Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Meranti » Belasan ASN di Kepulauan Meranti Mundur, Sebut Gaji Tak Mencukupi

Belasan ASN di Kepulauan Meranti Mundur, Sebut Gaji Tak Mencukupi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MERANTI, detak24comBelasan ASN  Pegawai Peme­rintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memilih mengundurkan diri.

Alasan ekonomi menjadi faktor yang paling banyak dikemukakan. Terutama bagi PPPK paruh waktu yang menilai penghasilan diterima belum mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepulauan Meranti mencatat, dari 1.654 PPPK paruh waktu (PW) yang telah diangkat, sebanyak 11 orang mengundurkan diri. Selain itu, tiga orang memasuki masa pensiun sehingga total terdapat 14 orang yang tidak lagi berstatus PPPK paruh waktu.

Sementara itu, dari 1.315 PPPK penuh waktu, dua orang mengundurkan diri serta dua orang lainnya meninggal dunia, sehingga total terdapat empat orang yang tidak lagi aktif.

Salah seorang mantan PPPK paruh waktu Kepulauan Meranti bernama Asril, menga­ku memilih mengundurkan diri karena penghasilan yang diterima tidak sebanding dengan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

Keputusan ini bukan karena tidak bersyukur mendapat kesempatan menjadi PPPK. Namun, setelah dijalani, penghasilan Rp1,2 juta yang diterima setiap bulan belum mampu mencukupi kebutuhan keluarga. Akhirnya saya memilih mencari pekerjaan lain yang pendapatannya lebih menjanjikan,’’ ujarnya dikutip detak24com, Senin (13/07/26).

Menurutnya, keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Status sebagai aparatur pemerintah memang menjadi kebanggaan, tetapi kondisi ekonomi memaksanya mengambil pilihan berbeda demi keberlangsungan hidup keluarga.

Selama masih berstatus tenaga honorer ia memilih bertahan karena memiliki harapan suatu saat dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, setelah pemerintah menerapkan skema PPPK, harapan tersebut dinilainya semakin kecil.

Dulu saya tetap bertahan sebagai honorer karena berhadap ke depan bisa diangkat menjadi PNS. Setelah masuk skema PPPK, saya pesimis kesempatan itu akan ada lagi.

Sementara, penghasilan yang diterima juga belum mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akhir­nya saya memilih mundur dan mencari peker­jaan lain yang lebih menjanjikan,’’ ungkapnya.

Keputusan tersebut telah dipertimbangkan secara matang bersama keluarga. Baginya, keberlangsungan ekonomi rumah tangga menjadi prioritas, meski harus melepaskan status sebagai aparatur pemerintah.

Kepulauan Meranti Bakharuddin, membenarkan adanya belasan PPPK yang mengundurkan diri setelah menerima status pengangkatan.

“Ada yang mengundurkan diri. Untuk PPPK penuh waktu sebanyak dua orang, sedangkan PPPK paruh waktu sebanyak sebelas orang. Selain itu, ada juga yang meninggal dunia dan memasuki masa pensiun,’’ ungkapnya.

Ia menjelaskan, berbagai alasan disampaikan para pegawai yang mengundurkan diri. Namun, alasan yang paling dominan adalah persoalan ekonomi, di mana pendapatan yang diterima dinilai belum mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Meski demikian, jumlah tersebut masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan total PPPK yang telah diangkat di Kabupaten Kepulauan Meranti. Pemerintah daerah tetap menghormati keputusan masing-masing pegawai karena merupakan hak pribadi yang telah melalui pertimbangan mereka sendiri,’’ ujarnya.

