TEROR Pemukiman, Tiga Gajah Liar Berenang di Danau Belakang GOR Pelalawan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 26 Nov 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PELALAWAN, detak24com – Tiga gajah liar teror pemukiman warga di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Satwa dilindungi itu terlihat mandi di danau belakang GOR Pelalawan.
Diperkirakan ada tiga ekor gajah sumatera yang muncul di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Kemunculan gajah tersebut sejak Rabu (22/11/23) lalu.
Biasanya gajah liar yang berasal dari kawasan hutan itu berkeliaran di Desa Rantau Baru dan Desa Kuala Terusan, Pangkalan Kerinci. Namun, kali ini hewan yang memiliki gading itu berjalan sedikit lebih jauh dari tempat awal menampakkan diri.
“Sudah tiga hari kita berupaya memantau dan membatasi pergerakan gajah itu. Ada tiga ekor, dua gajah dewasa dan satu anakan,” sebut Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan MSi kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (24/11/23).
Beberapa hari sebelumnya, binatang bertubuh besar itu terlihat berjalan menyusuri semak belukar di dekat Desa Rantau Baru. Pergerakannya dipantau masyarakat dari Jalan Koridor RAPP yang diduga mengarah ke kawasan hutan dan kebun kelapa sawit Desa Rantau Baru dan Desa Kuala Terusan.
Berdasarkan pantauan dari tim BPBD serta Bhabinkamtibmas, Babisa, perangkat setempat dan petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Air (BKSDA) Riau mendapati gajah itu berada di belakang GOR Tengku Pangeran Pangkalan Kerinci.
Tiga ekor gajah sumatera itu bermain di kebun sawit dan hutan yang ada di belakang GOR, sembari mencari pakan. “Terlihat juga gajah-gajah itu berenang di danau belakang GOR. Sampai sekarang masih di sekitar lokasi itu,” tandas Zulfan.
Berdasarkan koordinasi dengan BKSDA dan tim lainnya, pihaknya berupaya untuk menghalau gajah itu agar tidak mengarah dan masuk ke areal GOR. Rencananya akan digiring ke habitatnya melewati jalur awal kedatangan satwa langka tersebut.
“Kalau mau digiring ke TNTN terlalu jauh, mungkin sedapatnya dihalau kawasan hutan yang jauh dari perkampungan dan perkebunan,” tutupnya. */berita)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












Saat ini belum ada komentar