TIGA Bulan Kades dan Perangkat Desa di Meranti Belum Gajian, Ancam Tutup Kantor
Dikatakan Sugianto, tidak hanya Desa Gogok, desa lainnya juga bersikap yang sama. Ykni akan menutup kantor bahkan ada yang akan melayani masyarakat dari rumah saja.
“Bukan hanya kantor desa kami saja. Akan tetapi hal serupa akan dilakukan oleh seluruh kepala desa se-kabupaten Kepulauan Meranti, bahkan ada yang sudah melakukan penutupan kantor pada hari ini,” bebernya.
Sugianto menambahkan keterlambatan pencairan ADD yang berdampak pada tertundanya pembayaran siltap kepala desa dan perangkat selama berbulan-bulan sudah biasa terjadi dari tahun ke tahun.
Padahal tak sedikit kepala desa dan perangkat yang hanya mengandalkan siltap untuk menopang kebutuhan hidup keluarganya. Kendati siltap belum cair, para kepala desa berusaha menjalankan tugas melayani masyarakat secara maksimal.
“Sebenarnya ini sudah terjadi setiap tahunnya. Apalagi di tahun 2022 lalu kami juga sudah merelakan 2 bulan gaji kami hangus karena tidak bisa dibayarkan. Tahun ini kembali terjadi, apalagi ini sudah memasuki bulan puasa, banyak kebutuhan yang perlu kami penuhi,” tuturnya.
Ditambahkan salah seorang staf kantor Desa Gogok Darussalam, dengan gaji yang tersendat, kantor desa terpaksa diliburkan.
“Kami terpaksa menutup kantor desa karena tidak masuk kerja, dikarenakan kami tidak menerima gaji penuh, informasi terbaru hanya akan dibayarkan gaji 1 bulan, jadi mau makan apa, terlebih lagi kebutuhan di bulan puasa ini meningkat,” ujarnya.

8 thoughts on “TIGA Bulan Kades dan Perangkat Desa di Meranti Belum Gajian, Ancam Tutup Kantor”