Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Belo Kampung » KEBOCORAN TANKI HCL, Ternyata Perusahaan Sudah Bayar Kompensasi Rp100 Juta – Namun Dibagi Tak Merata

KEBOCORAN TANKI HCL, Ternyata Perusahaan Sudah Bayar Kompensasi Rp100 Juta – Namun Dibagi Tak Merata

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 23 Nov 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24.com – Kasus tumpahnya cairan HCL milik PT Gema Putra Buana di Jalan Raja Ali Haji, Purnama, Kecamatan Dumai Barat beberapa waktu lalu, ternyata perusahaan sudah bayarkan kompensasi Rp100 juta.

Hal ini terungkap saat mediasi antara perusahaan dan masyarakat yang terdampak langsung oleh bocornya tanki bermuatan HCL di kantor Camat Dumai Barat, Selasa (22/11/22).

PT Gema Putra Buana ternyata telah memberikan kompensasi yang cukup besar kepada oknum yang mengatasnamakan masyarakat dan organisasi kepemudaan yang ada di Kota Dumai sebesar Rp100 juta.

Ini diungkapkan oleh perwakilan PT Gema Putra Buana, Tono saat menjawab tuntutan warga. Ia menyebutkan, bahwa kompensasi telah dibayarkan kepada beberapa oknum yang tergabung di KNPI serta beberapa oknum yang mengatasnamakan masyarakat sebesar Rp100 juta.

Berdasarkan kesepakatan yang dibuat oleh perusahaan dengan oknum tersebut, dituangkan dalam beberapa poin, diantaranya :

1.Kompensasi akan digunakan untuk memulihkan lingkungan yang tercemar,dan mengembalikan seperti semula.

2. Memeriksakan kesehatan warga yang terdampak akibat pencemaran lingkungan.

3. Memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak sebanyak 29 KK.

4. Dana kompensasi yang diberikan perusahaan kepada warga untuk poin 1,2 dan 3 sebesar Rp. 40 Juta.

5. Dana kompensasi sebesar Rp. 60 juta diberikan perusahaan kepada KNPI kota Dumai.

Semua point di atas telah disetujui oleh kedua belah pihak dengan ditandatangani di atas materai oleh perwakilan perusahaan dan oknum yang mengatasnamakan tokoh masyarakat Purnama. Dengan perjanjian tidak akan ada tuntutan lagi di kemudian hari.

Berdasarkan kesepakatan itu Tono sebagai perwakilan PT Gema Putra Buana pada saat mediasi masyarakat yang benar-benar menjadi korban. Karena perusahaan telah memenuhi semua permintaan masyarakat dan menganggap semua permasalahan sudah selesai.

“Perusahaan sudah bertanggung awab dengan telah diberikannya kompensasi tersebut. Jadi tidak ada lagi tuntutan di kemudian hari yang mengatasnamakan masyarakat,” ujar Tono mengulang bahasa pimpinan perusahaan PT Gema Putra Buana di kantor pusat Jakarta

Tokoh masyarakat Purnama Syarifuddin mengatakan, bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum tersebut sangat tidak terpuji. Bahkan menambah luka masyarakat yang terdampak.

“Kita tidak tahu kalau mereka telah memanfaatkan keadaan untuk kepentingan pribadi. Bukannya menolong masyarakat malah mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan pribadi dan kelompok” ungkap Udin.

Ia juga menyesalkan tindakan yang terburu-buru yang diambil oleh perusahaan. Dengan memberikan kompensasi tanpa melibatkan aparat pemerintahan yang ada di Kelurahan Purnama.

“Harusnya, sebelum perusahaan memberi kompensasi harus jeli melihat siapa orang yang benar-benar tokoh masyarakat dan mana oknum yang hanya memanfaatkan keadaan. Pemberian kompensasi harusnya disaksikan oleh camat atau pun lurah setempat,” ujar Udin.

Padahal menurut Udin pada pertemuan pertama antara masyarakat dengan perusahaan para tokoh masyarakat, Lurah, LPMK dan RT setempat dilibatkan. Alih-alih pada pertemuan berikutnya semua yang awalnya ikut dalam perundingan tidak dilibatkan lagi.

“Ini menjadi pertanyaan kami, apa peran mereka sehingga yang bukan warga setempat bisa diberikan kompensasi sebesar Rp100 juta. Bahkan oknum yang terlibat di organisasi kepemudaan yang menerima uang kompensasi bukan orang tempatan, bergaul pun tidak pernah dengan masyarakat Purnama,” tegas Udin.

Bahkan, Udin menyebutkan, pembagian kompensasi yang diberikan oleh oknum tersebut tidak merata, dan tidak sesuai dengan efek yang ditimbulkan oleh kebocoran tanki pembawa HCL.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Dumai, Dameria menegaskan kepada perwakilan perusahaan yang hadir agar kedepannya untuk lebih teliti dalam mengambil keputusan.

“Pada pertemuan berikutnya perusahaan harus bertemu langsung dengan masyarakat yang melibatkan lurah dan camat. Orangnya harus jelas, jangan sampai merugikan perusahaan dan masyarakat lagi,” tegasnya.

