Tujuh Rumah Ludes Terbakar di Bagan Hulu, Dua Warga Hilang
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Petugas padamkan api yang meludeskan 7 rumah di Bagan Hulu. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ROHIL, detak24com – Tujuh unit rumah semi permanen ludes jadi abu di Jalan Sepakat Bulan, Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Rohil. Sementara, dua orang korban dilaporkan hilang, Ahad (07/06/26).
Informasi dirangkum, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Api baru berhasil dipadamkan pukul 07.00 WIB dengan kerugian material ditaksir Rp 250 juta.
Tidak ada korban jiwa, namun keberadaan Meli dan anaknya (korban rumah terbakar) hingga saat ini masih belum diketahui. Keduanya tinggal bersama Risman di rumah yang diduga menjadi titik awal kebakaran.
Seorang saksi bernama Risman (46), menuturkan ia terbangun pukul 04.00 WIB karena asap tebal memenuhi rumah yang ditempatinya bersama adik kandungnya, Meli. Saat diperiksa, api sudah membesar dari arah dapur, tepatnya sekitar kamar Meli.
“Saya coba padamkan sendiri tapi api sudah terlalu besar. Saya keluar selamatkan diri. Setelah di luar saya ingat Meli dan anaknya, lalu balik cari ke dalam tapi tidak ketemu di kamar maupun sekitar lokasi,” ujarnya kepada petugas.
Saksi lain, Sandra, 36, warga sekitar, melihat api membara sekitar pukul 04.30 WIB dan langsung melapor ke Ketua RT serta menghubungi damkar. Pukul 05.20 WIB, 3 unit mobil pemadam milik Pemda Rohil dibantu 2 tong air warga dan personel Polsek Bangko tiba di lokasi. Pemadaman intensif dilakukan hingga api padam total pukul 07.00 WIB.
Daftar Korban Terdampak
Tujuh warga tercatat kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran ini yakni Ema, Yeni, Sikas, Mely, Rio, Iwan, dan Ikam. Semuanya berprofesi wiraswasta dan beralamat di Jalan Sepakat Bulan Bagan Hulu.
Informasi disampaikan Dandim 0321 Rohil Letkol (Inf) Diki Afriadi, bahwa Polsek Bangko telah melakukan olah TKP, mencatat keterangan saksi, mendata korban, dan memasang police line. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
“Sesuai informasi di lapangan menyebutkan api diduga berasal dari rumah yang ditempati Risman dan Meli. Warga sekitar menyebut keduanya memiliki keterbatasan intelektual sehingga aktivitas sehari-hari tidak bisa dilakukan mandiri,” ujar Dandim.
Yang mengkhawatirkan, kebakaran di lokasi yang sama ini sudah terjadi tiga kali. Kondisi ini dinilai mengindikasikan potensi kelalaian atau ketidakmampuan mengelola peralatan rumah tangga yang berisiko.
Mengingat sudah berulang kali terjadi dan menimbulkan kerugian besar serta dampak ke masyarakat sekitar, diperlukan langkah mitigasi dan pengawasan lebih intensif terhadap penghuni rumah tersebut untuk mencegah terulang.
Pasca kejadian, pemerintah daerah diminta segera melakukan pendataan korban untuk penyaluran bantuan dan pemulihan sosial. Pencarian Meli beserta anaknya juga menjadi prioritas agar keselamatannya bisa dipastikan.
“Situasi di lokasi saat ini aman dan kondusif. Namun aparat diminta terus memantau perkembangan untuk mengantisipasi potensi masalah sosial maupun gangguan Kamtibmas di lingkungan warga,” tutup Dandim. (Rls)
Editor : kar











