WARGA Inhu Hadang Puluhan Truk Batubara, Jalan Makin Hancur
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 13 Feb 2023
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INHU, detak24.com – Ratusan massa hadang puluhan truk batubara, CPO serta tronton kayu di jalan lintas Inhu, Ahad (12/02/23), sekitar pukul 11.00 WIB.
Alasan warga menghadang puluhan truk, karena sudah muak dengan banyaknya jalan rusak akibat kendaraan bermuatan over kapasitas tersebut. Terlebih di musim panas sekarang ini, jalanan menjadi berdebu. Kondisi ini pun menjadi keluhan warga hingga berujung pada pemblokiran jalan.
“Kami sudah jenuh dengan kondisi ini. Kami minta kepada pemerintah agar memberikan tindakan. Kami sudah muak, jalan rusak karena mobil-mobil besar over muatan. Sekarang musim panas jalan jadi berdebu,” kata, Jumadil, salah seorang warga.
Warga menyatakan, jika tidak ada solusi, maka tindakan pemblokiran jalan terhadap truk bermuatan lebih ini akan tetap berlanjut. Karena itu, warga pun meminta agar pemerintah cepat mengatasi permasalahan ini.
“Bukan cuma masalah debu, jalan rusak diakibatkan truk-truk ini jalanan jadi rusak. Akibatnya juga rawan terjadi kecelakaan,” ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau Andi Yanto saat dikonfirmasi menyatakan segera berkoordinasi bersama pihak terkait. Baik Dinas Perhubungan mau pun aparat kepolisian setempat. Namun soal tindakan tetap melihat persolan secara detil di lapangan. Pasalnya Dinas Perhubungan tidak diberi kewenangan menahan.
“Kita koordinasikan dulu. Kami di bertindak tentu sesuai kewenangan. Kamikan tak ada hak untuk menahan, karena itu kami lihat masalahnya apa,” kata Kadishub Riau.
Perihal keluhan warga akibat terganggu akibat dampak ditimbulkan lalu lalang kendaraan berat, Kadishub Riau juga akan berkoordinasi denan instansi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau. Kebetulan akses yang dilewati kendaraan berat tersebut juga menjadi jalan yang menjadi kewenangan provinsi.
Meski begitu, Andi Yanto menyatakan bahwa tindakan dan pengawasan terhadap kendaraan besar terutama yang masuk kategori Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) menjadi tanggung jawab bersama.
Dilematis yang dihadapi, jika ternyata kendaraan dianggap bermuatan besar namun secara standar memang bawaan pabrikan, bukan karena tambahan dimensi. Karena dilihat KIR kendaraan, lengkap.
“Ini memang dilematis bagi kami. Artinya kendaraan tidak ada masalah. Tapi nanti kami bicarakan lagi apa solusinya,” ungkap Andi Yanto.
Lebih lanjut, Andi Yanto menyatakan terkait keresahan masyarakat, Dishub Riau bersama pihak terkait akan kembali meningkatkan pengawasan. Baik Dinas Perhubungan kabupaten kota termasuk kepolisian.
“Perusahaan batubara kami juga sudah menyurati, agar menggunakan jalan alternatif atau melewati melalui jalan khusus atau bahkan melalui jalur sungai. Tidak melewati jalan umum. Kendaraan besar lainnya dari berbagai perusahaan juga sama, sudah kami surati,” ungkapnya.(riauterkini)
Editor : Kar
Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com












Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.
9 Februari 2026 02:56I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.
27 September 2024 09:09Thank you very much for sharing, I learned a lot from your article. Very cool. Thanks.
21 Agustus 2024 16:38Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.
19 Juni 2024 20:16Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you. https://www.binance.com/en/register?ref=P9L9FQKY
31 Mei 2023 15:18