Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Meranti » DIGAGAS Muhammad Adil, Pemkab Meranti Hentikan Berobat Gratis Pakai KTP

DIGAGAS Muhammad Adil, Pemkab Meranti Hentikan Berobat Gratis Pakai KTP

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERANTI, detak24com – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti resmi menghentikan program berobat gratis pakai KTP yang digagas Bupati (nonaktif) Muhammad Adil.

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti saat menggelar konferensi pers, Selasa (20/06/23), Program ini dihentikan lantaran terbentur peraturan Kemendagri.

Kata Fahri, program berobat gratis menggunakan KTP sebagai syarat administrasi yang mulai digagas sejak Agustus 2021 itu resmi dihentikan oleh Pemda Meranti. Ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Kepulauan Meranti Nomor 500/SETDA/2023/104 tertanggal 30 Mei 2023, dan Surat Dinas Kesehatan nomor 400/Dinkes-Yankes/713 tanggal 16 Juni 2023.

Adapun yang menjadi alasan Pemkab Kepulauan Meranti menghentikan program berobat gratis cukup menggunakan KTP ini, tambah Fahri, karena terbentur aturan. Dimana, sesuai Permendagri No 84 Tahun 2022 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023, Pemda tidak diperkenankan mengelola sendiri sebagian atau seluruhnya jaminan kesehatan daerahnya dengan manfaatnya sama JKN.

“Termasuk skema ganda, seperti BPJS dan KTP ini. Dari dasar itulah kami tentunya meminta arahan pimpinan dan OPD terkait,” kata Fahri.

Sejauh ini, tambah Fahri, masyarakat Kepulauan Meranti yang ditanggung BPJS (dana pusat) baru sekitar 115.000-an jiwa. Kemudian, pada skema budget sharing (Pemprov Riau – Kabupaten Kepulauan Meranti) baru mencover sekitar 26.141 jiwa.

“Yang jelas, dengan penghentian program berobat gratis pakai KTP, kami tentu akan memilah ulang data-data kepesertaan BPJS. Bagi yang mampu, kita keluarkan dan jadi peserta BPJS mandiri,” ujar Fahri.

Rokhaizal selaku Staf Ahli Bupati menambahkan, masyarakat harus paham dengan kondisi ini. Katanya, Pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat kesusahan. Oleh karena program berobat gratis pakai KTP terbentur aturan, mau tak mau harus diikuti, agar tak salah di mata hukum.

“Perlu kami tegaskan, ini bukan karena ganti pimpinan lalu ganti kebijakan, bukan ya. Ini karena aturan,” tegas Rokhaizal.

Ditambahkannya lagi, saat ini Pemkab Meranti (Diskes, Disdukcapil, Disos dan PMD) sedang mencari formula yang pas, sehingga jaminan kesehatan seluruh masyarakat Kepulauan Meranti kembali tercover. Katanya, ada beberapa hal tengah dilakukan, diantaranya, memilah ulang data kepesertaan BPJS yang selama ini diikuti masyarakat Kota Sagu baik yang susah maupun yang senang.

“Ini kerja berat Diskes, dan tak bisa dikerjakan sendiri. Makanya kita minta bantu beberapa OPD untuk memilah data BPJS. Hasil rapat kemarin, sudah disiapkan 5 operator untuk melakukan pengecekan NIK. Target kita selama dua pekan,” beber Rokhaizal.

Program Berobat Gratis Pakai KTP

Pasca dilantik 2020 silam, HM Adil SH MM (bupati nonaktif Kepulauan Meranti) mendapat banyak keluhan tentang kesehatan. Saat itu, muncul ide atau gagasan Adil untuk membuat program berobat gratis cukup menggunakan KTP sebagai syarat administrasinya. Sementara bayaran, dibebankan pada keuangan daerah.

Untuk legalitas berobat dengan KTP, Pemda menerbitkan Perbup no 49 tahun 2021 (sekitar Bulan Agustus). Tentang Pedoman teknis penyelenggaraan jaminan kesehatan daerah dengan menggunakan kartu tanda penduduk bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sejak saat itu, Pemda terus melakukan kerjasama dengan beberapa rumah sakit se-Indonesia. Setidaknya, sudah ada 9 rumah sakit meneken MoU dengan Pemkab Kepulauan Meranti, mulai dari RS yang ada di Pulau Sumatera hingga di Pulau Jawa.

Rentang waktu Agustus 2021 hingga Desember 2022, dari program ini telah menelan anggaran sebesar lebih kurang Rp 10 miliar. Dimana, Rp 6,2 miliar dari Rp 10 miliar itu, masih menjadi hutang di banyak rumah sakit yang telah bekerjasama.

Tahun ini, diakui Fahri, sejak Januari hingga Mei 2023, mereka telah menambah hutang sebesar lebih kurang Rp 700 juta.

