DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Hindari Amukan Massa, Pejabat Nepal Kabur Bergelantungan di Tali Helikopter

Pejabat Nepal bergelantungan di tali helikopter hindari amukan massa unjuk rasa. f : ist

NEPAL, detak24com – Sejumlah pejabat tinggi Nepal dan keluarga mereka dievakuasi secara dramatis menggunakan helikopter militer, setelah rumah dan gedung pemerintah dikepung pengunjuk rasa di Kathmandu.

Video yang dipublikasikan oleh Tribune India dan Times of India pada Rabu (10/9/2025) memperlihatkan momen menegangkan ketika beberapa orang berpegangan erat pada tali penyelamat yang digantungkan dari helikopter di atas Hotel Krishna Bhawan. Sementara, massa yang marah berteriak dari bawah.

Militer Nepal sebelumnya mengumumkan telah mengambil alih keamanan nasional untuk meredam gelombang protes yang meluas, termasuk pembakaran gedung pemerintah dan penyerangan pejabat.

Helikopter penyelamat dikerahkan guna mengevakuasi para menteri dan kerabat mereka yang terkepung.

Dalam rekaman lain yang dirilis NDTV, terlihat enam orang, termasuk sejumlah menteri Nepal, berhasil diselamatkan dengan helikopter militer.

Namun, kerusuhan tetap berlangsung. Menteri Keuangan Nepal, Bishnu Prasad Paudel, bahkan sempat diserang massa hingga terjatuh menabrak dinding sebelum berhasil melarikan diri.

Tentara Nepal kemudian menurunkan pasukan di jalan-jalan, membangun pos pemeriksaan, dan berusaha menekan gelombang kekerasan. Meski demikian, beberapa gedung penting di ibu kota tetap dibakar, termasuk parlemen, kantor pemerintah, hingga rumah pejabat.

Bagi masyarakat Nepal, pemandangan pejabat yang dievakuasi lewat udara menjadi simbol kuat betapa besar kemarahan publik terhadap pemerintah.

Gelombang protes besar ini pecah pada 8 September setelah pemerintah memblokir platform media sosial populer seperti Facebook, X, YouTube, dan Instagram dengan alasan tidak terdaftar sesuai regulasi. Kebijakan itu memicu puluhan ribu orang turun ke jalan di Kathmandu.

Situasi semakin memburuk ketika demonstrasi berubah menjadi protes menentang korupsi yang mengakar di pemerintahan. Bentrokan antara massa dan aparat berujung pada penggunaan peluru tajam oleh polisi. Tragedi tersebut menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai ratusan lainnya, menjadikannya salah satu hari paling berdarah dalam sejarah Nepal.

Dalam perkembangan terbaru, para pengunjuk rasa mendorong agar mantan Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki ditunjuk sebagai perdana menteri sementara untuk mengatasi krisis politik yang kian mendalam. (Red)

Editor : kar