Dameria juga mengatakan bahwa telah mengundang secara resmi Organisasi Kepemudaan KNPI yang menerima kompensasi dari perusahaan untuk hadir di mediasi antara masyarakat dan perusahaan. Namun tidak satupun perwakilan yang datang.

“Pada hari ini kita juga telah mengirimkan undangan kepada KNPI tapi tidak ada satupun dari mereka yang datang. Padahal kedatangan mereka sangat diharapkan masyarakat Purnama”, tegasnya.***

Sumber : seriau.com

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (22)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Pembunuhan 6 Laskar FPI Trending, Netizen Dorong ke Mahkamah Internasional

      Pembunuhan 6 Laskar FPI Trending, Netizen Dorong ke Mahkamah Internasional

      • calendar_month Senin, 18 Apr 2022
      • account_circle Redaksi
      • 16Komentar

      Jakarta, detak24.com — Unlawful killing atau pembunuhan di luar proses hukum terhadap enam Laskar FPI oleh anggota Kepolisian Daerah Metro Jaya kembali trending. Tag #KM50RoadToDenHaag puncaki trending twitter, Senin (18/04/22). Netizen mendorong kasus ini dilimpahkan ke Mahkamah Kejahatan Internasional. Beberapa pekan lalu, dua terdakwa kasus pembunuhan di luar proses hukum terhadap enam Laskar FPI divonis […]

    • Warga Tempilang Bangka Barat Amankan Tiga Karung Pasir Timah Selundupan 

      Warga Tempilang Bangka Barat Amankan Tiga Karung Pasir Timah Selundupan 

      • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      BANGKA BARAT, detak24com – Upaya dugaan penyelundupan pasir timah melalui jalur laut kembali mencuat di pesisir Bangka Barat. Kali ini, tiga karung berisi barang bukti dengan berat sekitar 180 kilogram berhasil diamankan warga dan nelayan pesisir Tempilang, Sabtu (07/06/26) malam. Meski hanya tiga karung yang diamankan, temuan tersebut kembali membuka tabir persoalan lama yang selama […]

    • DUA PELAKU Masih Anak, Polres Inhu Bongkar Sindikat Curanmor – Beraksi Belasan Kali

      DUA PELAKU Masih Anak, Polres Inhu Bongkar Sindikat Curanmor – Beraksi Belasan Kali

      • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
      • account_circle Redaksi
      • 17Komentar

      INHU, detak24.com – Satreskrim Polres Inhu membongkar jaringan pelaku curanmor yang meresahkan masyarakat sejak beberapa bulan terakhir. Tiga pelaku masing-masing berinisial SA (17), MAG (17) yang masih anak-anak, serta RA (21) diringkus tim Opsnal Satreskrim Polres Inhu Kamis (19/2/2023) sekitar pukul 23.00 WIB di sebuah rumah kontrakan Jalan Lintas Timur (Jalintim), Dusun Putihan, Kelurahan Pangkalan […]

    • Bawaslu Riau tertibkan APS sebanyak 40 ribu unit. F : IST

      BAWASLU Riau Tertibkan APS 40 Ribu Unit, Langgar Masa Senggang

      • calendar_month Minggu, 19 Nov 2023
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Bawaslu Riau tertibkan APS sebanyak 40 ribu unit yang melanggar aturan masa senggang (4 November hingga 28 November). “Jumlah APS yang ditertibkan tersebut sekitar 40 ribu lebih. Tersebar di seluruh kabupaten/kota yang ada di Riau,” kata Alnofrizal, Ketua Bawaslu Riau, Ahad (19/11/23). APS peserta pemilu legislatif yang ditertibkan tersebut karena mengandung unsur […]

    • Gumpalan awan yang jatuh di kebun sawit Kampar, Riau. F. :. DETIK.COM

      Heboh! Gumpalan Awan Jatuh di Kebun Sawit Riau, BMKG Klaim Asap Pabrik

      • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2022
      • account_circle Redaksi
      • 10Komentar

      Pekanbaru, detak24.com – Video gumpalan putih diduga awan jatuh di kawasan perkebunan sawit di Kampar, Riau viral di media sosial. Namun, BMKG mengklaim itu adal pabrik.       Dari video yang beredar terlihat seorang pengendara sepeda motor melintas di kebun sawit. Di sisi kanan dan kiri jalan ada gumpalan putih besar yang disebut awan […]

    • Basking in Sunset Bliss: Girls outing gone wonderful and having radiant Moments

      Basking in Sunset Bliss: Girls outing gone wonderful and having radiant Moments

      • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      Dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Odio ac neque fermentum morbi. Aenean lectus eu, arcu, turpis. In massa eget sagittis, aliquet maecenas ac. Sed leo interdum aenean cras gravida vitae vel blandit. Venenatis, magna feugiat rhoncus est. Tincidunt lectus felis ut semper lacus augue platea arcu. Sapien ante nisi, pellentesque magna aliquet imperdiet donec in […]

    expand_less