BKPSDM berharap para PPPK yang masih bertugas tetap menjalankan tugas secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai tanggung jawab yang diemban, seperti diwartakan riaupos. (*)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • CSR Tak Kunjung Terealisasi, Puluhan Warga Geruduk Kantor PT Arara Abadi

    CSR Tak Kunjung Terealisasi, Puluhan Warga Geruduk Kantor PT Arara Abadi

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Sekitar 60 anggota Aliansi Pemuda Desa Kubangan, Kabupaten Pelalawan, menggelar aksi damai di Kantor PT Arara Abadi distrik Teluk Meranti, Kamis (12/06/25). Aksi diwarnai dengan pembawaan spanduk dan peralatan lainnya ini, menuntut kejelasan terkait program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Massa aksi menyampaikan beberapa tuntutan utama, yakni meminta kejelasan skema CSR, menyegerakan […]

  • BELANJA SUPER Murah Akhir Pekan, Berikut Katalog Promo JSM Superindo

    BELANJA SUPER Murah Akhir Pekan, Berikut Katalog Promo JSM Superindo

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 7Komentar

    DETAK24.COM – Ingin belanja hemat di akhir pekan?  Dapatkan kemudahan dan kenyamanan harga promo JSM Superindo 6-8 Januari 2023. Ada banyak diskon besar dalam katalog harga promo JSM Superindo lho! Katalog harga promo JSM Superindo terbaru akhirnya telah dirilis melalui website www.superindo.co.id pada tengah malam saat pergantian hari. Katalog harga promo JSM Superindo hari ini kembali […]

  • Diintai Empat Bulan, Aparat Gerebek Gudang Rokok Ilegal Senilai Rp 300 Miliar di Pekanbaru 

    Diintai Empat Bulan, Aparat Gerebek Gudang Rokok Ilegal Senilai Rp 300 Miliar di Pekanbaru 

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menggerebek sebuah gudang di Pergudangan Avian, Jalan Siak II, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Sebanyak 160 juta batang rokok berbagai merek dengan nilai Rp 300 milliar diamankan. Sedangkan, sejumlah orang dikabarkan ditangkap. Penggrebekan gudang tersebut dilakukan pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Tiga orang diamankan, namun […]

  • Dua Terciduk, Polisi Gerebek Pesta Sabu di Desa Lubuk Muda Siak Kecil

    Dua Terciduk, Polisi Gerebek Pesta Sabu di Desa Lubuk Muda Siak Kecil

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Dua orang terciduk saat penggerebekan pesta sabu di sebuah rumah Desa Lubuk Muda, Siak Kecil, Bengkalis. Polsek Siak Kecil menggerebek sebuah rumah di Dusun Durian, Desa Lubuk Muda, Kecamatan Siak Kecil, Jumat (27/03/26) malam. Rumah tersebut diduga dijadikan tempat pesta narkotika jenis sabu. Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan dua pria, masing-masing Suyono […]

  • PEMUJA Sabu Preteli Barang Emak-Emak di Bangko Rohil, Sikat Pakaian hingga Panci Masak

    PEMUJA Sabu Preteli Barang Emak-Emak di Bangko Rohil, Sikat Pakaian hingga Panci Masak

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    ROHIL, detak24com – Maling tivi, pakaian hingga panci masak inisial RH (31), warga Jalan Kecamatan Kelurahan Bagan Punak Kecamatan Bangko Kabupaten Rohil terciduk saat santai di depan rumah. Pemuja sabu itu menjual barang curiannya ke tempat rongsokan. Kapolres Rohil AKBP Andrian Pramudianto, SH SIK MSI yang dikonfirmasi, Rabu (02/08/23) melalui Kasi Humas polres Rohil AKP […]

  • Dihempas Angin Kencang, KM Ade Putra Tenggelam di Rohil, Begini Kondisi Awak Kapal 

    Dihempas Angin Kencang, KM Ade Putra Tenggelam di Rohil, Begini Kondisi Awak Kapal 

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHIL, detak24com – Lima awak KM Ade Putra yang dilaporkan hilang di Perairan Selat Malaka, bagian utara Sinaboi Rohil ditemukan dalam kondisi selamat, Ahad (04/05/25). Diberitakan sebelumnya, KM Ade Putra mengalami musibah pada Sabtu (03/05/25) malam minggu sekitar pukul 19.35 WIB. Kapal tersebut tenggelam akibat cuaca buruk dan angin kencang.  “Alhamdulillah seluruh korban berhasil ditemukan […]

expand_less