Dampak Cuaca Labil, Harga Bawang Merah Tembus Rp 60 Ribu per Kilogram di Pekanbaru
Pedagang bawang merah. f : ist
PEKANBARU, detak24com – Cuaca buruk yang belakangan terjadi pada beberapa daerah berimbas pada hasil produksi sejumlah kebutuhan di tingkat petani. Seperti pasokan bawang merah, cabai dan sayur-sayuran ikut terdampak.
Hal tersebut diperkirakan mempengaruhi pasokan yang masuk ke pasar-pasar di Pekanbaru, Riau. Dengan pasokan yang berkurang dan besarnya biaya transportasi, membuat harga bawang merah di pasar tradisional terus melejit.
Pada pekan kedua Agustus 2025, harga bawang merah tercatat diharga Rp 60.000 per kilogram. Padahal, jika dibandingkan harga normal hanya dikisaran Rp 30.000-40.000 per kilogram.
“Bawang terus melejit, sebelumnya Rp 57.000 per kilogram hari ini modalnya saja sudah Rp 60.000 per kilogram,” ujar Ani, salah seorang pedagang harian saat berbelanja di Pasar Pagi Arengka, Senin (11/08/25).
Selain bawang merah, komoditas sayur-sayuran seperti buncis juga mengalami kenaikan yakni tembus diharga Rp 30.000 per kilogram.
“Harga sayur buncis yang hari biasanya hanya Rp 12.000 per kilogram saat ini tembus Rp 30.000. Tidak hanya itu, daun sop juga naik yakni Rp 60.000 per kilogram,” ujarnya lagi.
Tingginya harga komoditas bawang merah, daun seledri dan sayur lainnya seperti buncis disebabkan terjadinya gagal panen di daerah distributor seperti Jawa. Sehingga mempengaruhi biaya transportasi dan harga jual di pasaran.
“Infonya karena gagal panen di Jawa makanya harga mahal-mahal,” ujar Ani lagi.
Meski sejumlah bahan dapur mengalami kenaikan, harga cabe merah masih diharga standar yakni Rp 40.000-50.000 per kilogram.
“Cabai merah masih diambang normal dan mudah-mudahan gak ikutan naik,” ujar Rahma salah seorang warga, dikutip dari halloriau. (Red)
Editor : Kar
