Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Konflik Lahan Pecah di Sentajo Raya Kuansing, 9 Warga Luka-luka

Konflik Lahan Pecah di Sentajo Raya Kuansing, 9 Warga Luka-luka

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KUANSING, detak24com – Konflik pengelolaan lahan seluas 80 hektare di Desa Muara Langsat, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau kembali memanas, Ahad (06/09/26) kemarin.

Dua kelompok yang terlibat konflik terlibat bentrokan hingga menyebabkan sembilan orang mengalami luka-luka. Bahkan l, salah seorang diantaranya dikabarkan tangan sebelah kirinya luka parah.

Atas kejadian itu, Polres Kuantan Singingi bersama jajaran Polsek setempat langsung turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi, mengevakuasi korban, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.

Dari informasi yang disampaikan pihak kepolisian, sembilan orang dari kelompok 80 mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

Situasi semakin menjadi perhatian setelah personel kepolisian menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian di lokasi. Barang tersebut antara lain balok kayu, parang, pipa besi serta tiga buah marcon atau petasan.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, mengatakan bahwa kepolisian memilih mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menangani konflik tersebut.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Persoalan ini akan kita dorong untuk diselesaikan melalui dialog dan mediasi dengan mengedepankan kepentingan bersama serta menjaga keamanan masyarakat,” ujar Kapolres, Senin (07/09/26).

Ada Kesepakatan Sebelum Kejadian

Bentrokan tersebut terjadi hanya sehari setelah kedua pihak melakukan kesepakatan yang difasilitasi aparat kepolisian, pada Sabtu (05/09/26).

Sebelumnya, kedua pihak telah sepakat untuk tidak melakukan aktivitas di atas lahan yang tengah menjadi objek konflik. Namun, pada keesokannya, Ahad (06/09/26) bentrokan tetap terjadi hingga menyebabkan sejumlah orang terluka.

Polisi kini meminta kedua belah pihak menghormati kesepakatan yang telah dibuat dan memberikan ruang bagi proses penyelesaian melalui mediasi.

“Yang paling utama saat ini adalah menjaga situasi tetap aman. Kami meminta kedua pihak menghormati kesepakatan yang telah dibuat dan memberikan ruang bagi proses mediasi. Jangan sampai persoalan lahan berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat,” tegas dia.

Pasca bentrokan, personel Polres Kuansing dan Polsek jajaran disiagakan di sejumlah titik yang dinilai rawan. Pengamanan dilakukan antara lain di barak warga dan mess milik Ketua Kelompok 80 di Desa Muara Langsat.

Langkah tersebut, katanya, dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi lanjutan maupun bentrokan susulan antara kedua kelompok.

Selain menjaga keamanan, polisi juga terus melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak serta mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.

Selasa Mediasi Lagi

Sebagai langkah penyelesaian, Polres Kuantan Singingi akan memanggil perwakilan kedua belah pihak untuk mengikuti proses mediasi kembali. Mediasi tersebut dijadwalkan berlangsung di Mapolres Kuantan Singingi pada Selasa (8/9/2026) esok.

Pihaknya berharap persoalan konflik lahan tersebut dapat diselesaikan melalui jalur dialog, mediasi dan mekanisme hukum yang berlaku, sehingga tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang lebih luas.

Dari Ahad (06/09/26) petang hingga Senin (07/09/26), situasi di Desa Muara Langsat dilaporkan telah aman dan kondusif. Meski demikian, personel kepolisian masih ditempatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.

Kapolres Kuansing pun terus meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

“Kami hadir untuk memastikan keamanan semua pihak. Mari kita bersama-sama menahan diri, menjaga komunikasi, dan menyelesaikan persoalan ini dengan kepala dingin,” katanya.

Personel kepolisian turun ke lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.

