Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Bengkalis » Terdakwa Sabu 87,6 Kg Divonis Pidana Nihil di PN Bengkalis, Ini Sebabnya!

Terdakwa Sabu 87,6 Kg Divonis Pidana Nihil di PN Bengkalis, Ini Sebabnya!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BENGKALIS, detak24com – Terdakwa kasus sabu 87,6 kilogram atas nama Anton, divonis pidana nihil (tanpa sanksi hukum) di PN Bengkalis.

Ternyata, Anton merupakan narapidana yang telah divonis pidana mati pada kasus sebelumnya. Saat terlibat sabu 87,6 kilogram, dia sedang menjalani hukuman vonis mati.

Tiga terdakwa kasus narkotika jenis sabu seberat 87,6 Kg dan puluhan ribu pil ekstasi diputus majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkalis dengan hukum pidana berbeda.

Terdakwa Anton alias Nurdin diputus hukum pidana nihil. Terdakwa ini merupakan narapidana yang sedang menjalani hukuman pidana mati di Rutan Dumai, atas kepemilikan 97 kilogram narkoba jenis sabu.

Selanjutnya, Julis Murdani Alias Bado Bin Zainal Abidin, diputus hukuman seumur hidup. Dalam pembacaan putusan, majelis berpendapat Julis terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat dalam kasus tersebut.

Sedangkan Ihsan Firdaus Bin Bujang Bin Rozali diganjar hakim pidana penjara 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar atau subsider dua bulan penjara. Putusan Julis dan Ihsan jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa yang menuntut pidana mati.

Humas Pengadilan Negeri Bengkalis, Toha Wiku Aji mengatakan, pembacaan putusan terhadap tiga terdakwa dibacakan, Rabu (22/10/25). Terdakwa Anton dipidana nihil, karena sedang menjalani pidana paling maksimal.

“Sehingga yang bersangkutan sudah tidak bisa lagi dijatuhi pidana apapun,” ucap Toha.

Toha menegaskan, putusan dua terdakwa lainnya sesuai dengan fakta persidangan yang hal tersebut menjadi pertimbangan hakim. Terdakwa Julis Murdani diputus pidana penjara seumur hidup dan Ihsan Firdaus 10 penjara tahun.

“Majelis hakim mempertimbangkan berdasarkan bobot kesalahan dan peran dari masing-masing terdakwa. Dari fakta yang terungkap di persidangan yaitu peran terdakwa Ihsan hanya sekadar diajak oleh terdakwa Julis untuk mengambil paket berupa narkotika jenis sabu. Keterlibatan terdakwa Ihsan dalam tindak pidana narkotika juga baru pertama kali, sehingga pertimbangan tersebut yang menjadi landasan keyakinan bagi hakim menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun denda Rp 1 miliar atau subsidair 2 bulan penjara,” terangnya lagi.

Kronologis Kasus

Kasus ini terungkap setelah Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis berhasil membongkar jaringan narkotika internasional yang dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan.

Anton, narapidana di Rumah Tahanan Kelas II B Dumai, diduga menjadi otak di balik penyelundupan narkotika dari Malaysia ke Indonesia.

Pengungkapan bermula pada Ahad (9/2/2025), ketika Anton menerima telepon dari seorang buron bernama Bang Basa alias Bobi (DPO). Dalam percakapan tersebut, Bobi menginformasikan bahwa narkotika siap dijemput dari wilayah Malaysia.

Anton kemudian menghubungi Julis Murdani dan menawarkan pekerjaan menjemput barang haram tersebut dengan imbalan sebesar Rp400 juta. Julis menyetujui tawaran itu dan mengajak dua rekannya, Ihsan Firdaus dan Alang (DPO). Keduanya dijanjikan upah masing-masing sebesar Rp25 juta.

Pada Selasa (11/2/2025), ketiganya berangkat menggunakan speedboat bermesin Yamaha 85 PK milik Anton, dari Sungai Merambung, Kabupaten Bengkalis menuju Sungai Amat, Malaysia.

Sekitar pukul 20.30 WIB, mereka menerima lima karung goni berisi sabu yang dikemas dalam 90 bungkus plastik kuning bertuliskan huruf China. Selain itu, satu tas plastik biru berisi ekstasi logo Barcelona warna biru (8 bungkus), ekstasi logo Mercy warna putih (2 bungkus), serta satu kotak plastik hijau yang juga berisi ekstasi.

Setelah penyerahan barang, Alang memilih untuk tetap tinggal di Malaysia. Sementara Julis dan Ihsan kembali ke Indonesia untuk mengantar narkotika tersebut ke Pantai Sepahat, Bengkalis, guna diserahkan kepada seorang buron lainnya, Ujang alias Kodong (DPO).

Upaya penyelundupan gagal setelah tim khusus Elang Malaka Satresnarkoba Polres Bengkalis yang tengah melakukan patroli laut mencurigai keberadaan speedboat yang ditumpangi Julis dan Ihsan. Saat diminta berhenti, keduanya justru melarikan diri sehingga terjadi pengejaran.

