BERHASIL OTT Bupati Kepulauan Meranti, KPK Dapat Apresiasi dari DPR
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, detak24com – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi Ketua KPK Firli Bahuri dan jajarannya yang berhasil operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Muhammad Adil.
Sahroni menegaskan DPR terus mendukung KPK melakukan penindakan terhadap kepala-kepala daerah yang terbukti nakal.
“Apresiasi kinerja hebat KPK yang bekerja secara objektif, berdasarkan laporan dan temuan-temuan yang ada. Sebab OTT ini terlihat mudah namun sebenarnya kompleks, membutuhkan waktu yang cukup lama, jadi applause buat KPK atas prestasinya ini,” ujar Sahroni kepada wartawan, Senin (10/4/2023).
Menurut Sahroni, OTT yang dilakukan KPK ini juga menjadi bukti bahwa KPK secara tajam mengawasi pelaksanaan dan kegiatan pemerintah daerah. Sahroni mewanti-wanti kepada seluruh pemerintah daerah beserta seluruh perangkatnya untuk tidak coba “bermain”.
“OTT Bupati Meranti ini jadi bukti kuat bahwa KPK mengawasi dengan jeli seluruh kegiatan di daerah, baik yang dilakukan oleh tingkat kepala, sampai struktur-struktur di bawahnya. Jadi teruntuk oknum-oknum yang masih berusaha mencari celah guna penuhi ambisi pribadi dan kelompok, sebaiknya menyerah saja. Penegak hukum tidak akan kompromi dengan tindakan (kejahatan) kalian,” jelas politisi Nasdem ini.
Lebih lanjut, Sahroni mengharapkan para kepala daerah lebih bijak dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah pusat. Hal tersebut merujuk pada kegaduhan yang sebelumnya ditimbulkan akibat ucapan Bupati Meranti kepada Kemenkeu.
“Juga terkait penyampaian kritik, harus jadi perhatian bersama agar disampaikan lebih bijak dan sistematis. Jangan mencaci maki pemerintah jika anda masih pembantu pemerintah,” pungkas Sahroni.
Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, pihaknya menyita uang miliaran rupiah dalam OTT Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Muhammad Adil.
Menurut Firli, dugaan korupsi yang dilakukan didominasi suap dan fee proyek yang diberikan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kepulauan Meranti. Tidak hanya itu, Adil juga diduga menerima potongan uang persedian (UP) dan ganti uang persedian (GUP). KPK menangkap 25 orang dalam tangkap tangan tersebut.(beritasatu.com)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











