Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Jeritan Warga di TNTN Pelalawan : Listrik Diputus-Sekolah Tak Buka SPMB, Ramp Tolak Sawit Masyarakat 

Jeritan Warga di TNTN Pelalawan : Listrik Diputus-Sekolah Tak Buka SPMB, Ramp Tolak Sawit Masyarakat 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24com – Masyarakat terdampak penertiban hutan konservasi TNTN) Pelalawan mengadu ke DPR RI. Mereka diterima Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Achmad Hermawan didampingi Wakil Ketua, Adian Napitupulu, Rabu (02/07/25).

Kedatangan masyarakat untuk membeberkan situasi terkini yang dihadapi masyarakat yang merasa mendapat ancaman pengusiran, pasca kebijakan relokasi mandiri yang diumumkan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) terhadap penduduk di TNTN. Satgas PKH sebelumnya pada Selasa, 10 Juni 2025 lalu, telah menancapkan plang penguasaan hutan konservasi TNTN seluas 81 ribu hektare yang saat ini seluas 60 ribu hektare di antaranya diklaim telah bersalin rupa menjadi perkebunan kelapa sawit.

Satgas PKH mematok target relokasi mandiri para penduduk pada 22 Agustus 2025 mendatang, dan kemudian akan melakukan pemulihan (reforestasi) TNTN.

“Saat ini, sekolah tidak lagi menerima pendaftaran siswa baru. Listrik terancam diputus. Masyarakat bingung akan pindah kemana, padahal kebun sawit tersebut merupakan sumber mata pencarian keluarga di sana,. Masyarakat dicap sebagai perambah dan distempel sebagai pendatang,” kata perwakilan masyarakat, Aziz Manurung dalam dialog bersama BAM RI yang disiarkan via flatform YouTube.

Warga menyatakan, perjuangan masyarakat dalam mengelola TNTN tak bisa dinafikan begitu saja. Selama belasan tahun masyarakat mengelola TNTN secara mandiri, tanpa pernah merengek kepada negara.

“Kalau kita bandingkan dengan program transmigrasi, seharusnya sudah berapa uang negara yang dikeluarkan. Jangan melihat sisi enaknya masyarakat saat ini, tapi lihat kondisi mereka dulu bagaimana berjibaku,” ungkap Aziz.

Dia juga mengungkap, buah kelapa sawit masyarakat tidak lagi bisa dijual, karena ramp (peron) penampungan buah sawit tidak lagi menerima. Diduga, perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) tidak berani lagi membeli buah kelapa sawit masyarakat karena dituduh berasal dari kawasan hutan.

Ia menegaskan, kebijakan penertiban TNTN berupa relokasi mandiri akan menimbulkan derita perih bagi puluhan ribu jiwa penduduk. Ia tak ingin masyarakat disalahkan secara total, namun negara serta merta melakukan penertiban dengan dalih lingkungan.

“Kami heran mengapa kampanye TNTN sebagai paru-paru dunia kembali didengungkan. Padahal, TNTN itu masih berupa penunjukan belum sampai penetapan. Kondisi TNTN saat ditunjuk menjadi hutan konservasi juga bukan rimba pepohonan, namun bekas areal Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang kayu-kayunya telah diambil sejumlah korporasi,” katanya.

Dia mengeklaim, langkah sepihak penertiban TNTN telah melupakan histori awal yang sesungguhnya. Sebelum adanya penunjukan TNTN, sudah banyak masyarakat yang mengelola kawasan hutan tersebut.

Ia bahkan menyebut, jika pemerintah ingin melakukan reforestasi, maka tak seharusnya dilakukan di atas lahan yang sudah dikelola masyarakat. Warga, kata Aziz, siap untuk menyisihkan hasil kebun sawitnya untuk melakukan penanaman pohon pada areal hutan yang ada di sekitar TNTN.

“Tapi jangan masyarakat disuruh pindah. Masyarakat rela melakukan penanaman pohon di areal hutan yang ada di sekitar TNTN. Landskap TNTN itu ratusan ribu hektare,” katanya.

Merespon curhat perwakilan masyarakat tersebut, Ketua Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI, Achmad Hermawan memastikan akan segera menindaklanjutinya. BAM DPR RI dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja pada 10-12 Juli mendatang, salah satunya ke Riau.

“Kami mendengarkan secara langsung suara masyarakat yang hak hidupnya terancam akibat kebijakan kawasan konservasi. Perlindungan hukum dan kejelasan status lahan sangat penting untuk rakyat,” kata Aher, sapaan akrab mantan Gubernur Jawa Barat tersebut.

