Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » Calon Tersangka SPPD Fiktif DPRD Riau Inisial M, Muflihun Bakal Polisikan Polda Riau 

Calon Tersangka SPPD Fiktif DPRD Riau Inisial M, Muflihun Bakal Polisikan Polda Riau 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Mantan Pj Wako Pekanbaru, Muflihun bakal mempolisikan Polda Riau pasca pernyataan Pengguna Anggaran berinisial M di Setwan DPRD Riau yang bertanggung jawab di kasus korupsi SPPD fiktif.

Melalui tim kuasa hukumnya dari Kantor Advokat & Konsultan Hukum Ahmad Yusuf, SH & Rekan (AYLawyers), Muflihun melakukan ‘perlawanan’ karena inisial calon tersangka itu dinilai sangat merugikannya.

“Penyebutan inisial M secara terbuka telah menimbulkan prasangka publik yang merugikan nama baik klien kami,” ujar Ahmad Yusuf didampingi Muflihun kepada awak media di Pekanbaru, Kamis (19/06/26) petang.

Dia mengatakan, hingga saat ini Muflihun tidak pernah menerima surat pemberitahuan atau penetapan sebagai tersangka. Sehingga penyebutan inisial M oleh Polda Riau sangat merugikan kliennya.

“Penyebutan inisial M telah membentuk opini yang merugikan dan melanggar asas praduga tak bersalah,” tegasnya.

Lebih lanjut, dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Riau, tidak memiliki kewenangan teknis maupun administratif terkait pelaksanaan dan pertanggungjawaban SPPD.

Menurutnya, fungsi tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), bendahara, dan pejabat teknis lainnya.

“Tidak ada satu pun alat bukti yang menunjukkan keterlibatan aktif maupun pasif klien kami dalam dugaan pelanggaran hukum tersebut,” tegasnya.

Video Klarifikasi

Sebagai bentuk transparansi, kata Yusuf, pihaknya menyatakan akan menyerahkan video resmi klarifikasi dari Muflihun kepada publik dan pihak berwenang.

Dalam video tersebut, Muflihun akan menyampaikan secara langsung bahwa dirinya tidak terlibat, baik secara hukum maupun administratif, dalam dugaan kasus tersebut.

Menyikapi tekanan opini publik dan potensi ancaman terhadap hak hukum kliennya, AYLawyers juga telah mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Tujuan kami adalah memberikan jaminan perlindungan hukum serta psikologis kepada klien kami (Muflihun) selama proses hukum berlangsung,” ungkap Yusuf.

Di kesempatan itu, Ahmad Yusuf menekankan jika dalam perkembangan nanti Muflihun tetap ditetapkan sebagai tersangka tanpa dasar hukum yang sah, tim kuasa hukum menyatakan akan menempuh berbagai langkah hukum.

“Kami akan mengajukan gugatan praperadilan, menggugat surat penyidikan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), dan melaporkan oknum penyidik ke Divisi Propam Polri dan Kompolnas,” tegasnya.

Selain itu, tim kuasa hukum akan menempuh jalur hukum perdata dan pidana atas dugaan pencemaran nama baik, kebocoran informasi, serta penyalahgunaan kewenangan.

“Kami menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil, bukan dijadikan alat untuk kriminalisasi,” tutup Ahmad Yusuf.

Diketahui, diputuskannya inisial M selaku Pengguna Anggaran tahun 2020-2021 di Setwan Riau sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif dinyatakan setelah penyidik melakukan gelar perkara dengan Koordinator Staf Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Bareskrim Polri, Selasa (17/06/25).

Dari gelar perkara itu, ditemukan dua alat bukti adanya tindak pidana dengan kerugian negara Rp 195,9 miliar.

“Terhadap saudara M, selaku Pengguna Anggaran dapat dimintai pertanggungjawaban dan dapat ditetapkan sebagai tersangka yang dilakukan di Polda Riau, setelah notulen gelar perkara dalam rangka asistensi penetapan tersangka ditandatangani Kakortas Tipikor Polri,” ujar Ade, Rabu (18/6/2025).

Ade menjelaskan, berdasarkan hasil analisis penyidik, M dapat dimintai pertanggungjawaban pidana dan segera ditetapkan sebagai tersangka

“Penetapan status tersangka terhadap Sdr M akan dilakukan oleh Polda Riau setelah notulen gelar perkara ditandatangani oleh Kepala Kortas Tipidkor Polri sebagai bentuk asistensi formal dari Mabes Polri,” jelas Ade.

Ade mengungkapkan, penyidik tengah mengelompokkan sejumlah pihak yang terlibat, baik mereka yang memiliki kewenangan besar dalam proses pencairan SPPD fiktif, maupun pihak-pihak yang menerima aliran dana dalam jumlah signifikan.

Tujuan dari proses ini adalah untuk mengungkap struktur dan skema korupsi secara menyeluruh.

Ditanyai lebih lanjut soal inisial M tersebut apakah mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) di DPRD Riau, Ade tak menampiknya. “Ya,” singkat Ade.

Penyidik berencana juga akan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). “Nanti kita lapis TPPU supaya kita bisa lakukan asset tracing (penelusuran aset, red),” sebut Ade dalam wawancara sebelumnya.

Ade menyebut dengan begitu maka aset-aset yang dibeli dari hasil uang korupsi, diharapkan dapat ditemukan dan disita untuk memulihkan kerugian keuangan negara.

