrean Pasien Menumpuk ”