DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Gedung SMAN 1 Tebingtinggi Ludes Terbakar, Gubri Langsung Instruksikan Ini! 

Gedung SMAN 1 Tebingtinggi ludes terbakar. f : ist

MERANTI, detak24com – Gubri Abdul Wahid merespon cepat musibah kebakaran SMAN 1 Tebingtinggi, Kepulauan Meranti. Dia memerintahkan Kadisdik segera mengambil tindakan.

“Saya sudah perintahkan Kadisdik untuk segera mengambil tindakan,” kata Abdul Wahid kepada CAKAPLAH.com, Selasa (30/09/25) malam.

Dia juga memerintahkan Kadisdik Riau untuk betul-betul memastikan bahwa tidak ada sisa yang bisa memicu kebakaran ulang di SMAN 1 Tebingtinggi.

Selain itu, jika sudah dipastikan api padam, diminta segera menutup sekolah untuk keperluan inventarisasi kerugian akibat kebakaran itu.

“Untuk sementara, ambil kebijakan pembelajaran online sampai lokasi sekolah memungkinkan dipakai untuk pembelajaran,” ujarnya.

Kronologi Kebakaran SMAN 1 Tebingtinggi 

Sekitar pukul 17.00 WIB masyarakat di Kota Selatpanjang dihebohkan dengan kejadian kebakaran di SMAN 1 Tebingtinggi yang berada di Jalan Pembangunan. Hingga kini belum diketahui penyebab pasti kebakaran.

Saat didatangi, dari kejauhan asap hitam mengepul dan menjulang tinggi ke udara. Dari dekat kobaran api terlihat membesar dan menghanguskan bangunan-bangunan sekolah tersebut.

Sekitar 10 menit setelah SMAN 1 Tebingtinggi terbakar, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) langsung tiba ke lokasi kebakaran dan langsung melakukan upaya pemadaman. Tidak hanya petugas Damkar, terlihat sejumlah siswa dengan peralatan seadanya juga ikut membantu. Termasuk sejumlah warga sekitar.

Kepala Sekolah SMAN 1 Tebingtinggi, Poyadi SPd mengaku sedang berada di rumah saat sekolah yang dipimpinnya terbakar. Tanpa menunggu lama, ia langsung tancap gas untuk melihat situasi di sekolah.

“Katanya SMA 1 terbakar. Saya langsung kemari, dan ternyata memang sudah terbakar. Akibat kebakaran ini, api dari mana, sebab musabab kita belum tau,” ungkapnya.

Melihat sekolah yang dipimpinnya terbakar, Poyadi sempat shock dan bahkan sempat tumbang di lapangan. Ia tidak menyangka dengan kejadian kebakaran tersebut.

Menurut dia kepada wartawan, proses belajar mengajar di SMAN 1 Tebingtinggi selesai pukul 16.15 WIB. Kemudian, dilanjutkan dengan ekstrakurikuler dan berakhir pukul 17.00 WIB.

Diketahui, bangunan sekolah di SMAN 1 Tebingtinggi berlantai dua dan mengeliling lapangan sekolah.

“Kami sudah pulang semua, kecuali anak-anak yang ekstrakurikuler. Biasanya ada anak-anak main basket. Dan, kabarnya api datang dari lantai 2, sebelah kanan ujung. Ada yang bilang dari pustaka, ada yang bilang dari labor komputer. Itupun tak tau pasti. Jadi kita tunggu saja keterangan dari pihak berwenang,” sebut Poyadi memberikan keterangan di lapangan sekolah.

Meski demikian, ia tetap bersyukur tidak ada korban jiwa. Namun untuk sementara waktu, ia terpaksa memberlakukan proses belajar mengajar dengan sistem daring.

“Proses belajar akan tetap dilaksanakan. Minggu ini, kemungkinan pihak guru akan belajar dengan sistem daring dengan siswa. Kita akan menginformasikan melalui grup. Seminggu ini akan belajar daring sampai ada keputusan dari pemerintah,” ucapnya.

Lanjutnya, mengatakan jumlah siswa SMAN 1 Tebingtinggi sebanyak 787 orang dan jumlah guru beserta pegawai TU sebanyak 89 orang. Sementara, bangunan sekolah, asetnya dari Kabupaten Bengkalis dengan usia bangunan sekitar 35 tahun. Sedangkan luasnya sekitar 700-an meter persegi.

Mengingat siswa akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Bulan November nanti, Poyadi akan segera melaporkan kejadian kebakaran tersebut kepada pimpinan di Provinsi Riau, maupun berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. Sehingga aktivitas belajar mengajar bisa tetap dilaksanakan dengan maksimal.

“Nanti akan kita koordinasikan ke pimpinan dan kadis. Dan juga berkoordinasi dengan Pemkab Meranti melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti. Apakah siswa nantinya belajar menumpang sementara atau bagaimana. Sehingga anak-anak kita bisa tetap belajar tanpa ketinggalan pelajaran,” terangnya.

Sementara, Kabid Damkar, Raja Yusran yang ditemui di lokasi kebakaran mengaku mendapatkan kabar terbakarnya bangunan SMAN 1 Tebingtinggi sekitar pukul 17.10 Wib, dan langsung ke tempat kejadian. ketika sampai, api sudah membesar dan melahap bagian depan bangunan.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas setelah satu setengah jam, atau sekitar Pukul 18.30 Wib. Jumlah armada yang diturunkan sebanyak 4 mobil yang terdiri dari dua unit mobil Damkar, satu unit mobil BPBD dan satu unit Mobil Perkim-LH.

“Api berasal dari lantai 2. Jumlah lokal yang terbakar 34 ruangan atau lokal. Api sangat cepat membakar sekolah. Sehingga tidak banyak barang-barang yang berhasil diselamatkan,” katanya.

Lebih jauh, Raja Yusran mengakui petugas cukup kewalahan mengingat besarnya api yang membakar sekolah. Namun petugas tetap mengantisipasi penyebakaran kebakaran.

“Selain melakukan upaya pemadaman, kita juga berusaha melokalisir kebakaran sehingga api tidak meluas. Termasuk membantu menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” sebutnya.

Ditegaskan Kabid Damkar itu juga, tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” ucapnya, dikutip dari rpg. (Red)

Editor : kar