Pada Rabu (12/02/25) sekitar pukul 00.30 WIB, petugas berhasil menghentikan dan menangkap keduanya di perairan Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa sabu, ekstasi, serta satu unit telepon genggam yang digunakan untuk berkomunikasi dengan Anton.

Pengembangan penyidikan kemudian mengarah ke Rutan Kelas II B Dumai, tempat Anton menjalani masa hukuman. Pada Kamis (13/02/25), tim Elang Malaka menggeledah kamar tahanan Anton dan menemukan dua unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk mengatur distribusi narkotika lintas negara.

Dari hasil penimbangan, aparat berhasil menyita sabu seberat 87,6 kilogram. Sementara jumlah ekstasi yang diamankan mencapai puluhan ribu butir dengan total berat mencapai belasan kilogram, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • BUPATI M ADIL: Kami Semua Lagi Sibuk, Tanggapi Amarah Mendagri!

    BUPATI M ADIL: Kami Semua Lagi Sibuk, Tanggapi Amarah Mendagri!

    • calendar_month Selasa, 8 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    MERANTI, detak24.com – Bupati M Adil menanggapi dengan santai sentilan Mendagri Tito Karnavian yang marah karena ketidakhadirannya dalam acara rapat koordinasi dengan Gubernur dan Bupati Walikota se-Riau, Selasa (8/11/22). Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Adil mengatakan bahwa ketidahadirannya karena dirinya bersama jajaran lagi disibukkan dengan pembahasan APBD tahun 2023. “Saya biasa saja, tidak apa-apa (akan diperiksa […]

  • Pernah Tembak Mati Anak Buah Hercules, Ini Sosok Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan 

    Pernah Tembak Mati Anak Buah Hercules, Ini Sosok Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan 

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polri melakukan rotasi jabatan di sejumlah Polda, termasuk Polda Riau yang kini dijabat oleh Irjen Herry Heryawan. Dilansir dari Tribun Pekanbaru, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menunjuk Irjen Herry Heryawan sebagai Kapolda Riau yang baru, menggantikan Irjen Mohammad Iqbal. Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/488/III/KEP./2025, yang ditandatangani pada 12 […]

  • ISTRI Muhammad Adil Menangis Bacakan Pledoi, Fitria: Karir PNS Saya Habis di Sini!

    ISTRI Muhammad Adil Menangis Bacakan Pledoi, Fitria: Karir PNS Saya Habis di Sini!

    • calendar_month Jumat, 18 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Kepala BPKAD Fitria Nengsih menangis membacakan pledoi di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru, Jumat (18/08/23). Ia mengaku karirnya hancur karena kasus suap yang menjeratnya. Fitria Nengsih memberikan suap kepada Bupati Kepulauan Meranti nonaktif, Muhammad Adil, sebesar Rp 750 juta. Uang itu diberikan karena M Adil telah memenangkan PT Tanur Muthmainah Tour sebagai rekanan […]

  • VISA Tak Keluar, Dua JCH Dumai Tunda Keberangkatan Haji

    VISA Tak Keluar, Dua JCH Dumai Tunda Keberangkatan Haji

    • calendar_month Rabu, 31 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    DUMAI, detak24com – Dua calon jamaah haji (JCH) asal Kota Dumai terpaksa menunda berangkat ke Tanah Suci. Sebab, visa belum keluar dan masih dalam pengurusan. Itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Dumai, Alfian melalui, Kasi Haji dan Umrah Sudarmanto‎, Selasa (30/05/23). “Ada satu CJH Kota Dumai tertunda keberangkatannya, karena visa belum keluar,” kata Sudarmanto. […]

  • Empat Napi Dugem di Pekanbaru Dikirim ke Nusa Kambangan

    Empat Napi Dugem di Pekanbaru Dikirim ke Nusa Kambangan

    • calendar_month Senin, 21 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Empat napi dugem di Rutan Pekanbaru resmi dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Pemindahan dilakukan menyusul beredarnya video viral yang menunjukkan suasana pesta di dalam sel tahanan. Dalam video tersebut tampak sekelompok napi berjoget diiringi musik keras, menggunakan rokok elektrik, hingga diduga menyalahgunakan sabu dengan alat isap. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Riau, Maizar […]

  • ‘Hidupkan Ibu Saya Kembali, Kak!’ Ratapan Menyayat Hati Anak Bu Guru Dibunuh Suami di Kuansing

    ‘Hidupkan Ibu Saya Kembali, Kak!’ Ratapan Menyayat Hati Anak Bu Guru Dibunuh Suami di Kuansing

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Remaja ZK (17), putra bu guru Juniwarti yang dibunuh suami di Sungai Jering, Kuantan Tengah, histeris dan nanar dapati kondisi bundanya tewas mengenaskan. “Kak, bisa hidupkan ibu saya kembali?” ujar ZK dengan tangis histeris saat minta tolong pada tetangganya saksi Melda. Begitu mendapati sang ibu tak bernyawa lagi, ZK langsung menuju rumah […]

expand_less