DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

BELASAN Ribu Warga Gaza Tewas, OKI Desak PBB Selidiki Kejahatan Zionis Israel

Presiden Jokowi menghadiri KTT OKI di Riyadh. F : int

Presiden Jokowi menghadiri KTT OKI di Riyadh. F : int

RIYADH, detak24com – Arab Saudi dan negara-negara muslim lainnya desak PBB menyelidiki kejahatan Zionis Israel yang mengagresi Gaza. Akibat perang zalim itu telah merenggut 11.078 nyawa warga Palestina.

Pernyataan komunike terakhir tersebut dirilis saat KTT Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang digelar di Riyadh pada Sabtu (11/11/23). Para negara yang tergabung mendesak Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk menyelidiki kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Zionis Israel di wilayah Palestina.

Arab Saudi berupaya menekan Amerika Serikat (AS) dan zionis Israel agar mengakhiri permusuhan di Gaza. Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), penguasa de facto kerajaan tersebut, menegaskan kecaman dan penolakan tegas Kerajaan terhadap perang biadab di Palestina.

“Kita menghadapi bencana kemanusiaan yang membuktikan kegagalan Dewan Keamanan dan komunitas internasional untuk mengakhiri pelanggaran mencolok Israel terhadap hukum internasional,” katanya dalam pidatonya di pertemuan puncak tersebut, seperti dikutip Reuters, Senin (13/11/23).

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan warga Palestina sedang menghadapi perang genosida dan mendesak Amerika Serikat untuk mengakhiri agresi zionis Israel.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel dan kehabisan bahan bakar.

Jokowi mengatakan berbagai cara harus ditemukan untuk membuat Israel segera melakukan gencatan senjata. “OKI harus menggunakan semua lini untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukannya,” tegas Jokowi.

Sementara Presiden Iran Ebrahim Raisi memuji kelompok militan Islam Palestina Hamas karena berperang melawan Israel dan mendesak negara-negara Islam untuk menjatuhkan sanksi minyak dan barang terhadap Israel.

“Tidak ada jalan lain selain melawan Israel. Kami mencium tangan Hamas atas perlawanannya terhadap zionis Israel,” ujar Raisi dalam pidatonya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan konferensi perdamaian internasional untuk menemukan solusi permanen atas konflik antara Israel dan Palestina.

“Apa yang kita butuhkan di Gaza bukanlah jeda selama beberapa jam, melainkan kita memerlukan gencatan senjata permanen,” sebut Erdogan pada pertemuan puncak tersebut.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengatakan negaranya, tempat beberapa pemimpin Hamas bermarkas, berusaha menengahi pembebasan sandera Israel dan berharap gencatan senjata kemanusiaan akan segera tercapai.

“Sampai kapan masyarakat internasional akan memperlakukan Israel seolah-olah mereka berada di atas hukum internasional?” ucapnya mempertanyakan.

Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan kepada wartawan bahwa tidak akan ada pembicaraan mengenai masa depan Gaza kecuali pembicaraan mengenai gencatan senjata segera. Di

KTT tersebut juga menuntut diakhirinya pengepungan Gaza, akses terhadap bantuan kemanusiaan, dan penghentian penjualan senjata ke Israel.

Timur Tengah berada dalam situasi genting sejak pejuang Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober. Sejak itu, Israel telah meningkatkan serangannya di Gaza, di mana 11.078 orang telah terbunuh pada hari Jumat, 40 % di antaranya adalah anak-anak, dikutip dari cnbcindonesia. (*/berita)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *