KAPOLDA Riau Instruksikan Tangkap Bos Besar Perusahaan, Jika Terlibat Karhutla
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PEKANBARU, detak24com – Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal gerah dengan pelaku karhutla. Ia menegaskan akan menindak tegas siapapun, termasuk bos besar perusahaan jika terlibat.
“Siapa pun, walaupun dia cuma iseng, kita lakukan penegakan hukum. Kalau ada konsesi atau perusahaan, tersangkakan sampai ke top levelnya,” tegas Iqbal ketika ditemui di acara Pembukaan Bakti Sosial Rumah Kebangsaan di Purna MTQ Riau, Selasa (20/06/23).
Iqbal mengatakan, saat ini ada motif dalam pembakaran lahan, seperti ekonomi. Akibat tindakan itu, tidak sedikit pula yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Riau dan jajaran.
Mantan Kadiv Humas Polri itu menyampaikan, penanggulangan secara cepat dan penegakan hukum adalah strategi yang tepat untuk meminimalisir karhutla khususnya di Bumi Lancang Kuning. Apalagi, saat ini sudah mulai masuk musim kemarau.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau terjadi pada Juli hingga pertengahan September 2023. Untuk itu, Iqbal mengimbau kepada berbagai pihak untuk tidak membakar lahan.
“Mohon doa, Provinsi Riau langitnya tetap biru. Kebakaran bisa kita minimalisir, ada api langsung bisa kita padamkan, tersangkanya bisa kita tangkap, proses pidana,” tutur jenderal bintang polisi dua tersebut.
Dalam hal penanganan di lapangan, Iqbal mengingatkan petugas harus bisa lebih dulu datang ke lokasi, sebelum api menjalar dan meluas. Saat ini Dashboard Lancang Kuning, masih menjadi alat yang digunakan untuk memonitor hotspot atau titik panas.
“Walaupun hotspot itu belum tentu api. Namun keberadaan hotspot harus ditindaklanjuti dengan melakukan verifikasi secara quick respons,” terang Iqbal.
Kalau ada hotspot, lanjut Iqbal, seluruh elemen terujung dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan lain-lain harus segera ke lokasi untuk melakukan penanggulangan dengan pemadaman sampai pendinginan jika itu adalah titik api. Baik itu skala kecil maupun besar. “Harus cepat dan kolaboratif,” tegas Iqbal.
Iqbal menyebut, dirinya juga memonitor langsung bagaimana kinerja di jajarannya dalam mengantisipasi Karhutla. “Saya wajibkan seluruh Kapolres untuk berkoordinasi dengan stakeholder di wilayah masing-masing, sebulan dua kali lakukan anev, ada atau tidak Karhutla,” tegasnya.(CAKAPLAH)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











