Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » Gegara Foto Pegang Botol Tuak, Konten Kreator Jadi Tersangka UU ITE, Cek Kasusnya!

Gegara Foto Pegang Botol Tuak, Konten Kreator Jadi Tersangka UU ITE, Cek Kasusnya!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 24 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KUANSING, detak24com Polres Kuansing menetapkan konten kreator atas nama Polda Sitanggang sebagai tersangka UU ITE. Unggahannya di media sosial sempat memicu keresahan masyarakat.

Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, mengatakan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik  gelar perkara dan memperoleh alat bukti yang dinilai cukup.

Kreator konten itu saat ini telah diamankan di Riau. Tersangka sebelumnya dijemput aparat kepolisian di kampung halamannya daerah Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

“Kasat Reskrim berangkat ke Samosir untuk mengamankan tersangka. Kemarin Kasat Reskrim sudah membawa tersangka PS menuju Riau dan hari ini sudah sampai di Pekanbaru,” kata Kapolres didampingi Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi, di Media Center Polda Riau, Jumat (04/09/26).

Dia menjelaskan, perkara tersebut bermula pada 21 Agustus 2026, saat pelaksanaan pacu jalur di Kabupaten Kuansing. Kala itu beredar sebuah foto yang memperlihatkan tersangka membawa botol tuak di atas jalur berwarna putih.

Foto tersebut kemudian menyebar di sejumlah media sosial dan menjadi perhatian masyarakat Kuansing. Sehari kemudian, laday22 Agustus, persoalan itu dibahas dalam technical meeting pacu jalur.

Pelapor berinisial DR yang merupakan tokoh sekaligus ustaz di Kuansing, sempat menegur tersangka karena dinilai tidak menghargai adat dan norma yang berlaku dalam tradisi Pacu Jalur.

“Pacu jalur ini adalah adat istiadat yang harus dihargai dan dijunjung tinggi,” ucap dia.

Pada hari yang sama, tersangka bersama Ketua Pemuda Batak Kuansing menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Menurut Kapolres, persoalan tersebut saat itu sempat dianggap telah selesai.

Final Pacu Jalur kemudian berlangsung pada 23 Agustus. Namun, tiga hari berselang, tepatnya 26 Agustus, tersangka yang telah berada di Samosir kembali menjadi sorotan setelah sebuah video yang diunggah melalui TikTok viral.

Dalam video tersebut, tersangka disebut mengucapkan kata-kata yang dinilai kurang pantas terhadap ustaz DR dan kemudian tersebar luas di Kuansing. “Penyebaran video itu memunculkan berbagai komentar dan opini di media sosial,” sebutnya.

Ustaz DR kemudian melaporkan Polda ke Polres Kuansing pada 28 Agustus 2026. Laporan tersebut disampaikan setelah salat Jumat dengan didampingi kuasa hukum dan sejumlah masyarakat.

“Jangan sampai terjadi sumbatan-sumbatan. Kami langsung tindak lanjuti,” katanya.

Atas laporan itu, Polres Kuansing memeriksa sejumlah saksi, termasuk Ketua Lembaga Adat Nagari dan ketua pelaksana pacu jalur. Penyidik juga meminta keterangan ahli bahasa untuk memastikan unsur pidana dalam perkara tersebut.

“Dari hasil penyelidikan dan gelar perkara, penyidik menyatakan telah memperoleh alat bukti yang cukup sehingga status PS dinaikkan dari terlapor menjadi tersangka,” ungkapnya.

Kapokr menegaskan, langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas, mengingat Kuansing selama ini dikenal sebagai daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai suku dan etnis.

“Jangan sampai Kuansing yang selama ini terbuka, hidup berdampingan dengan seluruh suku dan etnis yang ada, justru terkotak-kotak dan menjadi bara dalam sekam,” tegasnya.

Setelah diamankan di Samosir, tersangka dibawa ke Riau untuk menjalani proses hukum. Penyidik Polres Kuansing akan melakukan pemeriksaan terhadapnya sebagai tersangka sesuai prosedur hukum berlaku.

Namun, Kapolres mengatakan pihaknya tetap membuka kemungkinan penyelesaian melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice apabila kedua belah pihak sepakat.

“Apabila kedua belah pihak nantinya sepakat dan menempuh jalur melalui keadilan restoratif, tentunya kami akan memintakan penetapan ke pengadilan,” jelasnya.

Terkait motif Polda membuat dan menyebarkan video tersebut, Hidayat mengatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan. “Motifnya nanti masih kami dalam pemeriksaan,” katanya.

Kapolres juga mengungkapkan bahwa proses pengamanan Polda di Samosir sempat diwarnai sedikit ketegangan. Namun, polisi memilih mempertimbangkan faktor keselamatan dan kondisi di lapangan hingga akhirnya tersangka dapat dibawa ke Riau.

