Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Lampung » Hasil Forensik, Kapolsek Lusiyanto Cs Gugur Ditembak Peluru Kaliber 5,56 mm di Arena Sabung Ayam 

Hasil Forensik, Kapolsek Lusiyanto Cs Gugur Ditembak Peluru Kaliber 5,56 mm di Arena Sabung Ayam 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 31 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LAMPUNG, detak24com – Hasil pemeriksaan forensik mengungkap proyektil di tubuh Kapolsek Lusiyanto Cs yang gugur saat gerebek sabung ayam Lampung, merupakan serpihan peluru kaliber 5,56 mm.

“Kemarin kami sudah menerima hasil pemeriksaan dari Pusat Laboratorium Kriminalistik Forensik Polri terkait proyektil, selongsong, dan sampel darah,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Komisaris Besar Pahala Simanjuntak di Mapolda Lampung, Jumat, 28 Maret 2025, dikutip, Senin (31/03/25).

Menurutnya, hasil laboratorium memastikan bahwa serpihan proyektil yang ditemukan di tubuh korban berasal dari peluru jenis full metal jacket yang ditembakkan dari senjata laras panjang kaliber 5,56 mm.

Ia menjelaskan, delapan butir selongsong peluru kaliber 5,56 mm berhandstain buatan Indonesia, serta tiga butir selongsong peluru merupakan peluru kaliber 7,62×45 mm berhandstain buatan Indonesia. Untuk dua selongsong peluru lainnya merupakan selongsong kaliber 9,19 mm berhandstain buatan Indonesia.

Selain itu, tim forensik juga menganalisis selongsong peluru dan sampel darah korban yang ditemukan di lokasi kejadian untuk memperjelas kronologi penembakan. Pahala menuturkan, sample darah milik korban yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) dianalisis dengan hasil profil DNA dari swab darah milik korban AKP Anumerta Lusiyanto. “Di TKP 1 cocok dengan profil DNA milik korban AKP Anumerta Lusiyanto,” jelasnya.

Analisis labfor juga mengungkap profil DNA dari swab darah di TKP 2 cocok dengan profil milik korban atas nama Aipda anumerta Petrus. “Profil DNA dari swab darah di TKP 3 cocok dengan profil DNA milik korban atas nama Briptu anumerta M Ghalib,” ujar dia.

Hasil pemeriksaan laboratorium forensik tersebut, lanjut Pahala, akan dilimpahkan ke Denpom II/3 Lampung. Temuan ini menjadi bukti ilmiah yang krusial dalam mengungkap siapa pelaku penembakan terhadap ketiga anggota polisi tersebut. Polda Lampung memastikan bahwa penyelidikan terus berlanjut untuk menuntaskan kasus ini.

Tim investigasi gabungan TNI-Polri telah menetapkan Kopda Basar sebagai pelaku utama dalam penembakan tiga anggota Polri saat gerebek judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung. Penetapan tersangka ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Lampung pada Selasa, 25 Maret 2025.

Wakil Sementara Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD, Mayor Jenderal Eka Wijaya Permana mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, Kopda Basar mengakui telah menembak para korban. “Pelaku penembakan adalah kopda b, dan yang bersangkutan sudah mengakui menembak 3 korban itu,” ujar Eka.

Tiga korban yang tewas dalam insiden ini adalah AKP Anumerta Lusiyanto (Kapolsek Negara Batin), Aipda Anumerta Petrus Apriyanto (Bintara Polsek Negara Batin), dan Briptu Anumerta M Ghalib Surya Ganta (Bintara Sat Reskrim Polres Way Kanan). Penembakan terjadi dalam operasi pembubaran judi sabung ayam ilegal di Letter S register 44 Way Kanan, Lampung.

Selain Kopda Basar, penyidik juga menetapkan sejumlah tersangka lainnya, termasuk Peltu Lubis, yang diduga turut serta dalam peristiwa tersebut, serta Bripda Kapri Sucipto, anggota Brimob Polda Sumatera Selatan, yang terbukti mengenal pelaku sejak 2018 dan ikut berada di tempat kejadian perkara (TKP). Bripda Kapri bahkan diduga turut menyebarkan informasi perjudian sabung ayam ilegal di media sosial.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan berbagai pasal. Kopda B disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, serta Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 ihwal kepemilikan senjata api ilegal. Hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan kepada pelaku adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup. Sementara Peltu YHL dan Bripda K dikenakan Pasal 303 KUHP tentang perjudian dikutip detak24com dari tempo.co. (*)

