ROKET Lebanon dan Suriah Gempur Israel, Chechnya Siapkan Pasukan Perdamaian
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MOSKOW, detak24com – Tembakan roket terus meluncur ke wilayah utara Israel. Setelah sebelumnya datang dari arah Lebanon, roket dari Suriah juga mulai mendarat di wilayah tersebut. Serangan rudal ini berpotensi menjadi front perang baru bagi Israel.
Penembakan terjadi di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon yang bergejolak selama tiga hari berturut-turut pada Selasa (11/10/23). Hal ini memicu ketakutan di kedua belah pihak akan terulangnya perang besar pada 2006.
Saat itu Israel melancarkan perang berdarah selama sebulan dengan Hizbullah, kelompok Syiah yang disokong Iran. Meskipun lebih kecil dibandingkan dengan bombardir Israel ke Gaza, bentrokan yang terus berlanjut di perbatasan utara Israel telah memperdalam kegelisahan Israel atas kemungkinan bahwa konflik tersebut yang merupakan invasi terbesar dalam 50 tahun dapat menyebar ke berbagai wilayah.
Pada Selasa malam, tentara Israel juga mengatakan mereka telah mengidentifikasi sejumlah peluncuran roket dari Suriah ke wilayah Israel. Hal itu merupakan pertama kalinya terjadi baku tembak lintas perbatasan tersebut sejak pertempuran meletus pada Sabtu. Belum ada laporan mengenai korban jiwa.
Militer Israel mengatakan proyektil tersebut tampaknya jatuh di area terbuka dan sebagai balasannya mereka menembakkan artileri dan mortir.
Di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, hari dimulai dengan warga menilai dampak bentrokan pada Senin, ketika Jihad Islam Palestina, sebuah kelompok bersenjata yang berbasis di Gaza, mengirim pejuang ke Israel, dua di antaranya gugur. Prosesi pemakaman diadakan di Lebanon selatan untuk tiga pejuang Hizbullah yang juga gugur di tengah pertempuran akibat penembakan Israel.
Namun, ketenangan sejenak itu hancur pada Selasa malam ketika 15 roket ditembakkan ke perbatasan dari luar kota Tirus, Lebanon, di pantai Mediterania. Militer Israel mengatakan empat roket berhasil dicegat.
Meski belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, Israel mengatakan mereka membalasnya dengan menyerang dua pos pengamatan Hizbullah dengan tembakan tank. “Hizbullah membalasnya dengan serangan rudal anti-tank terhadap pengangkut personel lapis baja Israel di Kota Avivim, Israel utara,” bunyi pernyataan dari Al Manar, lembaga penyiaran Lebanon milik Hizbullah.
Hizbullah menerbitkan rekaman yang dikatakan sebagai bukti serangan tersebut, yang menunjukkan dua serangan terhadap kendaraan militer yang tidak digunakan, sehingga menyebabkan kerusakan parah. Tentara Israel mengatakan tidak ada tentara yang terluka. Ia menambahkan bahwa pasukan Israel telah menyerang pos pengamatan Hizbullah lainnya sebagai tanggapan.
Ketika baku tembak berlanjut hingga larut malam, dua pejabat senior militer Lebanon mengklaim bahwa Israel telah menggunakan amunisi yang mengandung fosfor putih, yang penggunaannya dapat merupakan pelanggaran hukum internasional ketika wilayah sipil menjadi sasaran. Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang berbicara kepada media.
Rekaman yang diunggah secara online menunjukkan kepulan putih membuntuti asap putih sebelum jatuh ke tanah. Seorang juru bicara Angkatan Darat Israel membantah penggunaan fosfor putih, dan mengatakan bahwa tentara hanya mengerahkan suar.
Chechnya Dukung Palestina
Sementara, tawaran bantuan untuk perjuangan perlawanan Palestina mulai berdatangan. Yang terkini, pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov telah menyatakan dukungannya terhadap Palestina.
Dia menawarkan untuk mengirim tentaranya ke Gaza sebagai pasukan penjaga perdamaian. “Saya berpesan kepada para pemimpin negara-negara Muslim: ciptakan koalisi dan jangkau mereka yang Anda sebut sebagai teman, Eropa dan seluruh Barat, sehingga mereka tidak mengebom warga sipil yang damai dengan dalih menghancurkan pejuang [Hamas],” kata Kadyrov dikutip dari Middle East Monitor.
Kadyrov dengan tegas menyatakan mendukung Palestina. Dia pun mengatakan menentang perang yang dapat meningkat menjadi sesuatu yang lebih besar. “Jika perlu, unit kami siap bertindak sebagai pasukan penjaga perdamaian untuk memulihkan ketertiban dan melawan pembuat onar,” ujar Kadyrov.
Pemimpin Chechnya juga membenarkan laporan bahwa roket Hamas jatuh di dekat masjid yang telah dia dirikan untuk menghormati ayahnya pemimpin pertama Chechny Akhmat Kadyrov. Menurut Kementerian Luar Negeri Israel, sebuah roket menghantam masjid Akhmat Kadyrov di dekat Yerusalem.
Masjid tersebut adalah masjid terbesar kedua di negara pendudukan yang terletak di desa Abu Ghosh. Namun serangan ini tidak memakan korban luka.
Newsweek melaporkan, bahwa para pejabat Rusia belum memilih salah satu pihak dalam konflik antara Israel dan Hamas. “Walaupun muncul spekulasi di dunia maya bahwa Moskow mungkin berperan dalam keberhasilan serangan Hamas, yang mengejutkan intelijen Israel,” ujar laporan itu.
Menanggapi pernyataan Kadyrov, juru bicara Istana Kremlin Dmitry Peskov, Rusia terus menjaga hubungan dengan Palestina dan Israel. “Kami memiliki ikatan sejarah yang sudah lama dengan Palestina, kami melanjutkan kontak kami, tetapi pada saat yang sama, kami juga memiliki hubungan dengan negara Israel, yang juga memiliki banyak kesamaan dengan kami,” imbuh Peskov dikutip dari republika. ***
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












Saat ini belum ada komentar