Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Duri » Mindset Reset Politik, Gunawan SH Ajak Bangsa Kembalikan Kekuasaan untuk Rakyat

Mindset Reset Politik, Gunawan SH Ajak Bangsa Kembalikan Kekuasaan untuk Rakyat

  • account_circle Yusrizal Sikumbang
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, detak24.com — Politik semestinya menjadi jalan untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar arena perebutan kekuasaan.

Pemikiran tersebut disampaikan Gunawan, S.H., Alumni Universitas Terbuka dan Lemhannas RI, Ketua Hubungan Antar Lembaga FSP-KSI sekaligus Koordinator Wilayah Provinsi Riau Gerbang Indonesia (GI) Gerakan Pembangunan Indonesia, melalui gagasan “Mindset Reset: Anatomi Politik yang Benar — Pemahaman Berimbang Menuju Indonesia Emas 2045.”

Gunawan menilai, sudah saatnya masyarakat maupun para pemegang kekuasaan melakukan pembenahan cara pandang terhadap politik.

Menurutnya, politik pada hakikatnya hanyalah sarana, sementara tujuan akhirnya adalah terwujudnya masyarakat yang adil, sejahtera, bersatu, berdaulat, dan mampu menikmati pembangunan secara berkelanjutan. “Politik bukan tujuan. Politik adalah sarana,” tegas Gunawan.

Ia mengibaratkan politik seperti sebuah perahu. Perahu dibuat untuk membawa penumpang menuju tujuan, bukan menjadi tempat orang berebut posisi.

Demikian pula politik, menurutnya, seharusnya digunakan untuk membawa bangsa menuju cita-cita bersama, bukan dijadikan ruang untuk mempertahankan kekuasaan demi kekuasaan itu sendiri.

Kekuasaan Jangan Kehilangan Arah

Gunawan mengingatkan, ketika politik sebagai sarana berubah menjadi tujuan, maka orientasi kekuasaan berpotensi bergeser.

Kebijakan publik bisa kehilangan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat luas. Perbedaan pandangan dapat berubah menjadi permusuhan. Bahkan, rakyat berisiko hanya ditempatkan sebagai objek ketika momentum politik berlangsung.

“Jika kita sibuk memperebutkan siapa yang duduk paling depan, lalu lupa ke mana perahu ini berlayar, maka kita semua bisa kehilangan arah,” katanya.

Menurut Gunawan, ukuran keberhasilan politik bukan semata siapa yang menang, siapa yang memperoleh jabatan, atau siapa yang memiliki pengaruh paling besar.

Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar kekuasaan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Lima Fondasi yang Tak Boleh Bergeser

Gunawan menyebut setidaknya terdapat sejumlah tujuan fundamental yang harus terus menjadi orientasi dalam kehidupan bernegara.

Pertama, keadilan, dengan memastikan setiap warga memperoleh perlakuan yang setara di hadapan hukum.

Kedua, kesejahteraan, yang ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat serta tersedianya pendidikan dan kesehatan yang layak.

Ketiga, persatuan, yakni menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa, bukan menjadikannya sebagai sumber konflik.

Keempat, kedaulatan, agar Indonesia mampu menentukan arah masa depannya berdasarkan kepentingan nasional.

Kelima, kemajuan berkelanjutan, sehingga pembangunan saat ini tidak mengorbankan kepentingan generasi yang akan datang.

“Siapa pun yang memegang kekuasaan, kewajibannya tetap sama: menjalankan amanah untuk kepentingan rakyat dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Pemimpin Melayani, Bukan Dilayani

Gunawan juga mengingatkan para pemimpin dan pejabat negara agar tidak menjadikan jabatan sebagai simbol kekuasaan pribadi.

“Jabatan adalah titipan, bukan hak milik. Mengabdi berarti melayani, bukan dilayani,” tegasnya.

Ia berharap setiap kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah maupun lembaga negara tidak berhenti pada kepentingan jangka pendek.

Setiap keputusan, katanya, harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat serta masa depan generasi berikutnya.

Rakyat Juga Memiliki Tanggung Jawab

Tidak hanya ditujukan kepada pemerintah, gagasan tersebut juga diarahkan kepada masyarakat.

Gunawan mengajak masyarakat menjadi warga negara yang kritis, terdidik dan santun dalam menghadapi perbedaan politik.

Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari demokrasi. Namun perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci atau memecah persatuan.

Masyarakat juga diminta tidak mudah terprovokasi dan tidak ikut menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh keadaan.

“Memilih bukan sekadar mencoblos. Memilih berarti memberikan kepercayaan dan amanah. Karena itu, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mengawasi dengan bijak dan memberikan dukungan yang membangun,” katanya.

Indonesia Emas 2045 Dimulai dari Mindset

Gunawan menegaskan, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dibangun melalui program pemerintah dan pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, diperlukan perubahan pola pikir seluruh elemen bangsa.

