Tujuh Pantangan Berenang di Sungai Aare, Tempat Eril Tenggelam
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 17 Jun 2022
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, detak24.com- Putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz (Eril) meninggal dunia pasca tenggelam di Sungai Aare Swiss.Ini membuat penting bagi masyarakat untuk menaati pantangan sebelum berenang di sungai tersebut. Berikut pantangannya:
1. Jangan Berenang Sendirian
Walaupun beberapa orang membutuhkan waktu sendiri, tetapi itu tampaknya tak boleh dilakukan saat berenang di Sungai Aare.
Masyarakat yang berenang di sungai perlu memperhatikan orang-orang sekitar untuk berjaga-jaga. Kita tak akan tahu kapan kita membutuhkan bantuan seseorang, apalagi saat mengalami situasi darurat.
Semakin dekat dengan jangkauan orang-orang di sekitar sungai, semakin bagus.
Bagi masyarakat yang ingin berenang di Sungai Aare, diimbau agar tak langsung menceburkan diri.Tubuh manusia memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan suhu air sungai. Ini menjadi penting mengingat karakteristik SungaiAare yang membawa pecahan gletser, membuat air di sana dingin.
Sebagaimana diberitakan situs resmi Kota Bern, masyarakat tak disarankan melompat ke air berlumpur atau tempat yang masih asing.Ini disebabkan karena sungai merupakan tempat renang alam yang kadang juga dipenuhi dengan bebatuan dan objek tersembunyi lain.Jika tidak berhati-hati, masyarakat bisa saja terbentur batu dan terluka.
4. Jangan Mabuk Saat di Sungai Aare
Masyarakat tidak boleh meminum alkohol hingga mabuk saat berenang di Sungai Aare. Lebih baik masyarakat meninggalkan minuman alkohol mereka sebelum berenang.
“Pertama-tama, nikmati airnya. Setelah itu [menikmati] bir, anggur, atau apapun,” demikian imbauan dari Kota Bern.
5. Jangan Berenang Saat Kekenyangan
Walikota Bern juga mengimbau warga agar tak berenang saat kekenyangan.
Mengutip BBC, makanan yang belum selesai dicerna dapat membuat kita merasa mual.(CNN)












