Harimau ‘Gerilya’ di Kampus Universitas Pahlawan Bangkinang, Mahasiswa Diingatkan Waspada
- account_circle Redaksi
- calendar_month 31 menit yang lalu
- print Cetak

Temuan jejak harimau sumatera di kawasan kampus Universitas Pahlawan, Bangkinang. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANGKINANG, detak24com – Video kemunculan harimau sumatera di kawasan kampus Universitas Pahlawan, Bangkinang Kota bikin geger mahasiswa dan warga sekitar.
Informasi dirangkum, BBKSDA Riau memastikan jejak yang ditayangkan dalam video tersebut merupakan bekas telapak kaki harimau Sumatera.
Temuan ini ditindaklanjuti BBKSDA Riau setelah menerima laporan masyarakat dan informasi yang beredar di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Ahad (01/11/26).
Kabid Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin, mengatakan bahwa tim melalui Resor Kampar telah berkoordinasi dengan warga setempat, Muhammad Yunus (40). Bersama warga, tim kemudian melakukan mitigasi dan pengecekan lapangan.
“Dalam proses pengecekan di lapangan, tim menemukan jejak baru di sekitar lokasi awal perjumpaan jejak,” ujarnya, Senin (02/11/26).
Berdasarkan ukuran tapak kaki, harimau tersebut diperkirakan berusia remaja. “Jejaknya mengarah ke kawasan Hutan Kebun Raya milik Universitas Pahlawan Bangkinang,” tambah Ujang.
BBKSDA Riau juga telah berkoordinasi dengan pihak kampus. Pasalnya, kawasan kebun raya itu dikelilingi pemukiman warga dan terdapat kandang ternak ayam serta kambing milik kampus.
Ujang menyebut, kondisi kawasan yang dipenuhi semak belukar dinilai berpotensi menjadi tempat persembunyian satwa liar tersebut.
Untuk mengantisipasi konflik dan menjaga keselamatan, tim telah memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat dan pegawai Universitas Pahlawan agar berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah.
BBKSDA juga mengimbau warga dan pihak kampus untuk sementara tidak melakukan aktivitas maupun survei ke dalam area Kebun Raya Universitas Pahlawan.
Imbauan ini disampaikan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat satwa tersebut berpotensi muncul kembali.
Tim telah mendokumentasikan temuan serta mencatat titik koordinat sebagai dasar tindakan mitigasi lanjutan. BBKSDA Riau selanjutnya akan memasang kamera jebak (camera trap) untuk memantau pergerakan harimau Sumatera tersebut.
“Selain itu, penilaian risiko konflik satwa liar akan dilakukan sebagai dasar penentuan langkah penanganan berikutnya,” pungkasnya dikutip dari cakaplah. (*)
Editor : kar

