Aher menyampaikan, BAM DPR akan melaporkan kepada pimpinan DPR RI agar bisa ditindaklanjuti oleh Alat Kelengkapan Dewan (AKD) terkait, yang mana nantinya bisa dibahas dalam rapat dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan pemerintah daerah.

“BAM DPR juga akan melakukan pemantauan terhadap tindak lanjut yang dilakukan. Proses ini bertujuan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang kehilangan hak hidup dan penghidupan akibat ketidakjelasan kebijakan tata ruang dan konservasi. Kami ingin masalah ini tidak berhenti di sini, tapi betul-betul ditangani secara tuntas,” tutupnya. (Red)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • TINJAU KORBAN BANJIR, Bupati dan Wabup Rohil Kompak Bagikan Sembako

    TINJAU KORBAN BANJIR, Bupati dan Wabup Rohil Kompak Bagikan Sembako

    • calendar_month Jumat, 18 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    ROHIL, detak24.com – Bupati Afrizal Sintong, SIP dan Wabup H Sulaiman meninjau langsung ke lokasi banjir. Sekaligus membagikan sembako kepada masyarakat yang  terdampak Jumat (18/11/22) di Bagansiapiapi. Bupati dan Wabup didampingi sejumlah kepala OPD dilingkungan pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Baznaz, Dinas Sosial, BPBD, Camat, Lurah, ketua RT dan RW. Tampak satu unit truk colt diesel […]

  • MBG Dipelesetkan Jadi Makan Beracun Gratis, Bos BGN Murka!

    MBG Dipelesetkan Jadi Makan Beracun Gratis, Bos BGN Murka!

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    JAKARTA, detak24com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara soal sejumlah pihak yang mempelesetkan Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Makan Beracun Gratis lantaran maraknya kasus keracunan. Dia mengatakan, setiap orang berhak menilai sesuatu. Namun, ia berharap mereka tidak melupakan tujuan program yang mulia. “Mohon tidak mengaburkan bahwa ini adalah program yang bertujuan […]

  • KPU Riau Tetapkan DPS Pemilu 2024 Sebanyak 4.749.141 Pemilih

    KPU Riau Tetapkan DPS Pemilu 2024 Sebanyak 4.749.141 Pemilih

    • calendar_month Jumat, 14 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2024 sebanyak 4.749.141. Data tersebut terdiri dari jumlah pemilih laki-laki 2.409.210 dan pemilih perempuan 2.339.931. DPS tersebut ditetapkan lewat rapat pleno yang digelar di Hotel Grand Central Pekanbaru, Kamis (13/04/23). Rapat Pleno yang dipimpin oleh Ketua KPU Riau Ilham Muhammad […]

  • PENJUAL ELPIJI 3 Kg Terancam Masuk Penjara, Jual di Atas HET

    PENJUAL ELPIJI 3 Kg Terancam Masuk Penjara, Jual di Atas HET

    • calendar_month Jumat, 30 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 9Komentar

    DUMAI, detak24.com – Elpiji bersubsidi kerap bermasalah. Oknum penyalur atau agen sering menaikan harga yang melampaui harga eceran tertinggi (HET). Hasil penelusuran wartawan detak24.com, pasca kelangkaan gas 3 Kg di agen dan pangkalan di Dumai Riau, justeru barang bersubsidi itu banyak dijual di kedai-kedai pengecer. Harga jual di pengecer berkisar dari Rp25 ribu hingga Rp45 […]

  • Lanal Dumai Gagalkan Penyeludupan Manusia ke Malaysia, Diamankan Saat Menunggu Kapal

    Lanal Dumai Gagalkan Penyeludupan Manusia ke Malaysia, Diamankan Saat Menunggu Kapal

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • 23Komentar

    DUMAI, detak24.com – Lanal Dumai dan tim gabungan Satgas Dispamsanal menggagalkan aksi penyeludupan manusia ke Malaysia. Calon pekerja migran tersebut selanjutnya diserahkan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), guna diproses lebih lanjut. Upaya pemberangkatan 22 orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI ilegal ke Malaysia di pesisir pantai Sepahat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Selasa […]

  • Usai Bongkar Rumah Warga, Pria Ini Senang-senang di Warnet

    Usai Bongkar Rumah Warga, Pria Ini Senang-senang di Warnet

    • calendar_month Kamis, 6 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Tim Opsnal Polsek Payung Sekaki, Pekanbaru menciduk pria berinisial HS (31) alias Herman l. Ia diduga melakukan pencurian pada sebuah rumah di Jalan Riau Ujung, Pekanbaru. Kapolsek Payung Sekaki AKP Nursyafniati menyebut bahwa pelaku inisial HS tersebut ditangkap pada Rabu (05/10/22), sehari setelah komplotannya membobol rumah seorang warga. “Korban ditelepon ibunya bahwa […]

expand_less