Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Pekanbaru » Bukan Menolong Korban, Marisa Putri Mahasiswi Dugem Tabrak Maut Asyik Main Hp 

Bukan Menolong Korban, Marisa Putri Mahasiswi Dugem Tabrak Maut Asyik Main Hp 

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Marisa Putri (22), mahasiswi dugem yang menewaskan Renti Marningsih (46) asyik main Hp saat mengetahui korban sekarat.

Usai menabrak korban di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau, Sabtu (3/8/2024) pukul 05.45 WIB, terdakwa sempat kabur. Lalu dikejar oleh driver ojol.

Setelah mengetahui kecelakaan itu, Marisa kembali dengan mobil Toyota Raize yang dikendarainya ke lokasi kejadian. Setelah melihat korban, terdakwa terlihat cuek sambil memainkan handphone-nya.

“Saya berasumsi terdakwa ini cuek, seperi (ada) takut juga,” ujar Adi Irawan, saksi yang dihadirkan JPU Senator Boris Panjaitan di  PN Pekanbaru, Kamis (07/11/24).

Marisa yang ketika itu mengenakan jaket, terlihat bermain handphone. Menurut saksi, tidak ada itikat baik terdakwa untuk membantu atau membawa korban ke rumah sakit.

Adi  menceritakan awal bagaimana dia mengetahui kecelakaan tersebut. Saat itu, Adi yang berprofesi sebagai juru parkir, sedang menikmati kopi dan mendengar suara benturan keras.

Mengetahui hal itu, saksi langsung bergegas ke arah sumber suara. Dia melihat korban sudah tergeletak di jalan, dengan posisi miring ke kiri dan masih bernapas.

“Karena posisi miring ke kiri, mendengkur, darah  keluar. Karena miring, saya luruskan, biar bisa bernapas. Masih hidup sekitar satu atau dua menit, setelah itu meninggal,” jelasnya.

Selain Adi, JPU juga menghadirkan empat saksi lain yakni Ahmad Mustafa, Muhammad Fazly, Feri Susanto anggota Unit Lantas Polsek Sukajadi dan Romi Kurniawan dari Satlantas Polresta Pekanbaru.

Saksi Ahmad Mustafa menjelaskan usai menabrak korban, kendaraan terdakwa terus melaju kencang. Sementara korban tergeletak di jalan dan kondisi meninggal dunia.

Sementara saksi Muhammad Fazly yang membuka toko ponsel di Jalan Tuanku Tambusai mengaku mendengar suara keras. Lokasi 15 meter dari lokasi tabrakan korban.

“Saya langsung lihat korban tergeletak di jalan. Posisinya sudah dikerumuni banyak orang,” kata Fazly.

Saksi menyebut Marisa membawa kendaraannya dengan sangat kencang.  Korban dan sepeda motornya hingga terseret beberapa meter awal lokasi kejadian. “Sepeda motor korban terseret hingga samping toko saya,” ucapnya.

Fazly juga melihat Marisa kembali ke lokasi kejadian dengan cuek. “Tidak  ada ekspresi, (seperti) tidak ada penyesalan,” kata saksi.

Atas keterangan para saksi, Marisa hanya membantah keterangan Adi Irawan. Ia mengaku sempat meminta warga di lokasi untuk membawa korban ke rumah sakit.

“Saya meminta tolong masyarakat untuk membawa korban ke rumah sakit tapi masyarakat bilang kami tak berani, kita tunggu polisi saja,” kata Marisa.

Mendengar bantahan Marisa, saksi Adi Irawan menyatakan tetap pada keterangannya. “Saksi tetap pada keterangannya, nanti ada waktu terdakwa menyampaikan (dalam pembelaan),” kata hakim ketua Hendah Kusuma Dewi.

Diketahui, sebelum kejadian, Marisa dan sejumlah temannya, diketahui melakukan pesta minuman keras dan narkoba jenis ekstasi di salah satu tempat hiburan malam. 

Dalam pengaruh minuman keras dan narkoba, Marisa nekat mengendarai mobil Toyota Raize biru. Dia bermaksud hendak pulang ke rumahnya di Jalan Permadi IV, Kelurahan Delima, Kota Pekanbaru. 

Di tengah perjalanan, kecelakaan lalu lintas tak terhindarkan. Sepeda motor korban Renti Marningsih ditabrak dari belakang. Ibu rumah tangga (IRT) itu terseret sejauh 50 meter, dan meninggal dunia, dikutip detak24com dari cakaplah. (*)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perambah 171 Ha HPT di Siak Kecil Bengkalis Divonis 3,5 Tahun

    Perambah 171 Ha HPT di Siak Kecil Bengkalis Divonis 3,5 Tahun

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Novrianto alias Bombeng terdakwa perambah hutan di Teluk Cina, Desa Lubukgaung, Kecamatan Siak Kecil Bengkalis divonis 3,5 tahun. Tidak hanya itu, cukong atau pemodal ini dijatuhi hukuman denda. Menurut majelis hakim, terdakwa perambah hutan itu terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana perambahan hutan produksi (HPT) untuk membuka usaha perkebunan sawit ilegalnya. […]

  • Tagar #FufufafaBocilPsikopat Viral Media X, Gerindra Ambil Langkah Tegas!

    Tagar #FufufafaBocilPsikopat Viral Media X, Gerindra Ambil Langkah Tegas!

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, detak24com -Tagar #FufufafaBocilPsikopat viral di media X pasca serangannya ke Presiden Prabowo Subianto yang dimuat oleh situs Gerindra.org, Senin (15/09/24). Situs gerindra.org sebelumnya disorot karena memuat berita soal akun Fufufafa yang disebut milik Gibran Rakabuming Raka. Namun, sejak Sabtu (14/08/24) pagi tak lagi bisa dibuka. Saat dibuka hanya tertulis “Your connection is not private” di […]

  • Para pemain Oseana Badminton Eksebisi usai bertanding. F : YUSRIZAL

    OSEANA Badminton Eksebisi Sajikan Tiga Partai Pertandingan Ganda Campuran 

    • calendar_month Minggu, 19 Nov 2023
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Oseana Badminton Eksebisi digelar di Hall Putra Ridho Jalan Swadaya, Kelurahan Balik Alam, Kecamatan Mandau, Duri, Ahad (19/11/23) petang. Turnamen Oseana Badminton Eksebisi ini diinisiasi oleh Oseana Cucu Atuk. Berbeda dengan pertandingan eksebisi biasanya yang menampilkan pasangan ganda putra. Kali ini partai eksebisi dibuat spesial dengan menyajikan pasangan ganda campuran (putra-putri).  Baca […]

  • MOBIL Google.com Maps Nyasar Masuk Kebun Tebu di Malang, Kok Bisa?

    MOBIL Google.com Maps Nyasar Masuk Kebun Tebu di Malang, Kok Bisa?

    • calendar_month Senin, 12 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 11Komentar

    MUNGKIN hal biasa adanya orang nyasar karena mengikut petunjuk Google.com Maps. Kali ini ceritanya berbeda. Seolah kualat, kini gantian Google.com Maps yang nyasar. Mobil Google.com Maps bernomor polisi B 1142 DFP nyasar ke sebuah kebun tebu di RT 33, RW 06, Dusun Gumukmas, Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Malang. Peristiwa itu sempat diabadikan warga dan viral […]

  • Petani Singingi Hilir Hilang Misterius, Ternyata Dihabisi Pekerjanya Lalu Dibuang ke Sungai di Peranap 

    Petani Singingi Hilir Hilang Misterius, Ternyata Dihabisi Pekerjanya Lalu Dibuang ke Sungai di Peranap 

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KUANSING, detak24com – Misteri hilangnya Suyono (67), seorang petani asal Kecamatan Singingi Hilir, Kuansing akhirnya terkuak. Ia dibunuh secara keji oleh dua orang pekerjanya sendiri. Peristiwa ini terungkap setelah kepolisian berhasil menangkap kedua pelaku. Salah satunya dengan tindakan menembak tersangka karena mencoba melawan saat ditangkap. Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kasi Humas Aiptu […]

  • Lebaran Kedua, Maling Sawit Terpergok Gasak Kebun CV Segati Jaya di Langgam

    Lebaran Kedua, Maling Sawit Terpergok Gasak Kebun CV Segati Jaya di Langgam

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Aksi pencurian buah kelapa sawit di wilayah perkebunan kembali terjadi. Kali ini, aparat dari Polsek Langgam menahan seorang pria yang diduga mencuri hasil panen di area perkebunan milik CV Segati Jaya, Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Ahad (22/03/26). Pelaku berinisial PJ (40), warga setempat, ditangkap setelah aktivitasnya dipergoki oleh petugas keamanan […]

expand_less