Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Duri » Mindset Reset Politik, Gunawan SH Ajak Bangsa Kembalikan Kekuasaan untuk Rakyat

Mindset Reset Politik, Gunawan SH Ajak Bangsa Kembalikan Kekuasaan untuk Rakyat

  • account_circle Yusrizal Sikumbang
  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24.com — Politik semestinya menjadi jalan untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar arena perebutan kekuasaan.

Pemikiran tersebut disampaikan Gunawan, S.H., Alumni Universitas Terbuka dan Lemhannas RI, Ketua Hubungan Antar Lembaga FSP-KSI sekaligus Koordinator Wilayah Provinsi Riau Gerbang Indonesia (GI) Gerakan Pembangunan Indonesia, melalui gagasan “Mindset Reset: Anatomi Politik yang Benar — Pemahaman Berimbang Menuju Indonesia Emas 2045.”

Gunawan menilai, sudah saatnya masyarakat maupun para pemegang kekuasaan melakukan pembenahan cara pandang terhadap politik.

Menurutnya, politik pada hakikatnya hanyalah sarana, sementara tujuan akhirnya adalah terwujudnya masyarakat yang adil, sejahtera, bersatu, berdaulat, dan mampu menikmati pembangunan secara berkelanjutan. “Politik bukan tujuan. Politik adalah sarana,” tegas Gunawan.

Ia mengibaratkan politik seperti sebuah perahu. Perahu dibuat untuk membawa penumpang menuju tujuan, bukan menjadi tempat orang berebut posisi.

Demikian pula politik, menurutnya, seharusnya digunakan untuk membawa bangsa menuju cita-cita bersama, bukan dijadikan ruang untuk mempertahankan kekuasaan demi kekuasaan itu sendiri.

Kekuasaan Jangan Kehilangan Arah

Gunawan mengingatkan, ketika politik sebagai sarana berubah menjadi tujuan, maka orientasi kekuasaan berpotensi bergeser.

Kebijakan publik bisa kehilangan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas. Perbedaan pandangan dapat berubah menjadi permusuhan. Bahkan, rakyat berisiko hanya ditempatkan sebagai objek ketika momentum politik berlangsung.

“Jika kita sibuk memperebutkan siapa yang duduk paling depan, lalu lupa ke mana perahu ini berlayar, maka kita semua bisa kehilangan arah,” katanya.

Menurut Gunawan, ukuran keberhasilan politik bukan semata siapa yang menang, siapa yang memperoleh jabatan, atau siapa yang memiliki pengaruh paling besar.

Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar kekuasaan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lima Fondasi yang Tak Boleh Bergeser

Gunawan menyebut setidaknya terdapat sejumlah tujuan fundamental yang harus terus menjadi orientasi dalam kehidupan bernegara.

Pertama, keadilan, dengan memastikan setiap warga memperoleh perlakuan yang setara di hadapan hukum.

Kedua, kesejahteraan, yang ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat serta tersedianya pendidikan dan kesehatan yang layak.

Ketiga, persatuan, yakni menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa, bukan menjadikannya sebagai sumber konflik.

Keempat, kedaulatan, agar Indonesia mampu menentukan arah masa depannya berdasarkan kepentingan nasional.

Kelima, kemajuan berkelanjutan, sehingga pembangunan saat ini tidak mengorbankan kepentingan generasi yang akan datang.

“Siapa pun yang memegang kekuasaan, kewajibannya tetap sama: menjalankan amanah untuk kepentingan rakyat dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Pemimpin Melayani, Bukan Dilayani

Gunawan juga mengingatkan para pemimpin dan pejabat negara agar tidak menjadikan jabatan sebagai simbol kekuasaan pribadi.

“Jabatan adalah titipan, bukan hak milik. Mengabdi berarti melayani, bukan dilayani,” tegasnya.

Ia berharap setiap kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah maupun lembaga negara tidak berhenti pada kepentingan jangka pendek.

Setiap keputusan, katanya, harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat serta masa depan generasi berikutnya.

Rakyat Juga Memiliki Tanggung Jawab

Tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, gagasan tersebut juga diarahkan kepada masyarakat.

Gunawan mengajak masyarakat menjadi warga negara yang kritis, terdidik dan santun dalam menghadapi perbedaan politik.

Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari demokrasi. Namun perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci atau memecah persatuan.

Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi dan tidak ikut menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh keadaan.

“Memilih bukan sekadar mencoblos. Memilih berarti memberikan kepercayaan dan amanah. Karena itu, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dengan bijak dan memberikan dukungan yang membangun,” katanya.

Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Mindset

Gunawan menegaskan, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dibangun melalui program pemerintah dan pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, diperlukan perubahan pola pikir seluruh elemen bangsa.

Kepemimpinan yang berintegritas, masyarakat yang dewasa dalam berdemokrasi, serta budaya politik yang mengutamakan kepentingan bangsa dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia tidak dibangun oleh satu pihak saja. Kita tumbuh melalui kerja sama, persatuan dalam keberagaman, dan kesadaran bahwa nasib kita saling terikat,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa melakukan mindset reset terhadap politik. Politik harus dikembalikan sebagai alat untuk mencapai tujuan bersama.

