Dumai, detak24. com – Pemberangkatan atlet karate Dumai ke Kejurda Riau luput dari perhatian pihak terkait. Para duta itu berjuang dengan bekal seadanya. Padahal mereka berangkat untuk mengharumkan nama daerah.
Pada Kamis (23/06/22) sekitar pukul 13: 30 WIB, puluhan atlet karate yang bergabung di Pengcab FORKI Dumai diberangkatkan untuk mengikuti pertandingan
Kejurdaprov FORKI Riau yang dihelat di Pekanbaru.
“Keberangkatan ke 26 orang atlet FORKI utusan Dumai ke Pekanbaru tersebut berasal dari tiga perguruan. Yakni, TAKO, INKAI dan KKI untuk mengikuti 36 kelas dalam pertandingan Kejurpdarov Riau,” ujar Ketua Pengcab FORKI Dumai, Monang Maradongan SSos.
Sebelum memberangkatkan anak anak asuhnya, Monang Maradongan memberikan bimbingan di lapangan Komplek Perkantoran Pemda Jalan Soeberantas, Dumai. Sekaligus melepas para duta Dumai untuk berlaga di provinsi.
Karena pertandingan kali ini menurut Monang adalah merupakan kejuaraan yang dilaksanakan oleh provinsi dan pesertanya seluruh diwajibkan dari seluruh cabang olahraga karate de Provinsi Riau.
Dalam hal ini menurut Monang termasuk Dumai mengutus 20 atlet untuk mengikuti even resmi FORKI Provinsi Riau tersebut.
Karena ini adalah merupakan ivent resmi FORKI Provinsi. Harusnya KONI Dumai sebagai perpanjangan tangan pemerintah tidak bisa lepas tangan. Sebab KONI sebagai induk dari cabang olaraga.
“Harusnya pihak KONI Dumai mendukung, melaksanakan pengelolaan, pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi sesuai kewenangan dan tugas KONI,” ujar Monang.
Fungsi tugas dan tanggungjawab pembinaan tersebut menurut Monang termaktub dalam Pasal 5 Anggaran Dasar KONI.
Seharusnya KONI Dumai, mempunyai fungsi untuk memasyarakatkan olahraga berprestasi membina anggotanya untuk mencapai prestasi olahraga secara optimal sesuai dengan fungsi KONI. Ini malah terkesan tutup mata dan tutup telinga,” sesal Monang.
“Bagaimana KONI untuk membina cabang olaraga kalau keberadaannya saja sulit untuk ditemui. Contoh kecilnya saja terkait pada kegiatan even yang akan diikuti oleh FORKI Dumai ini malah KONI Dumai lepas tangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Monang menceritakan dalam mengikuti even kegiatan ini mereka tentunya butuh persiapan yang matang. Mulai dari pelaksanaan TC, dana serta keberangkatan atlet untuk mengikuti kejuaraan ini. Mulai dari insert, makan atlet dan biaya transportasi, dan lainnya.
“KONI Dumai sama sekali tidak ada membantu. Kami sudah ajukan proposal dukungan untuk membantu pelaksanaan ini. Jangankan dukungan materil, dukungan moril pun kami tidak dapatkan,” bebernya.
Kalau terkait dukungan materil, lanjutnya mungkin terkait nominal adalah relatif. Yang penting KONI mau tunjukkan dukungan moril. Sehingga dapat memicu para atlet untuk bertanding optimal.
“Jika para atlet memperoleh juara di Kejurpdarov ini kan yang harum nama Dumai. Oleh karena kami membawa nama daerah untuk berlaga di provinsi,” tuturnya.
Kepada Pengcab lainnya, Monang mengajak sama-sama mempertanyakan ini nanti pada saat raker KONI yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 30 Juni 2022 mendatang
“Kami juga meminta kepada DPRD Kota Dumai, tolong berikan pengawasan terhadap hal ini. Masa kita membawa nama daerah, tak ada perhatian sama sekali,” pinta Monang.
Apalagi, olahraga menurut Monang punya sisi positif untuk membina para generasi bangsa agar berprilaku positif pula. Seharusnya mendapatkan perhatian dari eksekutif dan legislatif.
Untuk itu dirinya minta tolong agar sama-sama membina dan membimbing generasi Kota Dumai ini. “Mereka telah bersemangat untuk berjuang dan ingin mengharumkan nama daerah. Tetapi kita malahan tidak mendukung. Ini adalah dosa bagi kita semua,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris KONI Dumai Ujang Said, terkait keluhan dari Ketua FORKI Dumai tersebut mengatakan, bahwa pihaknya bukan tidak perduli. Selama ini, katanya KONI selalu membantu FORKI. Berhubungan, alokasi anggaran makin menciut sehingga harus digunakan seefisien mungkin.
“Memang dana ada, tapi sudah terlanjur dianggarkan untuk Kejurda Pekan Olahraga Provinsi Riau yang akan dilaksanakan di Kuantan Singingi pada 22 November 2022 mendatang. Lagipula, kami harus mengacu Permendagri No 77 dalam mengeluarkan anggaran,” kilahnya. (E. Manalu)
Editor : Kar