Beruang Madu Keliaran di Pemukiman Warga Kerumutan, BBKSDA Pasang Box Trap
- account_circle Redaksi
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

BBKSDA tangkap beruang madu di Kerumutan, Pelalawan. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PELALAWAN, detak24com – Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) berhasil dievakuasi oleh tim BBKSDA setelah dilaporkan berkeliaran di pemukiman warga Kelurahan Kerumutan, Pelalawan.
Satwa dilindungi itu beberapa kali muncul di sekitar pemukiman warga. Hal tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan konflik.
Penanganan dilakukan setelah Tim Resor KSDA Kerumutan Tengah menerima laporan dari Lurah Kerumutan. Tim langsung melakukan langkah mitigasi dengan memasang kandang jebak (box trap) pada 30 Mei 2026.
Upaya tersebut membuahkan hasil setelah hampir tiga pekan pemantauan. Pada 19 Juni 2026, tim di lapangan mendapati seekor beruang madu berhasil masuk ke dalam kandang jebak yang telah dipasang sebelumnya.
Selanjutnya, satwa tersebut dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan kondisi fisik dan penilaian perilaku sebelum diputuskan langkah penanganan berikutnya.
Kepala BBKSDA Riau Supartono, mengatakan dari hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi beruang madu dalam keadaan sehat. Petugas tidak menemukan luka maupun cacat pada bagian tubuh satwa tersebut.
“Berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan, beruang madu yang masuk ke dalam kandang jebak tidak ditemukan adanya luka maupun cacat pada bagian tubuhnya,” ujar Supartono, Rabu (24/06/26).
Selain itu, beruang madu tersebut masih menunjukkan perilaku liar yang kuat. Satwa terlihat aktif, agresif, dan memiliki kemampuan bertahan hidup yang baik di alam.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, tim memutuskan untuk melepasliarkan kembali satwa itu ke habitat yang jauh dari kawasan permukiman masyarakat guna mengurangi potensi konflik di masa mendatang.
“Proses evakuasi dan penanganan satwa dilakukan secara terpadu dengan melibatkan masyarakat, perangkat Kelurahan Kerumutan, serta Bhabinkamtibmas setempat,” ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa liar, apabila kembali menjumpai beruang madu di sekitar permukiman.
Warga diminta segera melaporkan keberadaan satwa tersebut kepada petugas, agar dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat sesuai prosedur konservasi.
Lewat mitigasi yang dilakukan secara berkelanjutan, BBKSDA Riau berharap potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat diminimalkan, seperti diwartakan cakaplah. (*)
Editor : kar











