Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » VIRAL » VIRAL Soal Telepon Allah, NU Temui Pimpinan Jamaah Aolia Gunungkidul, Ini Hasilnya

VIRAL Soal Telepon Allah, NU Temui Pimpinan Jamaah Aolia Gunungkidul, Ini Hasilnya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 11 Apr 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JOGJAKARTA, detak24com – Belum lama ini video viral heboh beredar, yakni Mbah Benu pemimpin Jamaah Aolia Gunungkidul telepon Allah menentukan hilal Idul Fitri 1445 H

Ia memiliki cara tersendiri dalam menentukan waktu tibanya Idul Fitri 1445 H. Jamaah Aolia tidak melakukan perhitungan, melainkan menelpon Allah SWT untuk mengetahui penentuan harinya.

“Nggak pakai perhitungan, saya telepon langsung kepada Allah Taala,” kata Mbah Benu dalam video viral itu.

Pernyataan Mbah Benu tersebut sontak menuai kontroversi dari berbagai pihak. Baik Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah memberikan pernyataan mengenai ucapan Mbah Benu tersebut.

PBNU bahkan tegas mengecam pernyataan menelpon Allah SWT untuk mengetahui Hari Raya Idul Fitri. Terbaru, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta mengungkap telah melakukan dialog dengan Mbah Benu.

Ada hasil positif dari pertemuan mereka dengan pimpinan Jamaah Masjid Aolia, Raden Ibnu Hajar Pranolo alias Mbah Benu, di Gunungkidul.

Pertemuan ini dilakukan pasca Idul Fitri 1445 H versi Jamaah Aolia pada Jumat (5/4), jauh lebih awal dari lebaran pemerintah maupun Muhammadiyah yakni pada Rabu (10/4).

“Alhamdulillah, silaturahim klarifikasi dan mitigasi Mbah Ibnu Hajar berjalan lancar,” kata Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) DIY Fajar Abdul Bashir dalam keterangan resminya.

Dari pertemuan ini, Fajar melihat Mbah Benu adalah sosok terbuka dan mudah diajak berkomunikasi. Tak sulit baginya untuk menerima masukan.

Akan tetapi, kata dia, keyakinan ‘kontak’ dengan Allah itu belum bisa hilang 100 persen dan perlu sering dimitigasi supaya bisa kembali ke syariat secara utuh.

“Meskipun agak sulit menjelaskan, karena selain faktor usia, juga karena sudah berkurang pendengarannya, alhamdulillah Mbah Ibnu Hajar sudah mulai taslim. Saya menilai tidak cukup satu atau dua kali, tapi perlu beberapa kali menjelaskan,” tuturnya.

Jika keyakinan Mbah Benu ini nantinya memang sulit dihilangkan, Fajar menyarankan agar hal itu cukup kepentingan pribadi dan tak perlu mengajak masyarakat lain

Fajar juga menyarankan kepada Mbah Benu manakala ada masyarakat yang masih bingung agar mengikuti ketetapan NU dan Pemerintah, bukannya menuruti ijtihad ‘kontak batin’ tadi.

“Dan alhamdulillah Mbah Ibnu Hajar menyepakati hal-hal ini. Untuk hal-hal lain, kami tidak menemukan kejanggalan, seperti shalat, dzikir yang dibaca, dan syariat lainnya masih sama sebagaimana syariat pada umumnya,” ungkap Fajar.

Soal Capaian Spiritual

Fajar pun mengungkap alasan Mbah Benu menetapkan awal dan akhir Ramadhan hingga selisih lima hari dari umat Islam lainnya. Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, penetapan awal dan akhir Ramadhan jemaah Aolia itu didasarkan pada kontak batin dengan Allah.

“Yang mana dia telah mengatakan wushul (sampai) kepada Allah,” kata Fajar.