“Keamanan dan ketenteraman masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim gabungan memadamkan api Karhutla di Rohil

    Waspada!!! 85 Hektar Lahan Terbakar di Rohil, Tim Berjibaku di Lapangan

    • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

      Rohil, detak24.com – Kebakaran lahan skala besar terjadi di Rokanhilir, Riau. Tercatat hingga kini seluas 85 hektar kawasan sudah dilalap api. Sementara, tim gabungan dengan berbagai alat berjibaku di lapangan untuk menjinakkan karhutla. Data disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau M Edy Afrizal, untuk di wilyah Rohil pada saat ini terdapat tiga […]

  • NAHAS! Hendak Tolong Teman, Remaja Rupat Hilang di Laut Pantai Beting Aceh

    NAHAS! Hendak Tolong Teman, Remaja Rupat Hilang di Laut Pantai Beting Aceh

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    RUPAT, detak24.com – Tragedi menimpa Acen, remaja berusia 18 tahun, warga Desa Titik Air, Kecamatan Rupat Utara yang hilang di Pantai Beting Aceh, Senin (06/02/23). Menurut Kepala Basarnas Pekanbaru, I Nyoman Sidakarya mengatakan, saat ini korban masih dalam pencarian oleh Tim SAR. “Pukul 12.00 WIB, korban bersama rombongan yang berjumlah lebih kurang 20 orang menggunakan […]

  • Simak! Fakta Mengejutkan Kasus Sambo, Tak Ada Perintah Tembak Brigadir J

    Simak! Fakta Mengejutkan Kasus Sambo, Tak Ada Perintah Tembak Brigadir J

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Tim kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengatakan kliennya hanya memerintah Bharada E untuk menghajar  Brigadir J,. Namun, yang terjadi justru penembakan. “Memang ada perintah FS pada saat itu yang dari berkas yang dari kami dapatkan itu perintahnya ‘hajar Chard’, namun yang terjadi adalah penembakan pada saat itu,” kata salah satu kuasa […]

  • Ada Pemeliharaan Tol Permai, Pengguna Diingatkan Hati-hati Berkendara 

    Ada Pemeliharaan Tol Permai, Pengguna Diingatkan Hati-hati Berkendara 

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pengguna Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) yang biasanya meningkat setiap akhir pekan, diminta berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat berkendara. Pasalnya saat ini jalan Tol Permai tengah dilakukan pemeliharaan. Hal ini untuk menjaga kualitas jalan agar tetap nyaman dan aman digunakan. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengatakan, pemeliharaan rutin […]

  • Polisi Cinta Petani, Kapolsek KSKP Dumai Serahkan Bantuan Pupuk di Pangkalan Sesai

    Polisi Cinta Petani, Kapolsek KSKP Dumai Serahkan Bantuan Pupuk di Pangkalan Sesai

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Kepedulian terhadap para petani terus ditunjukkan jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Dumai, melalui kegiatan sosial bertajuk Polisi Cinta Petani. Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek KSKP Dumai AKP Hardianto SE MSi, bersama personel turun langsung menyerahkan bantuan pupuk kepada kelompok tani jagung di Kelurahan Pangkalan Sesai, Dumai, Senin (18/05/26). Kegiatan ini menjadi bentuk nyata […]

  • LPSK Desak Usut Tuntas Kasus ABG Diperkosa Anak Anggota Dewan

    LPSK Desak Usut Tuntas Kasus ABG Diperkosa Anak Anggota Dewan

    • calendar_month Kamis, 6 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • 23Komentar

    PEKANBARU (DETAK24.COM) – Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) mendesak Bidpropam Polda Riau mengusut kasus dugaan penyekapan dan pemerkosaan oleh anak anggota DPRD Pekanbaru yang berakhir damai. LPSK minta polisiyang mendamaikan  juga diusut tuntas. “Itu polisinya harus diperiksa Bidpropam, oleh Wassidik Polda harus turun. Apakah boleh secara undang-undang delik umum dibuat perdamaian dan korban juga anak,” […]

expand_less