Sedang Cuci Piring, Nenek 75 Tahun Disambar Buaya di Kuansing
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 2 Nov 2026
- print Cetak

Nenek Rosnidar dirawat intensif usai diterkam buaya. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUANSING, detak24com – Seorang nenek lansia bernama Rosnidar (75), warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kuansing nyaris tewas diserang buaya.
Informasi dirangkum, lansia itu diserang buaya besar saat mencuci piring di Tepian Gudang Pulau Gobah, Ahad (1/11/2026) siang. Predator ganas tersebut sempat menggigit bagian lutut korban.
Serangan itu terjadi secara tiba-tiba. Saat Rosnidar sedang mencuci piring di pinggir sungai, seekor buaya mendadak muncul dari dalam air dan langsung menerkam bagian lututnya.
Gigitan predator air tersebut berlangsung hanya beberapa detik. Setelah itu, buaya melepaskan gigitannya dan kembali melompat ke tengah sungai.
Meski berhasil lolos dari terkaman, Rosnidar harus menanggung luka serius. Lutut dan tangan kanannya mengalami luka sobek hingga mengeluarkan darah.
Dalam kondisi terluka, perempuan lanjut usia itu bergegas pulang untuk meminta pertolongan. Pihak keluarga kemudian membawanya ke Klinik Azam Medika di Desa Lubuk Ambacang guna mendapatkan penanganan medis.
Kepala Klinik Azam Medika, dr Cindy Claudia, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat dua luka terbuka akibat serangan buaya tersebut, masing-masing pada bagian kaki dan tangan kanan.
“Dua luka menganga di kaki dan tangan kanan. Total 20 jahitan. Setelah stabil, korban kami pulangkan,” ujar Cindy.
Insiden ini kembali membuka kekhawatiran warga terhadap keberadaan buaya di sepanjang aliran Sungai Kuantan. Terlebih, Tepian Gudang Pulau Gobah ternyata bukan pertama kali menjadi lokasi serangan hewan predator tersebut.
Berdasarkan catatan warga, sedikitnya tiga orang sebelumnya dilaporkan pernah mengalami serangan buaya di tepian yang sama. Lokasi kejadian bahkan berada tidak jauh dari pancang start arena pacu jalur.
Sementara, Kapolsek Hulu Kuantan AKP Repriadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebutkan personel kepolisian telah mendatangi klinik untuk mendampingi korban.
Menyusul kejadian ini, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh ancaman buaya di Sungai Kuantan. Warga, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di sekitar tepian sungai, diminta lebih berhati-hati.
“Di lokasi itu sudah berulang kali terjadi. Kami imbau warga lebih waspada, terutama yang masih cuci dan mandi di sungai,” katanya, Senin (02/11/26).
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar menghindari aktivitas di kawasan sungai yang diketahui rawan kemunculan buaya. Aktivitas sehari-hari seperti mencuci dan mandi di sungai kini berisiko mengancam keselamatan jiwa. (Mcr)
Editor : Kar

