Kepemimpinan yang berintegritas, masyarakat yang dewasa dalam berdemokrasi, serta budaya politik yang mengutamakan kepentingan bangsa dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia tidak dibangun oleh satu pihak saja. Kita tumbuh melalui kerja sama, persatuan dalam keberagaman, dan kesadaran bahwa nasib kita saling terikat,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa melakukan mindset reset terhadap politik. Politik harus dikembalikan sebagai alat untuk mencapai tujuan bersama.

“Mari kita kembalikan politik ke tempatnya: sarana menuju tujuan yang luhur. Tujuannya tetap, rakyat sejahtera. Jalannya boleh beragam, siapa pun yang memimpin,” pungkas Gunawan.

Baginya, Indonesia Emas 2045 bukanlah hadiah yang akan datang dengan sendirinya.

Ia merupakan hasil dari pola pikir yang benar, perilaku yang terpuji, kepemimpinan yang jujur, serta rakyat yang bersatu.(*)

  • Penulis: Yusrizal Sikumbang

Rekomendasi Untuk Anda

  • INNALILAHI, Pengarit Rumput di Rohil Tewas Diterkam Buaya – Jenazah Masih Utuh

    INNALILAHI, Pengarit Rumput di Rohil Tewas Diterkam Buaya – Jenazah Masih Utuh

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 25Komentar

    ROHIL, detak24.com – Seorang petani warga Jalan Kantil, Kepenghuluan Bantaian Baru, Kecamatan Batu Hampar Rohil yang diterkam buaya saat mencari rumput pakan ternak telah ditemukan, Kamis (16/02/23). Korban yang bernama Suwarno (48) tersebut ditemukan dengan kondisi telah meninggal dunia. Tubuh korban dalam keadaan utuh. Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban ditemukan mengambang di parit dalam […]

  • LANAL Dumai Gagalkan Penyeludupan 31 TKI Ilegal di Sepahat

    LANAL Dumai Gagalkan Penyeludupan 31 TKI Ilegal di Sepahat

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    Dumai, detak24com – Tim gabungan F1QR Lanal Dumai dan Satgas Ops Intelmar Gurindam Sakti-23 Koarmada I menggagalkan 31 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal. Dan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Kariady Bangun, saat press release, Senin (21/08/23) menyampaikan bahwa jumlah calon PMI sebanyak 31 orang  yang terdiri dari […]

  • Jelang Putusan Sela, Debat Sengit JPU dan PH di Sidang Korupsi Gubri Wahid

    Jelang Putusan Sela, Debat Sengit JPU dan PH di Sidang Korupsi Gubri Wahid

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Dinamika sidang korupsi Gubri Wahid memunculkan sorotan publik terhadap perbedaan kesiapan antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tim kuasa hukum terdakwa, Rabu (08/04/26). Dalam persidangan terbaru, JPU sebelumnya diketahui meminta waktu hingga berhari-hari untuk menyusun jawaban (replik) atas nota perlawanan (eksepsi) yang diajukan pihak Abdul Wahid pada 30 Maret lalu. Namun, setelah […]

  • Ribuan Pencaker Serbu Bengkalis Job Fair 2022, Dibuka Bupati Kasmarni

    Ribuan Pencaker Serbu Bengkalis Job Fair 2022, Dibuka Bupati Kasmarni

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    DURI, detak24.com – Ribuan pencari kerja (pencaker) lokal menyerbu Bengkalis Job Fair 2022 yang dibuka Bupati Bengkalis Kasmarni, SSos MSi, Selasa  (18/10/22) di Gedung LAMR Kecamatan Mandau, Duri. “Artinya kami pemerintah daerah, berkeinginan agar tenaga kerja lokal memiliki kesempatan untuk hidup maju dan sejahtera. Serta tidak terjadinya kesenjangan ekonomi, kecemburuan sosial serta tertutupnya kesempatan kerja […]

  • Milad ke 20, Yayasan Ibadurrahman Launching Beasiswa dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Total Rp 383 Juta 

    Milad ke 20, Yayasan Ibadurrahman Launching Beasiswa dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Total Rp 383 Juta 

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 1Komentar

    DURI, detak24.com – Yayasan Ibadurrahman menggelar kegiatan Milad ke-20 di Taman Angsana, Simpang Rangau, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Ahad (14/09/25). Peringatan dua dekade ini menjadi momentum syukur sekaligus refleksi atas kiprah yayasan dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Ketua Yayasan Ibadurrahman, Muhammad Ihsan SSos dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberkahan Allah […]

  • Anak Mantan Pejabat Dumai Dipenjara Gegara Berbagi Makanan ke Panti Asuhan, Ini Sebabnya

    Anak Mantan Pejabat Dumai Dipenjara Gegara Berbagi Makanan ke Panti Asuhan, Ini Sebabnya

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Cewek cantik bernama Astri Septia Neta dipenjara gegara acap berbagi makanan ke panti asuhan. Anak mantan pejabat Dumai itu kini dihadapkan ke persidangan. Dalam persidangan di PN Dumai, terungkap perbuatan yang dilakukan terdakwa, hingga ia terpaksa menjalani hidup dalam penjara, Senin (09/11/24). Pada sidang yang dipimpin hakim Hamdan dengan hakim anggota M […]

expand_less