Sebenarnya, diakui Fahri, pasca keluar Permendagri 84 tahu. 2022 itu, mereka langsung berkoordinasi dengan Bagian Hukum Setdakab Kepulauan Meranti. Namun, program terus dilanjutkan mengingat peraturan itu baru keluar.

“Tapi yang jelas, kita sudah surati ke semua rumah sakit yang bekerjasama untuk menghentikan program berobat gratis pakai KTP ini,” imbuh Fahri.(CAKAPLAH)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • DIUBER Polisi Dumai, Tekong TKI Ngumpet di Bathin Solapan Bengkalis

    DIUBER Polisi Dumai, Tekong TKI Ngumpet di Bathin Solapan Bengkalis

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 9Komentar

    DUMAI, detak24com – Polisi berhasil mengendus persembunyian SN (29), DPO kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) alias tekong TKI. Ternyata, tersangka bersembunyi di daerah Bathin Solapan, Bengkalis. Seperti disampaikan Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto melalui Kasat Reskrim Iptu Bayu Ramadhan Effendi, Selasa (13/06/23), Unit Tipidter Satreskrim Polres Dumai menangkap tersangka SN di tempat persembunyiannya. Yakni, […]

  • Kejam, Suami Bakar Istri Hidup-hidup di Peranap 

    Kejam, Suami Bakar Istri Hidup-hidup di Peranap 

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PERANAP, detak24com – Seorang pria paruhbaya berinisial MR (56), warga Desa Gumanti, Kecamatan Peranap, Inhu tega membakar istrinya hidup-hidup. Perbuatan tersangka diduga karena diliputi cemburu buta. Usai melakukan aksi keji tersebut, MR melarikan diri dan sempat buron selama hampir sepekan. Ia kemudian ditangkap polisi di sebuah kebun sawit. Baca juga : Viral Bokep Sahroni dengan Nafa […]

  • Pembunuh Emak emak Pemilik Warung di Dumai Positif Konsumsi Narkoba

    Pembunuh Emak emak Pemilik Warung di Dumai Positif Konsumsi Narkoba

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Hasil tes urine Wahyu Ade Saputra (27), pelaku pembunuhan emak emak pemilik warung di Bukit Nenas Dumai, positif narkoba. Diketahui, pembunuhan terjadi di warung korban Jalan Agenda, Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur, Dumai, Selasa (18/02/25) sekitar pukul 11.00 WIB siang. Korban bernama Munasiah (55) dibunuh dengan sadis. Aksi tersangka dipicu utang orangtuanya […]

  • POLRES Rokan Hilir Amankan Dua Lelaki Paruhbaya, Gegara Bakar Lahan

    POLRES Rokan Hilir Amankan Dua Lelaki Paruhbaya, Gegara Bakar Lahan

    • calendar_month Kamis, 1 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    ROHIL, detak24com – Polres Rokan Hilir, Selasa (30/5/2023) mengamankan dua orang pria pelaku pembakaran lahan. Kedua pelaku berinisial JSM (60) dan N (51). Menurut Kapolres Rohil, AKBP Andrian Pramudianto, kedua pelaku melakukan pembakaran lahan di tempat berbeda. JSM membakar lahan di belakang kantor Camat Tanjung Medan, sedangkan N di Jalan Bumi Jaya, Kecamatan Sinaboi. Andrian […]

  • NGERI! Bos Ajak Alfi Damayanti Staycation Ternyata Sering Paksa Lakukan Ini

    NGERI! Bos Ajak Alfi Damayanti Staycation Ternyata Sering Paksa Lakukan Ini

    • calendar_month Minggu, 14 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 21Komentar

    BELAKANGAN ini, nama AD atau Alfi Damayanti (24) mendadak viral hingga menarik perhatian publik, karena keberaniannya menguak perilaku tak menyenangkan dari atasan tempat ia berkerja di Cikarang, Bekasi. Oknum bos perusahaan tempat Alfi Damayanti berkerja mengajak staycation sebagai syarat perpanjangan kontrak bagi karyawati. Alfi Damayanti berani angkat bicara soal kasus pelecehan yang dialaminya yang ternyata […]

  • Tim SAR mencari bocah tenggelam di Sungai Siak Pekanbaru. F : riauterkini

    BOCAH Pekanbaru Tenggelam di Sungai Siak, Dekat Leighton III

    • calendar_month Selasa, 14 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Sudah enam hari bocah 13 tahun tenggelam di Sungai Siak, dekat jembatan Leighton III. Hingga Selasa (14/11/23), korban bernama Aldi tersebut terus dicari Basarnas gabungan. Korban tenggelam di Sungai Siak pada Kamis (09/11/23) petang lalu. Ia terbawa arus saat berenang di bawah jembatan Siak (Leighton) III Kampung Baru, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru. “Hari […]

expand_less