Ia kembali menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mencegah persoalan yang bermula dari media sosial berkembang menjadi konflik antar kelompok.

“Memang di Kuantan Singingi mungkin suatu etnis paling mayoritas, tetapi di tempat lain etnis tersebut bisa jadi minoritas. Jadi, bisa juga menjadi korban ataupun intimidasi dari yang lain. Jangan sampai terjadi karena kita hidup dalam keberagaman,” pungkasnya, seperti diwartakan cakaplah. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • POLSEK TUALANG Tangkap Maling Beat di Pekanbaru

    POLSEK TUALANG Tangkap Maling Beat di Pekanbaru

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    TUALANG, detak24.com – Dua orang pelaku Curanmor diamankan tim gabungan Polresta Pekanbaru dan Polsek Tualang yang beraksi di 2 TKP di wilayah hukum Polsek Tualang,  Kapolres Siak, AKBP Ronald Sumaja SIK melalui Kapolsek Tualang AKP Alvin Agung Wibawa SIK, Jumat (23/12/22) mengatakan bahwa pelaku Curanmor telah diamankan oleh Polsek Tualang di Pekanbaru.   Dari keterangan korban, […]

  • MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo Miliki Senpi Jenis S&W hingga Tanfoglio

    MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo Miliki Senpi Jenis S&W hingga Tanfoglio

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 4Komentar

    JAKARTA, detak24com – Polda Metro Jaya telah menerima 12 pucuk senjata api (senpi) hasil penggeledahan KPK di rumah dinas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Jalan Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan. Menurut Dirintelkam Polda Metro Jaya Kombes Hirbakh Wahyu Setiawan mengatakan, belasan senpi itu berjenis revolver S&W hingga Tanfoglio.  Ada (revolver) S&W, Walther, Tanfoglio dan lain-lain,” […]

  • PEMUJA SABU Gasak Barang Kelenteng Inghok King Bangko, Terekam Kamera CCTV

    PEMUJA SABU Gasak Barang Kelenteng Inghok King Bangko, Terekam Kamera CCTV

    • calendar_month Sabtu, 25 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    ROHIL, detak24.com – RR (37), pemakai narkoba warga Jalan Karya Enggel Kelurahan Bagan Jawa Kecamatan Bangko Rohil diringkus polisi. Aksinya menjarah Kelenteng Inghok King terekam kamera CCTV. Kapolres Rohil, AKBP Andrian Pramudianto SH SIK MSi melalui Kasi Humas AKP Juliandi, Sabtu (25/02/23) membenarkan adanya laporan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah […]

  • Jembatan Taman Cadika Ambruk, Puluhan Pengunjung Tercebur ke Danau 

    Jembatan Taman Cadika Ambruk, Puluhan Pengunjung Tercebur ke Danau 

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MEDAN, detak24com – Tempat rekreasi Taman Cadika, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan tiba-tiba viral pasca peristiwa ambruknya jembatan di lokasi tersebut. Yakni, jembatan penyeberangan di Taman Cadika Medan tersebut ambruk pada Ahad (13/10/24). Akibatnya puluhan orang yang tengah berada di atas jembatan tersebut tercebur ke dalam danau. Dikutip, Selasa (15/10/24), dalam rekaman video yang viral […]

  • Berkat Tendangan Nenek, Bocah 6 Tahun Selamat dari Terkaman Buaya di Hulu Kuantan 

    Berkat Tendangan Nenek, Bocah 6 Tahun Selamat dari Terkaman Buaya di Hulu Kuantan 

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Seorang bocah perempuan 6 tahun di Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, selamat dari terkaman buaya berkat tendangan sang nenek yang telak mengenai tubuh predator ganas itu. Ancaman buaya liar di aliran Sungai Kuantan memakan korban, seorang anak perempuan berusia 6 tahun berinisial SN, warga Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten […]

  • VIRAL Meranti : Ratusan Penumpang ke Malaysia Antre Berhari-hari, Loket Sesak

    VIRAL Meranti : Ratusan Penumpang ke Malaysia Antre Berhari-hari, Loket Sesak

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    MERANTI, detak24com – Pasca larangan warga Meranti ke Malaysia via Tanjung Balaikarimun, terjadi lonjakan penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang. Kerumunan dan antrian panjang barisan manusia terlihat mengular, Kamis (13/07/2023). Tidak kurang dari 600 orang mengantri untuk mendapatkan tiket kapal tujuan Batu Pahat, Malaysia. Bahkan banyak dari mereka sudah menunggu sejak pukul 4.00 subuh, tetapi […]

expand_less