Disinggung soal kasus ini bisa dikategorikan korupsi berjamaah, Ade tak menampiknya. “Bisa dibilang seperti itu,” jelasnya.

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik telah memeriksa 400 lebih saksi. Di antara saksi tersebut terdapat sejumlah pejabat di Setwan Riau, yang telah diperiksa berulang kali.

Dalam proses penyidikan, penyidik telah menyita uang tunai hampir Rp20 miliar. Uang itu disita dari tiga klaster penerima dana SPPD fiktif yakni Aparatur Sipil Negara (AS), tenaga ahli dan honorer di Setwan Riau.

Selain itu, penyidik juga telah menyita sejumlah barang mewah dan aset-aset yang berada di sejumlah daerah dengan jumlah miliaran.

Di antara aset yang disita antara lain: 1 unit sepeda motor Harley Davidson tipe XG500 tahun 2015, bernomor polisi BM 3185 ABY, senilai lebih dari Rp200 juta.

Barang-barang mewah berupa tas, sepatu, dan sandal bermerek. Empat unit apartemen di Kompleks Nagoya City Walk, Batam, dengan nilai sekitar Rp2,1 miliar.

Tanah seluas 1.206 meter persegi dan satu unit homestay di Jorong Padang Tarok, Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, dengan nilai sekitar Rp 2 miliar.

Sebuah rumah di Jalan Banda Aceh, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, dikutip dari cakaplah. (Red)

Editor : Kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penampakan tiga ekor harimau melintasi jalan di Trumon Aceh Selatan. F : IST

    VIRAL Aceh : Warga Rekam Harimau Melintasi Jalan di Trumon

    • calendar_month Sabtu, 18 Nov 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ACEH, detak24com – Informasi viral Aceh, warga rekam harimau saat melintasi jalan di Trumon Aceh Selatan. Viral penampakan harimau sumatera di Provinsi Aceh bukan hanya satu, tapi ada tiga harimau yang tertangkap kamera amatir warga. Seketika, video amatir warga tersebut menjadi viral. Dalam video warga rekam harimau yang dilihat halloriau.com pada Sabtu (18/11/23), terlihat warga […]

  • POLSEK Kubu Tangkap Dua Penadah Motor di Toko Pakaian

    POLSEK Kubu Tangkap Dua Penadah Motor di Toko Pakaian

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUBU, detak24com – Kasus penadahan sepeda motor hasil penggelapan yang menghebohkan di wilayah Rohil akhirnya terungkap. Informasi dirangkum Senin (25/09/23), Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Kubu menangkap dua tersangka, yakni SHR (55) dan HR (27). Keduanya Terciduk saat belanja di sebuah toko baju KM 04, Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko, Rohil. Kejadian ini terjadi […]

  • KAMPANYE Kolaborasi PKS Mira Roza-Khairul Umam-Misno di Jalan Obor 2 Duri

    KAMPANYE Kolaborasi PKS Mira Roza-Khairul Umam-Misno di Jalan Obor 2 Duri

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 4Komentar

    DURI, detak24.com – Tiga caleg PKS kampanye kolaborasi Pemilu 2024 di Jalan Obor 2, Kelurahan Balik Alam, Kecamatan Mandau, Rabu (06/12/23) petang.  Ketiga caleg tersebut yaitu Hj Mira Roza, caleg DPR-RI dapil Riau 1, H Khairul Umam caleg DPRD Riau dapil Bengkalis-Dumai-Meranti dan H Misno, caleg DPRD Bengkalis dapil 4 Mandau.  Kampanye kolaborasi tersebut dihadiri […]

  • Apical Group Tutup Akses Jalan di Dumai

    Apical Group Tutup Akses Jalan di Dumai

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    Dumai, detak24.com –  PT Sari Dumai Oleo (SDO) anak perusahaan Apical Group yang beroperasi di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai dituding menutup akses Jalan Leban Putih. Belum diketahui secara pasti alasannya. Namun, tiang beton sudah berdiri di badan jalan.   Pada rekaman video yang dikirimkan masyarakat memperlihatkan pondasi tiang yang sudah dibangun PT SDO di […]

  • Dua Bocah Malaysia Umur 4 dan 6 Tahun Dideportasi, Simak Pesan Kanim Riau!

    Dua Bocah Malaysia Umur 4 dan 6 Tahun Dideportasi, Simak Pesan Kanim Riau!

    • calendar_month Sabtu, 22 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 10Komentar

    PEKANBARU, detak24.com –  MI bin A (6), dan MA bin MA (4) dua bocah WN Malaysia yang dideportasi oleh Imigrasi Dumai, dalam kurun waktu paling singkat 6 bulan tak boleh masuk Indonesia. Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, Mhd. Jahari Sitepu. Ia mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh Kantor Imigrasi […]

  • Sidang Korupsi Paket Ramadan, Baznas Inhil Diduga Palsukan Tandatangan Bupati Herman 

    Sidang Korupsi Paket Ramadan, Baznas Inhil Diduga Palsukan Tandatangan Bupati Herman 

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    INHIL, detak24com – Bupati Inhil Herman membantah telah meneken berita acara penitipan 2.446 paket premium Ramada oleh Baznas di kediamannya. Ia menegaskan, tanda tangan yang tercantum dalam dokumen tersebut bukan miliknya. Pernyataan itu disampaikan Herman saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Paket Premium Ramadan Baznas Kabupaten Inhil Tahun […]

expand_less