Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Robot Industri Buatan Cina Bisa Baca Pikiran Manusia

Robot Industri Buatan Cina Bisa Baca Pikiran Manusia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PARA ilmuwan Cina telah mengembangkan robot industri yang dapat membaca alur kerja manusia dan meniru gerakan manusia dengan akurasi hampir sempurna, yaitu 96 persen.

Menurut pengembang di Pusat Teknologi Inovasi Manufaktur Universitas China Three Gorges, robot itu tidak hanya memantau gelombang otak pekerja, tetapi juga mengumpulkan sinyal listrik dari otot saat bekerjasama untuk merakit sebuah produk.

Rekan kerja tidak perlu mengatakan atau melakukan apapun ketika mereka membutuhkan alat atau komponen, karena robot akan mengenali niatnya hampir secara instan. Kemudian robot akan mengambil objek dan meletakkannya di dekat pekerja lain.

“Dalam manufaktur industri modern, pekerjaan perakitan menyumbang 45 persen dari total beban kerja, dan 20-30 persen dari total biaya produksi,” kata perwakilan peneliti, Dong Yuanfa.

Robot kolaboratif, atau ‘cobot’ diklaim dapat mempercepat laju jalur perakitan, tetapi penerapannya masih terbatas karena kemampuan mereka untuk mengenali niat manusia seringkali tidak akurat dan tidak stabil.

Manusia dan robot atau mesin otonom telah bekerja bersama di pabrik selama beberapa dekade, tetapi dipisahkan oleh pagar di sebagian besar tempat untuk menghindari kecelakaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa pabrik maju seperti pabrik mobil di Jerman telah memperkenalkan lingkungan kerja bebas pagar dengan robot. Mesin tersebut dilengkapi sensor keamanan yang menyetop secara otomatis jika membahayakan manusia.

Beberapa tim peneliti telah mencoba membangun generasi baru ‘cobot’ yang dapat menebak niat manusia dengan memantau gerakan mata atau tubuh. Namun, pendekatan pasif ini mengalami masalah seperti respons yang lambat dan akurasi yang terbilang buruk.

Untuk mengatasi hal tersebut, robot hasil kreasi tim Dong itu menjalani ratusan jam latihan, yang melibatkan delapan relawan.

Para sukarelawan diminta memakai detektor gelombang otak non-invasif dan tim menemukan bahwa robot dapat memperkirakan niat mereka, dengan akurasi sekitar 70 persen.

Namun sinyal otak yang diterima cukup lemah. Agar robot mendapatkan pesan yang jelas, sukarelawan perlu berkonsentrasi sangat keras pada pekerjaan yang ada.

Tetapi para peneliti menilai kebanyakan sukarelawan terganggu pikiran lain setelah mengerjakan pekerjaan perakitan yang berulang untuk sementara waktu.

Sebaliknya, sinyal otot yang dikumpulkan oleh beberapa sensor yang menempel di lengan terbilang lebih stabil, menurut laporan The Star.

Namun, tidak jelas apakah hasil laboratorium ini dapat direplikasi dalam pengaturan pabrik di kehidupan nyata atau tidak. Para peneliti tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar pada saat publikasi.

Menurut makalah tersebut, akan ada beberapa tantangan dalam penerapan teknologi baru di lingkungan pabrik yang sebenarnya. Meskipun detektor otak dan otot dapat ditempatkan di dalam topi dan seragam pekerja, kualitas pengiriman data dapat dipengaruhi keringat atau gerakan yang tidak teratur.

Ikan Mas Mampu Kendarai Mobil Robot Usai Beberapa Hari Latihan
Direktur peralatan industri di Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, Wang Weiming mengatakan jumlah robot industri di China telah tumbuh 15 persen setiap tahun sejak 2016.

Dia mengatakan ada 246 robot untuk setiap 10.000 pekerja di China. Tetapi mayoritas dibuat dengan teknologi yang dikembangkan di Barat yang terkadang tidak dapat mengatasi lingkungan masyarakat di China.

Oleh karena itu, China sangat membutuhkan teknologi robotik yang lebih kuat untuk mengatasi masalah seperti angkatan kerja yang menyusut di tengah tingkat kelahiran yang menurun tajam, dan meningkatnya biaya tenaga kerja.

“Pada tahun 2025, lebih dari 70 persen pabrik skala besar di China akan menggunakan robot,” kata Wang dikutip SCMP.(cnn)

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (22)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Dandim Bengkalis Pimpin Patroli Sinergitas di Duri, Jamin Kondusifitas Wilayah Jelang Idul Fitri 1446 H

      Dandim Bengkalis Pimpin Patroli Sinergitas di Duri, Jamin Kondusifitas Wilayah Jelang Idul Fitri 1446 H

      • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
      • account_circle Yusrizal Sikumbang
      • 0Komentar

      DURI, detak24.com – Komandan Kodim 0303/Bengkalis Letkol (Arh) Irvan Nurdin memimpin Patroli Sinergitas TNI – Polri di Duri, Jumat (28/03/23). Patroli sinergitas tersebut, untuk menjamin kondusifitas wilayah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H tahun 2025, Kegiatan itu diawali dengan apel pasukan di markas Koramil 03/Mandau terhadap jajaran Babinsa. Didampingi Danramil 03/Mandau Kapten […]

    • Tujuh Orang Ditahan, Luas Karhutla di Riau Capai 1,5 Ribu Ha

      Tujuh Orang Ditahan, Luas Karhutla di Riau Capai 1,5 Ribu Ha

      • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Polda Riau menetapkan 7 tersangka kasus karhutla di wilayahnya. Sementara, luas lahan terbakar capai 1.500 hektare. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Nasriadi menjelaskan luas lahan yang terbakar mencapai 1.500 hektare. Tersangkanya adalah individu yang membuka lahan dengan cara membakar. Kasus karhutla ini ditangani oleh Polres Dumai, Polres Rokan Hilir […]

    • Terus Bertambah, Banjir dan Longsor Sumut Renggut 43 Nyawa 

      Terus Bertambah, Banjir dan Longsor Sumut Renggut 43 Nyawa 

      • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
      • account_circle Redaksi
      • 2Komentar

      MEDAN, detak24com – Korban tewas akibat banjir dan longsor Sumatera Utara terus bertambah. Data terkini, bencana alam tersebut merenggut 43 nyawa. “Berdasarkan data yang dihimpun Polda Sumatera Utara, jumlah korban tewas hingga Kamis (27/11/25) siang tadi berjumlah 43 orang,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan. Baca juga : Puluhan Luka-luka dan Hilang, Banjir […]

    • KORUPTOR Bangunan Masjid Raya Pekanbaru Dituntut 8 Tahun Penjara

      KORUPTOR Bangunan Masjid Raya Pekanbaru Dituntut 8 Tahun Penjara

      • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Empat terdakwa dugaan korupsi proyek pembangunan Masjid Raya Pekanbaru atau Masjid Senapelan dituntut berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hukuman yang diberikan jaksa untuk para terdakwa adalah 8 tahun penjara serta 4,5 tahun. Terdakwa yakni Syafri selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Anggun Bestarivo Ernesia selaku Direktur PT […]

    • PETUGAS RS Larang Wartawan Liput Korban Kilang Pertamina Dumai Meledak

      PETUGAS RS Larang Wartawan Liput Korban Kilang Pertamina Dumai Meledak

      • calendar_month Minggu, 2 Apr 2023
      • account_circle Redaksi
      • 9Komentar

      DUMAI, detak24com – Pihak Rumah Sakit Pertamina berupaya menghalangi wartawan untuk meliput kondisi korban pasca kilang Pertamina Dumai meledak. Hingga Ahad (02/03/24) pukul 02.30 WIB dinihari tadi, sejumlah awak media masih bertahan di lokasi RS Pertamina yang berada dalam lokasi Komplek Bukitdatuk tersebut. Kepastian jumlah korban serta kondisi mereka pasca kilang Pertamina Dumai meledak, masih […]

    • UDARA di Riau Tidak Sehat, Dokter Paru: Anak-anak Terancam ISPA!

      UDARA di Riau Tidak Sehat, Dokter Paru: Anak-anak Terancam ISPA!

      • calendar_month Senin, 2 Okt 2023
      • account_circle Redaksi
      • 1Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Kualitas udara di Riau mulai tidak sehat sejak beberapa hari terakhir. Ini akibat bencana karhutla pada beberapa daerah, serta kabut asap kiriman dari Jambi dan Sumsel. Menyikapi kondisi udara saat ini, Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) cabang Riau, dr Indra Yovi SpP (K) mengatakan, orang-orang berisiko dan anak-anak sangat rentan terdampak […]

    expand_less