Konflik Lahan Pecah di Sentajo Raya Kuansing, 9 Warga Luka-luka
- account_circle Redaksi
- calendar_month 33 menit yang lalu
- print Cetak

Korban bentrokan berdarah di Sentajo Raya, Kuansing. f : riauterkini
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUANSING, detak24com – Konflik pengelolaan lahan seluas 80 hektare di Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau kembali memanas, Ahad (06/09/26) kemarin.
Dua kelompok yang terlibat konflik terlibat bentrokan hingga menyebabkan sembilan orang mengalami luka-luka. Bahkan l, salah seorang diantaranya dikabarkan tangan sebelah kirinya luka parah.
Atas kejadian itu, Polres Kuantan Singingi bersama jajaran Polsek setempat langsung turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi, mengevakuasi korban, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.
Dari informasi yang disampaikan pihak kepolisian, sembilan orang dari kelompok 80 mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
Situasi semakin menjadi perhatian setelah personel kepolisian menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian di lokasi. Barang tersebut antara lain balok kayu, parang, pipa besi serta tiga buah marcon atau petasan.
Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, mengatakan bahwa kepolisian memilih mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menangani konflik tersebut.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Persoalan ini akan kita dorong untuk diselesaikan melalui dialog dan mediasi dengan mengedepankan kepentingan bersama serta menjaga keamanan masyarakat,” ujar Kapolres, Senin (07/09/26).
Ada Kesepakatan Sebelum Kejadian
Bentrokan tersebut terjadi hanya sehari setelah kedua pihak melakukan kesepakatan yang difasilitasi aparat kepolisian, pada Sabtu (05/09/26).
Sebelumnya, kedua pihak telah sepakat untuk tidak melakukan aktivitas di atas lahan yang tengah menjadi objek konflik. Namun, pada keesokannya, Ahad (06/09/26) bentrokan tetap terjadi hingga menyebabkan sejumlah orang terluka.
Polisi kini meminta kedua belah pihak menghormati kesepakatan yang telah dibuat dan memberikan ruang bagi proses penyelesaian melalui mediasi.
“Yang paling utama saat ini adalah menjaga situasi tetap aman. Kami meminta kedua pihak menghormati kesepakatan yang telah dibuat dan memberikan ruang bagi proses mediasi. Jangan sampai persoalan lahan berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat,” tegas dia.
Pasca bentrokan, personel Polres Kuansing dan Polsek jajaran disiagakan di sejumlah titik yang dinilai rawan. Pengamanan dilakukan antara lain di barak warga dan mess milik Ketua Kelompok 80 di Desa Muara Langsat.
Langkah tersebut, katanya, dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi lanjutan maupun bentrokan susulan antara kedua kelompok.
Selain menjaga keamanan, polisi juga terus melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak serta mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.
Selasa Mediasi Lagi
Sebagai langkah penyelesaian, Polres Kuantan Singingi akan memanggil perwakilan kedua belah pihak untuk mengikuti proses mediasi kembali. Mediasi tersebut dijadwalkan berlangsung di Mapolres Kuantan Singingi pada Selasa (8/9/2026) esok.
Pihaknya berharap persoalan konflik lahan tersebut dapat diselesaikan melalui jalur dialog, mediasi dan mekanisme hukum yang berlaku, sehingga tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang lebih luas.
Dari Ahad (06/09/26) petang hingga Senin (07/09/26), situasi di Desa Muara Langsat dilaporkan telah aman dan kondusif. Meski demikian, personel kepolisian masih ditempatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.
Kapolres Kuansing pun terus meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
“Kami hadir untuk memastikan keamanan semua pihak. Mari kita bersama-sama menahan diri, menjaga komunikasi, dan menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin,” katanya.
Personel kepolisian turun ke lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.
“Keamanan dan ketenteraman masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya, seperti diwartakan cakaplah. (*)
Editor : Kar