Editor : kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penangkapan Narkoba Terbaru : Polsek Kandis Ringkus Dua Pengedar Sabu di Telaga Sam Sam

    Penangkapan Narkoba Terbaru : Polsek Kandis Ringkus Dua Pengedar Sabu di Telaga Sam Sam

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    KANDIS, detak24.com – Polsek Kandis meringkus dua pengedar sabu di Jalan Raya Pekanbaru–Duri Km 73, Kelurahan Telaga Sam-Sam, Kecamatan Kandis, Selasa ((06/05/25) malam tadi sekira pukul 23:30 WIB. Kapolsek Kandis, Kompol Darmawan lewat keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pengungkapan kasus narkoba ini bermula dari informasi masyarakat yang resah dengan aktivitas transaksi narkoba di Kecamatan Kandis. “Kami […]

  • Rapat Kapolri dengan Komisi III DPR. F : ANTARA

    Indeks Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri Turun Drastis, Survei IPI

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    Jakarta, detak24.com – Indikator Politik Indonesia mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sebesar 54,2 persen. Hasil tersebut berdasarkan survei yang dilakukan dari tanggal 11-17 Agustus 2022. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, kepercayaan publik itu sangat dinamis dan dipengaruhi oleh persepsi atas kinerja dan isu yang terkait. “Kepolisian yang tahun lalu peringkat pertama itu […]

  • Aneh! Pria Cina Menstruasi  Selama 20 Tahun, Testis Disfungsi

    Aneh! Pria Cina Menstruasi  Selama 20 Tahun, Testis Disfungsi

    • calendar_month Minggu, 10 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 28Komentar

    Cina, detak24.com – Seorang pria asal Cina bernama Chen Li (33) mengeluh mengalami sakit perut bulanan, serta kencing selalu mengeluarkan darah selama lebih dari 20 tahun.       Hasil pemeriksaan dokter membuatnya terkejut. Sebab, ternyata ia telah mengalami menstruasi selama 20 tahun terakhir.       Seperti dikutip dari Dailymail UK, Jumat (8/7/2022), dokter […]

  • HEBOH! Jaksa Tangkap Kasatpol PP Siak Serta Dua Stafnya, Cek Kronologi Kasus

    HEBOH! Jaksa Tangkap Kasatpol PP Siak Serta Dua Stafnya, Cek Kronologi Kasus

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    Siak, detak24com – Aparat kejaksaan menangkap Kasatpol PP Siak Hendy Davin (HD) bersama dua stafnya berinsial IS dan N. Penahanan tersebut terkait kasus pungutan liar (Pungli) yang dilakukan pada 13 April 2023 lalu. Kajari Siak, Tri Anggoro Mukti mengatakan, melalui Kasi Pidsus melakukan penahanan berdasarkan Sprindik Kajari Siak Nomor: PRINT-01/L.4.17/Fd.2/05/2023 tanggal 11 Mei 2023 Jo […]

  • DANREM 031/WB Laksanakan Safari Ramadan di Makodim 0320/Dumai

    DANREM 031/WB Laksanakan Safari Ramadan di Makodim 0320/Dumai

    • calendar_month Jumat, 7 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    DUMAI, detak24com – Komandan Korem (Danrem) 031/ Wira Bima, Brigjen TNI H Parlindungan Hutagalung melakukan safari Ramadan di aula Makodim 0320/Dumai, Kamis (06/04/23) petang. Menggunakan heli perusahaan Sinarmas, tiba di Bandara Pinang Kampai, Danrem disambut Dandim 0320/Dumai Letkol Arh Hermansyah Tarigan, SE dan Pasi Intel Lettu Inf Ediyanto. Ikut mendampingi Danrem, Kasi Intel Kasrem 031/WB […]

  • RUMAH Makan Lubuk Idai Terbakar Ludes Jadi Abu di Pekanbaru

    RUMAH Makan Lubuk Idai Terbakar Ludes Jadi Abu di Pekanbaru

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Rumah Makan Lubuk Idai terbakar di jalan lingkaran Komplek Purna MTQ terbakar, Ahad (12/05/24) pagi. Rumah makan Lubuk Idai terbakar tersebut diketahui sudah lama kosong. Tak beroperasi lagi. “Saya lewat dan melihat ada kobaran api yang langsung membesar,” ujar Bambang seorang warga. Api cepat membesar karena bahan bangunan rumah makan tersebut terbuat […]

expand_less