Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Nasional » Bekerja 32 Tahun, Buruh Tekstil Digaji Rp 1000 per Bulan 

Bekerja 32 Tahun, Buruh Tekstil Digaji Rp 1000 per Bulan 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KARANGANYAR, detak24com – Kisah pilu Sugiyatmo buruh tekstil digaji Rp 1000 per bulan, padahal ia bekerja sudah 32 tahun di perusahaan tersebut.

Sejak 2024 sampai sekarang, Sugiyatmo menerima gaji tidak sesuai dengan hak yang seharusnya didapatkan. 

Buruh di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah tersebut sudah mengabdi selama 32 tahun di perusahaan tempatnya bekerja.

Cerita pahit yang dialami Sugiyatmo mencuat di peringatan May Day, Kamis (01/05/25). 

Pria 50 tahun itu berprofesi sebagai buruh tekstil di sebuah perusahaan di Kabupaten Karanganyar.

Sugiyatmo bercerita, digaji Rp1.000 per bulan sejak Juli 2024 setelah dirumahkan oleh pihak perusahaan.

“Pada awalnya saya dirumahkan oleh perusahaan sejak Juli 2024 sampai sekarang dan ternyata mereka mengirim gaji saya setiap bulan ke rekening saya hanya Rp 1.000,” kata Sugiyatmo.

Sugiyatmo pun lantas melaporkan pihak perusahaan ke Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP) Karanganyar, Danang Sugiyatno.

Setelah itu, pihak personalia dari perusahaan tempatnya bekerja langsung dipanggil oleh Dinas Perdagangan Perindustrian Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Karanganyar.

Sugiyatmo mengatakan perusahaan berdalih menggaji dirinya Rp1.000 agar rekening miliknya tetap bisa berfungsi.

HRD sempat dipanggil Dinas terkait pemberian upah seribu rupiah per bulan, alasan mereka bilang ini bukan mainan dan beralasan itu untuk menghidupkan rekening bank para buruh biar nggak mati,” ujarnya.

Setelah mengetahui alasan tersebut, Sugiyatmo bersama rekannya yang senasib menggugat perusahan ke Pengadilan Hubungan Industrial.

Adapun putusan dari hakim adalah mengabulkan gugatan Sugiyatmo, yaitu perusahaan wajib membayar hak-hak dari dirinya dan rekannya yang senasib.

Namun, putusan tersebut tidak bisa langsung dilakukan lantaran perusahaan diberi waktu selama 14 hari untuk memberikan tanggapan.

Di sisi lain, Sugiyatmo bekerja serabutan selama dirinya dirumahkan sejak tahun lalu.

Dia pun mengaku sudah bekerja di perusahaan tersebut sejak puluhan tahun lalu.

“Saya sudah kerja di perusahaan sejak 1993 atau sudah 32 tahun lulus dari STM saya langsung kerja di sini, namun baru kali ini saya diperlakukan seperti ini,” ungkap dia.

Kecaman dari FSP KEP

Sementara, Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan Karanganyar (FSP KEP), Danang Sugiyatno, mengecam tindakan dari perusahaan tersebut.

Dia mengungkapkan fenomena tersebut benar-benar terjadi di dunia kerja Karanganyar.

“Ada banyak pekerja yang hanya mendapatkan upah hanya seribu rupiah per bulan, dan ini bukan omong kosong bukan retorika belaka, ini realita terjadi di perburuhan Kabupaten Karanganyar,” kata Danang.

Selain gaji tak layak, Danang juga mengungkapkan ada buruh yang diperkerjakan meski sudah masuk usia pensiun.

Namun, hak-hak mereka sebagai pekerja tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Danang menyebut kasus tersebut terjadi lingkungan pabrik di bidang tekstil.

“Kondisi perburuhan Kabupaten Karanganyar saat ini tidak baik-baik saja, dan beberapa kasus ini sudah diadvokasi dan sudah putusan,” katanya.

Penegakan Hukum Ketenagakerjaan

Ketua Dewan Pengurus Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (DPC KSPN) Karanganyar, Haryanto, meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar untuk melakukan Law Enforcement, yaitu penegakan hukum ketenagakerjaan.

Pasalnya, masih banyak pelanggaran yang terjadi di lapangan.

“Banyak pengusaha nakal yang tidak memberikan hak karyawan, kami minta Law Enforcement ditegakkan benar-benar,” kata Haryanto.

