Makin Brutal, Israel Habisi Puluhan Warga Palestina di Lokasi Distribusi Bantuan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
- print Cetak

Pasukan Israel bombardir jalur distribusi logistik di Gaza. f : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JALUR GAZA, detak24com – Sedikitnya 74 warga Palestina tewas dalam serangan pasukan Israel di Jalur Gaza pada Senin (30/06/25).
Serangan udara dan tembakan senjata terjadi di sejumlah lokasi, termasuk sebuah kafe tepi pantai dan area distribusi bantuan, menurut keterangan saksi mata dan pejabat kesehatan Gaza.
Salah satu serangan paling mematikan menghantam Kafe Al-Baqa di Kota Gaza, yang saat itu dipenuhi wanita dan anak-anak.
“Tanpa peringatan, tiba-tiba sebuah pesawat tempur menghantam tempat itu, mengguncangnya seperti gempa bumi,” kata Ali Abu Ateila, saksi mata yang berada di dalam kafe.
Fares Awad, kepala layanan darurat dan ambulans otoritas kesehatan Gaza utara, menyatakan sedikitnya 30 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, banyak di antaranya dalam kondisi kritis.
Dua serangan udara lainnya di Kota Gaza menewaskan 15 orang, menurut data Rumah Sakit Shifa. Sementara itu, serangan terhadap sebuah gedung di dekat kota Zawaida menewaskan enam orang, menurut rumah sakit Al-Aqsa.
Kafe Al-Baqa dikenal sebagai salah satu dari sedikit bisnis yang masih beroperasi selama perang yang telah berlangsung lebih dari 20 bulan. Warga mengandalkannya untuk mengakses internet dan mengisi daya ponsel. Video yang beredar menunjukkan jasad-jasad korban berserakan dan korban luka dievakuasi menggunakan selimut.
Selain di Kota Gaza, pasukan Israel juga dilaporkan menembaki warga Palestina yang mencari bantuan makanan di Gaza selatan. Sedikitnya 11 orang tewas dalam insiden di dekat lokasi distribusi bantuan yang dikelola Gaza Humanitarian Foundation (GHF), menurut saksi, rumah sakit, dan otoritas kesehatan Gaza.
Rumah Sakit Nasser di Khan Younis mengatakan menerima jenazah korban yang ditembak saat kembali dari pusat bantuan GHF. Ini merupakan bagian dari pola kekerasan yang disebut telah menewaskan lebih dari 500 warga Palestina di sekitar lokasi distribusi selama sebulan terakhir.
Penembakan terjadi sekitar 3 kilometer dari lokasi GHF, satu-satunya rute yang dapat diakses warga. Di Rafah selatan, satu orang tewas di dekat pusat bantuan GHF. Di koridor Netzarim, yang memisahkan Gaza utara dan selatan, satu orang lagi dilaporkan tewas saat menunggu bantuan. Sementara itu, sepuluh orang lainnya tewas di gudang bantuan milik PBB di Gaza utara.
Saksi mata Monzer Hisham Ismail mengatakan pasukan Israel menyerang kerumunan warga yang kembali dari lokasi GHF di Khan Younis.
“Kami menjadi sasaran artileri Israel,” ujarnya.
Yousef Mahmoud Mokheimar mengaku pasukan Israel menembaki kerumunan secara membabi buta setelah tembakan peringatan.
“Mereka menembaki kami tanpa pandang bulu,” katanya. Ia tertembak di kaki dan menyaksikan seorang pria tewas saat mencoba menolongnya. Ia juga melihat enam orang, termasuk tiga anak, ditahan oleh pasukan Israel.
Militer Israel mengatakan sedang meninjau informasi terkait serangan tersebut. Dalam pernyataan sebelumnya, militer menyebut bahwa mereka melepaskan tembakan peringatan terhadap warga yang dianggap bergerak mencurigakan atau terlalu dekat dengan pasukan. (Red)
Editor : Kar