Menurut dia, wushul ilallah atau capaian spiritual menempuh jalan ilahi didapat Mbah Benu ketika ziarah ke makam Syech Jumadul Kubro tanggal 21 November 2021. “Jadi, sejak itu dia selalu melakukan ‘kontak’ dengan Allah setiap ada tamu yang akan meminta nasehat. Setelah Mbah Ibnu klarifikasi, kita menyimpulkan bahwa ada masalah yang mukholifussyar’i tentang masalah wushul atau ‘kontak’ dengan Allah,” ungkapnya.

Kepada Mbah Benu, Fajar menerangkan metodologi penentuan awal dan akhir bulan Ramadhan sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya. Beberapa dalil ia cuplik dari Alquran maupun hadits.

Fajar menjelaskan wushul ilallah merupakan haq, sesuatu yang benar, akan tetapi tetap tidak bisa lepas dari syariat. Menurut dia, orang yang mengaku wushul ilallah tapi lepas dari syariat tak ubahnya layangan putus.

Fajar mencontohkan Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang Nabi sekaligus Rasul dan tak ada orang yang wushul-nya melebihi capaiannya.

Dalam menentukan awal dan akhir bulan, Nabi Muhammad tak melakukan kontak batin dengan Allah SWT, melainkan meminta para sahabatnya melakukan rukyatul hilal atau pemantauan kondisi Bulan untuk menentukan awal Ramadhan hingga Syawal.

“Nabi perintah melihat hilal itu merupakan wahyu dari Allah. Artinya, penetapan awal dan akhir bulan [hijriyah] melalui ru’yatul hilal itu merupakan wahyu dari Allah. Sebab apa yang dilakukan Nabi Muhammad baik perkataan, perbuatan, maupun diamnya, merupakan wahyu,” terangnya.

Bulan Masih kelihatan

Sebelumnya, PWNU DIY menyatakan ada kejanggalan dalam metode penentuan Ramadan dan Syawal Jamaah Masjid Aolia yang didasarkan pada klaim perjalanan spiritual serta kontak batin Mbah Benu dengan Allah SWT.

Bagi PWNU, penentuan Ramadan dan Syawal yang sah hanya dengan dua pedoman. Yakni rukyatul hilal versi negara MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura) dan istikmal.

Meski beda standar hilalnya, kriteria-kriteria itu mensyaratkan bulan baru hijriah berganti saat Bulan sudah melewati satu putaran penuh mengelilingi Bumi atau fase bulan baru.

“Kalau NU itu pedomannya, sedangkan hitung-hitungan lain seperti hisab, hitungan astronomi yang lain, itu hanya sebagai alat konfirmasi karena memang dalilnya begitu. Nabi menegaskan untuk mulai puasa atau idulfitri harus dengan rukyat, sehingga data-data ilmiah itu sebagai alat konfirmasi,” jelas Ketua PWNU DIY Ahmad Zuhdi Muhdlor, Minggu (7/4).

Dengan metode kontak dengan Tuhan itu, Jamaah Masjid Aolia yang berpusat di Panggang, Gunungkidul, DIY telah melaksanakan Idulfitri pada Jumat (5/4) atau selisih jauh dari prediksi pemerintah dan Muhammadiyah yang jatuh pada Rabu (10/4) besok.

“Kalau selisihnya cuma sehari maksimal dua hari mungkin masih masuk akal, ditolerir karena mungkin perbedaan, nah ini kan lima hari,”

“Wong bulannya aja masih kelihatan jelas di langit kok sudah mulai (lebaran), lha ini masih bulan syaban. Itu dari mana, Islam kan tidak mengenal hitungan-hitungan ajaran yang berdasarkan mimpi atau wisik kan enggak,” tutur Ahmad.

