BBKSDA Pastikan Harimau Sumatera ‘Gerilya’ di Pelintung Dumai, Warga Diingatkan Waspada
Penampakan harimau diduga di Pelintung Dumai. f : ist
DUMAI, detak24com – Seekor harimau sumatera masuk ke areal pabrik goni PT Wilmar di Pelintung, Dumai. Petugas patroli perusahaan menemukan hewan buas tersebut berukuran besar berada tak jauh dari pinggir jalan.
Setelah disenter dengan lampu mobil, harimau lari ke arah semak-semak. Ada juga sebuah foto yang memperlihatkan harimau sedang duduk di dekat tembok perusahaan.
Baca juga : Gempar Harimau Keluar di Pabrik Wilmar Dumai, Kapolres Langsung Koordinasi dengan BBKSDA
Hendak ke Malaysia, Puluhan WNA Bangladesh dan Etnis Rohingya Diamankan di Kebun Sawit Dumai
Atas kemunculan hewan buas dilindungi itu, tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau turun ke lokasi.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono menyebut anggotanya bersama Polsek Medang Kampai dan sekuriti PT Wilmar telah melakukan pengecekan di lokasi kemunculan harimau. Yakni sekitar pabrik goni KM 110.
“Dari hasil pengecekan tim terpadu di lapangan, ditemukan jejak harimau sumatera,” kata Supartono kepada wartawan melalui keterangan tertulis dikutip, Senin (28/04/25).
Jejak harimau yang ditemukan, sambung dia, ukuran tampak 15×13 sentimeter dan jarak kaki dengan belakang lebih kurang 130 sentimeter. Lokasi ditemukan jejak harimau berjarak sekitar 5 kilometer dari permukiman warga.
Kemunculan harimau sumatera di areal pabrik goni PT Wilmar terjadi pada Sabtu (26/04/25), sekitar pukul 23.00 WIB malam. Saat itu, sekuriti sedang melakukan patroli.
BKSDA imbau perusahaan kurangi aktivitas di luar Supartono mengatakan, tim BBKSDA Riau melakukan penelusuran terhadap jejak harimau untuk menetapkan lokasi pemasangan kamera intai.
“Kami juga mengimbau agar pihak perusahaan dapat mengurangi aktivitas di sekitar lokasi tersebut, terutama saat sore dan malam hari. Selain itu, masyarakat juga dapat lebih berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar lokasi,” kata Supartono.
Sebagai langkah mitigasi, BBKSDA Riau bersama pihak terkait melakukan patroli, serta memasang kamera intai di sekitar lokasi ditemukannya jejak harimau.
Sehingga, dengan data dari kamera intai tersebut, dapat diambil langkah-langkah tepat untuk pencegahan konflik satwa dengan manusia. Baik untuk jangka pendek maupun jangka panjangnya, dikutip detak24com dari kompas.com. (red)
Editor : Kar