Haryanto mengatakan, banyak buruh yang dirumahkan namun tidak dibayar, terjadi PHK menjelang hari raya. (Tribunnews)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lapangan Diguyur Hujan, Warga Muhammadiyah Pekanbaru Salat Id di Masjid 

    Lapangan Diguyur Hujan, Warga Muhammadiyah Pekanbaru Salat Id di Masjid 

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Warga Muhammadiyah Pekanbaru memindahkan lokasi salat Id dari lapangan ke masjid. Hal tersebut, dikarenakan sejak pagi wilayah itu diguyur hujan, Jumat (20/03/26). Sejak subuh, rintik hingga hujan dengan intensitas ringan mengguyur hampir seluruh wilayah kota, membuat suasana pagi terasa lebih sejuk dari biasanya. Meski hujan turun, aktivitas warga tetap berjalan. Seperti di […]

  • Dihadiri Bupati Kasmarni dan Ketum PWI Pusat, Raja Isyam Lantik Pengurus PWI Bengkalis Periode 2024-2027

    Dihadiri Bupati Kasmarni dan Ketum PWI Pusat, Raja Isyam Lantik Pengurus PWI Bengkalis Periode 2024-2027

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24.com — Pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkalis periode 2024-2027 berlangsung khidmat di Pendopo Wisma Daerah Bengkalis, Rabu (12/02/25) malam. Momen bersejarah ini turut ditandai dengan pemberian penghargaan kepada Bupati Bengkalis Kasmarni berupa Pin Emas dari PWI Provinsi Riau yang disematkan oleh Ketum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang didampingi Ketua PWI Riau Raja Isyam […]

  • Beraksi Saat Jumatan, Komplotan Maling Gasak Uang ADD Ratusan Juta di Tanjung Medan Rohil

    Beraksi Saat Jumatan, Komplotan Maling Gasak Uang ADD Ratusan Juta di Tanjung Medan Rohil

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

     Rohil detak24com – Tiga maling gasak uang ADD (Alokasi Dana Desa) ratusan juta saat Jumatan di Tanjung Medan Utara, Rohil. Ketiga pelaku yakni ES alias Eki (27), EW alias Eka (40) dan T Purba alias Tofik (31). Ketiganya beralamat di Dusun 1 Rejosari Kepenghuluan Tanjung Medan Utara. Informasi dirangkum, Jumat (28/06/24), ketiganya dibekuk usai menyatroni […]

  • GEGER! Mayat Wanita Bugil Terlilit di Tiang Listrik Desa Kinantan Tapung

    GEGER! Mayat Wanita Bugil Terlilit di Tiang Listrik Desa Kinantan Tapung

    • calendar_month Senin, 22 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    KAMPAR, detak24com – Mayat wanita bugil terlilit di tiang listrik gegerkan warga Desa Kinantan, Kecamatan Tapung, Kampar. Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja, Senin (22/04/24), mengatakan mayat wanita bugil itu ditemukan oleh warga pada Ahad (21/04/24). “Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana yang tertutup handuk terlilit di tiang listrik,” kata Ronald, Senin (22/04/24). Kuat dugaan wanita […]

  • KETERLALUAN! Gegara Alasan Sepele, Kurniaesih dan Bayinya Meninggal Usai Ditolak RSUD

    KETERLALUAN! Gegara Alasan Sepele, Kurniaesih dan Bayinya Meninggal Usai Ditolak RSUD

    • calendar_month Selasa, 7 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • 25Komentar

    detak24.com – Hanya tak punya surat rujukan, seorang ibu yang hendak melahirkan akhirnya meninggal dunia usai ditolak RSUD Subang.  Menurut suami korban, Juju Junaedi (45), mengatakan kepada Beritasatu.com, dikutip Selasa (07/03/23), Kurnaesih (39) istrinya warga Kampung Citombe, Desa Buniara, Kecamatan Tanjungsiang, Subang ini meninggal dunia bersama anak yang masih di dalam kandungan. “Korban meninggal pada Kamis […]

  • KELULUSAN PPDB Jabar 2023 Bisa Dicek pada Link di Bawah Ini, Ikuti Caranya!

    KELULUSAN PPDB Jabar 2023 Bisa Dicek pada Link di Bawah Ini, Ikuti Caranya!

    • calendar_month Rabu, 21 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    JAWA BARAT, detak24com – Kelulusan PPDB Jabar 2023 tahap 1 diumumkan Dinas Pendidikan setempat. Pada link di bawah ini dapat diakses hasil seleksi PPDB Jabar 2023 untuk SMA, SMK dan SLB serta petunjuk cara mengeceknya. Dinas Pendidikan Jawa Barat merilis pengumuman hasil seleksi tahap 1 PPDB Jabar 2023 hari ini, Selasa (20/6/2023). Tepatnya pada pukul 14.00 WIB, […]

expand_less