Dengan alasan itu, PWNU mengutus perwakilan dari Aswaja Center dan Lembaga Penyuluhan Bantuan dan Hukum (LPBH) NU untuk berdialog dengan Mbah Benu di Gunungkidul pada Ahad (08/04/24) lalu. (*/Berita)

Editor : Kar

 

 

Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dozens Dead, Hundreds Missing, Seven Buildings Burn in Hong Kong

    Dozens Dead, Hundreds Missing, Seven Buildings Burn in Hong Kong

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    HONGKONG, detak24.com – A massive fire engulfed seven high-rise buildings in Hong Kong, killing 44 people and leaving hundreds more missing. Chinese President Xi Jinping expressed condolences and urged efforts to minimize casualties and damage. The fires have been raging since Wednesday. Local officials said on Thursday (November 27, 2025) that this was the worst […]

  • TRADISI Ayi Ayo Onam Kampar, Wisata Religi Harus Dilestarikan

    TRADISI Ayi Ayo Onam Kampar, Wisata Religi Harus Dilestarikan

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Pj Gubri SF Hariyanto menghadiri secara langsung tradisi Ayi Ayo Onam (Hari Raya Enam) dan ziarah kubur, di Masjid Annur Sipungguk, Salo, Kampar, Rabu (17/04/24). Tradisi Ayi Ayo Onam dirayakan dengan meriah setelah lebaran Idul Fitri, tepatnya pada tanggal 8 Syawal. Tradisi tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Kabupaten […]

  • MASSA KNPI Bawa Pocong ke Kejati Riau: Usut Proyek Tiang Listrik, Copot Petinggi PHR!

    MASSA KNPI Bawa Pocong ke Kejati Riau: Usut Proyek Tiang Listrik, Copot Petinggi PHR!

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Sejumlah massa mengenakan seragam KNPI berunjukrasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Massa mengungkap sejumlah persoalan yang terjadi di tubuh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Dirilis detak24com, Ahad (13/08/23), unjukrasa tersebut digelar Jumat (11/8/2023) siang. Dalam aksinya, massa KNPI Riau memajang sebuah pocong yang diletakkan di samping badan Jalam Jenderal Sudirman, Pekanbaru. […]

  • MELALUI Komsos, Babinsa Kodim 0320 Dumai Dampingi serta Motivasi Petani Kacang Panjang di Bagankeladi

    MELALUI Komsos, Babinsa Kodim 0320 Dumai Dampingi serta Motivasi Petani Kacang Panjang di Bagankeladi

    • calendar_month Jumat, 2 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • 7Komentar

    DUMAI, detak24com – Babinsa Kelurahan Bagan Keladi Koramil 01/Dumai jajaran Kodim 0320/Dumai, Serda Priyo Sudarmo melakukan Komsos dengan petani kacang panjang di Jalan Garuda, RT 06, yang merupakan kebun milik Asim, Jumat (02/06/23). Menurut Dandim 0320/Dumai Letkol Arh Hermansyah Tarigan SE dalam keterangan singkatnya saat dihubungi via WhatsApp, dengan komunikasi sosial (Komsos) di lapangan akan […]

  • Sabu 2 Kg dan Heroin 1,8 Kilo di Tong Sampah Hotel Ratu Mayang Garden 

    Sabu 2 Kg dan Heroin 1,8 Kilo di Tong Sampah Hotel Ratu Mayang Garden 

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Polisi membekuk seorang warga Siak inisial Y (38), saat mengambil sabu 2 kg dan heroin 1,8 kilo dalam tong sampah Hotel Ratu Mayang Garden, Pekanbaru. Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Riau berhasil menggagalkan transaksi narkotika jenis sabu seberat 2 kilogram dan heroin seberat 1,8 kilogram. Penangkapan dilakukan di area parkir Hotel […]

  • Dampak Efisiensi Anggaran, Seribu Lebih Honorer Pemkab Pelalawan Terpaksa Dirumahkan 

    Dampak Efisiensi Anggaran, Seribu Lebih Honorer Pemkab Pelalawan Terpaksa Dirumahkan 

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PELALAWAN, detak24com – Sebanyak 1.007 honorer Pemkab Pelalawan yang masa kerjanya di bawah dua tahun, terpaksa dirumahkan. Keputusan itu diumumkan, Senin (17/02/25). Kebijakan tersebut menyusul efisiensi anggaran yang diterapkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sehingga, honorer masa kerja di bawah dua tahun tidak diperpanjang kontrak kerjanya. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pelalawan, […]

expand_less