“Mari kita kembalikan politik ke tempatnya: sarana menuju tujuan yang luhur. Tujuannya tetap, rakyat sejahtera. Jalannya boleh beragam, siapa pun yang memimpin,” pungkas Gunawan.

Baginya, Indonesia Emas 2045 bukanlah hadiah yang akan datang dengan sendirinya.

Ia merupakan hasil dari pola pikir yang benar, perilaku yang terpuji, kepemimpinan yang jujur, serta rakyat yang bersatu.(*)

  • Penulis: Yusrizal Sikumbang

Rekomendasi Untuk Anda

  • NAPI BERGELANTUNGAN di Lapas Teluk Kuantan, Kakanwil Kaget

    NAPI BERGELANTUNGAN di Lapas Teluk Kuantan, Kakanwil Kaget

    • calendar_month Selasa, 29 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    KUANSING, detak24.com –  Kakanwil Kemenkumham Riau Provinsi Riau, Mhd Jahari Sitepu terkejut saat sidak di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Kelas IIB Teluk Kuantan, Kabupaten Kuansing. Saat ia melakukan sidak, Jahari melihat narapidana yang sedang bergelantungan di kamar hunian. Ternyata ada napi yang tidur di kain yang diikatkan pada bagian atas kamar, hingga menyerupai ayunan. Sidak ini […]

  • PROMO JSM Alfamart Indomaret 11-13 November 2022, Diskon Selama 3 Hari

    PROMO JSM Alfamart Indomaret 11-13 November 2022, Diskon Selama 3 Hari

    • calendar_month Jumat, 11 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PERUSAHAAN marketing Alfamart Indomaret kembali membuka promo harga untuk tiga hari. Promo JSM Indomaret 11-13 November 2022 memberikan banyak penawaran menarik dengan produk yang lebih hemat.  Siap-siap mendapatkan beragam kejutan harga yang lebih murah untuk produk kebutuhan harian Anda di akhir pekan. Promo JSM Indomaret terbaru akan hadir dengan berbagai potongan harga selama 3 hari […]

  • PT SSI Dicap Banyak Langgar UU Ketenagakerjaan, Hengkang dari Dumai!

    PT SSI Dicap Banyak Langgar UU Ketenagakerjaan, Hengkang dari Dumai!

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    DUMAI, detak24.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kota Dumai menduga PT Swadarma Sarana Informatika (SSI) bergerak di bidang pengisian uang dan perbaikan ATM, diduga banyak melakukan pelanggaran UU Ketenagakerjaan. Disnakertrans diminta segera memanggil pimpinan perusahaan serta memberikan sanksi tegas. Ketua Konsolidasi DPC SBSI Kota Dumai, Ismunandar mengaku kecewa dengan sikap […]

  • TKI Asal Siak Meninggal di Kamboja, Korban Sempat Diancam Suntik Mati 

    TKI Asal Siak Meninggal di Kamboja, Korban Sempat Diancam Suntik Mati 

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    SIAK, detak24com – Kabar duka datang dari gadis asal Lubukdalam Siak, Susi Yanti br Sinaga yang ditipu bekerja ke Kamboja. Korban dikabarkan sempat sakit parah itu kini meninggal dunia. Kepastian meninggalnya Susi disampaikan Kepala BP3MI Riau Fany Wahyu Kurniawan. Korban meninggal saat perawatan di rumah sakit pada Ahad (09/03/26) pagi waktu Kamboja. “Benar, informasi pagi […]

  • Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Warga 1,5 Ha di Rumbai Pekanbaru 

    Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Warga 1,5 Ha di Rumbai Pekanbaru 

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Sekitar 11 ekor gajah Sumatra terpantau berada di kawasan perkebunan dan semak belukar di Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, yang berjarak sekitar 500 meter dari kawasan Hutan Lindung Sultan Syarif Hasyim. Informasi dirangkum Senin (01/06/26), kemunculan gajah itu dilaporkan masyarakat ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Sabtu […]

  • VIRAL Kuansing : Laga Kambing, Bocah 14 Tahun Meregang Nyawa di Sentajo Raya

    VIRAL Kuansing : Laga Kambing, Bocah 14 Tahun Meregang Nyawa di Sentajo Raya

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    KUANSING, detak24com – Kecelakaan maut melibatkan dua kendaraan bermotor di Jalan Lintas Telukkuantan-Rengat, Desa Jalur Patah, Kecamatan Sentajo Raya, Selasa (13/6/2023) petang sekira pukul 16.30 WIB. Seorang bocah 14 tahun dikabarkan tewas usai laga kambing di Jalan Lintas Telukkuantan-Rengat, Desa Jalur Patah, Kecamatan Sentajo Raya. Dikutip detak24com, Rabu (14/06/23) korban meninggal di tempat inisial R […]

expand_less