Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » TAK DAPAT Pupuk Subsidi – Harga TBS Lebih Murah dari Plasma, Jeritan Petani Mandiri di Siak

TAK DAPAT Pupuk Subsidi – Harga TBS Lebih Murah dari Plasma, Jeritan Petani Mandiri di Siak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAK, detak24.com – Distribusi pupuk subsidi hingga kini tetap dipertanyakan. Sebab, masih banyak kelompok tani swadaya mandiri tak mendapatkan.

Alhasil, saat harga pupuk naik, ketika itu pula petani sawit menjerit, karena ketidaksanggupan membeli pupuk non subsidi. Sementara, harga jual TBS mereka di pabrik  jauh lebih rendah dibanding petani plasma 

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Tani Berkah Madani Kampung Dayun Kecamatan Dayun, Alfian, saat diwawancarai wartawan, dikutip Sabtu (11/02/23).

“Kelompok tani kami selama ini tidak pernah mendapatkan pupuk bersubsidi. Ditambah lagi saat ini, harga pupuk non subsidi naik. Untuk pupuk berjenis NPK harganya Rp 800 ribu, sedangkan untuk pupuk berjenis urea harganya Rp 450 ribu,” kata Alfian.

Ia merasa selama ini kelompoknya terkesan dianaktirikan oleh pemerintah. Karena kelompok yang dia pimpin selama 5 tahun terakhir ini, tidak pernah mencicipi pupuk bersubsidi.

“Anggota kelompok Berkah Madani ini sebanyak 64 anggota, dengan luas lahannya 138 hektar,” terang Alfian.

Ditambah lagi, kelompok tani Berkah Madani itu Tandan Buah Segar (TBS) nya masuk kategori swadaya mandiri.

Alfian mengatakan, keluh kesah petani tidak sampai di pupuk naik saja, melainkan harga TBS kategori swadaya mandiri diambil lebih murah dibanding TBS plasma.

Saat ini, harga TBS di pabrik untuk plasma seharga Rp 2.400 per kilogramnya, sedangkan TBS swadaya mandiri diambil Rp 2.000 per kilogramnya.

“Ini tentu tidak adil, TBS kami juga diproduksi untuk CPO, sedangkan harga kami lebih murah. Sudah pupuk bersubsidi tidak dapat, harga kami lebih murah. Lengkap penderitaan kami ini,” kata Alfian.

Untuk kebutuhan pupuk kata Alfian, satu hamparan sawit seluas 2 hektar, membutuhkan 40-42 zak (karung) pupuk setiap tahunnya. Dengan naiknya harga pupuk, semakin membuat petani menjerit.

Sepengetahuan dirinya, setiap kecamatan ada distributor pupuk untuk distribusi pupuk bersubsidi, namun dia mengaku kelompoknya tidak pernah mengetahui hal itu.

“Bagaimana mendapatkan pupuk bersubsidi, dilibatkan saja tidak kelompok tani kami ini. Di dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pun tidak ada nama kelompok kami. Sudah disampaikan ke pihak kampung dan kecamatan, namun sampai tidak ada tanggapan,” tutur Alfian.(riauterkini)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • MUTASI Kejati Riau, Asintel dan Aspidsus serta Sejumlah Kajari Dirotasi – Cek Datanya!

    MUTASI Kejati Riau, Asintel dan Aspidsus serta Sejumlah Kajari Dirotasi – Cek Datanya!

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PEKANBARU, detsk24.com – Sejumlah jabatan Asisten dan Kajari di lingkup Kejati Riau dimutasi. Kajati Dr Supardi memimpin pelantikan, pengambilan sumpah dan Sertijab pejabat baru tersebut, Selasa (21/02/23). Sertijab dilakukan pada Asintel Kejati Riau Marcos Marudut Mangapul Simaremare, yang sebelumnya bertugas sebagai Kajari Musi Banyuasin. Dia menggantikan Raharjo Budi Kisnanto yang kini menjabat Inspektur Muda IV […]

  • Catat! Lima Merek Obat Sirup Wajib Dimusnahkan

    Catat! Lima Merek Obat Sirup Wajib Dimusnahkan

    • calendar_month Sabtu, 22 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Belakangan angka kasus gagal ginjal akut terhadap anak di Indonesia terus meningkat. Kandungan obat sirup mengandung EG dan DEG lebihi ambang batas diduga jadi penyebab. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memerintahkan para perusahaan industri farmasi menarik lima produk obat sirop yang diduga mengandung etilen glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas aman. […]

  • Selama MTQ ke-43 Riau, Jadwal Operasi Roro Bengkalis-Pakning Ditambah 

    Selama MTQ ke-43 Riau, Jadwal Operasi Roro Bengkalis-Pakning Ditambah 

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BENGKALIS, detak24com – Guna menyukseskan MTQ ke-43 Riau, Pemkab menambah jadwal jam operasi situasional keberangkatan Roro penyeberangan Bengkalis-Pakning. Penambahan jam operasi penyeberangan Bengkalis-Pakning dimulai hari ini tanggal 27 sampai dengan 30 Juni 2025.Dengan adanya penambahan jam operasi Roro hingga pukul 03.00 WIB, diharapkan pelayanan Roro penyeberangan Bengkalis-Pakning tetap berjalan lancar dan normal. “Pemerintah Kabupaten Bengkalis […]

  • Sempena HUT Partai Golkar ke 61, Haji Samda Gelar Doa Bersama Untuk Korban Bencana Sumatera 

    Sempena HUT Partai Golkar ke 61, Haji Samda Gelar Doa Bersama Untuk Korban Bencana Sumatera 

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    DURI, detak24.com – Bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara dan Sumbar akhir November 2025 lalu, menyisakan luka mendalam. Tak hanya bagi korban terdampak, namun juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia lainnya. Bertepatan dengan HUT Partai Golkar ke 61, sekaligus sebagai wujud rasa duka dan berbelasungkawa atas musibah tersebut, anggota […]

  • Mahasiswa bakar ban di depan Istana Bogor. F : DETIK.COM

    Massa Tolak BBM Naik Teriak “Urus Saja Sambo”,  Bakar Ban di Istana Bogor

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 15Komentar

    Jakarta, detak24.com –  Demonstrasi penolakan BBM naik di gedung DPR/MPR RI, Jakarta sempat menyinggung kasus eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Massa yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyampaikan hal tersebut di depan kepolisian yang sedang berjaga. “Bapak lebih baik mengurusi kasus Ferdy Sambo aja,” teriak salah satu massa kepada polisi di depan gedung […]

  • DUH! Banyak Legislator Riau Mangkir di Paripurna, Yulisman: Tak Ada Lagi Sidang Online

    DUH! Banyak Legislator Riau Mangkir di Paripurna, Yulisman: Tak Ada Lagi Sidang Online

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 22Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Paripurna perdana 2023 yang digelar DPRD Riau, Selasa (24/01/23) diwarnai mangkirnya sejumlah legislator. Padahal, mulai tahun ini tidak berlaku lagi sidang online. Fenomena demikian mendapat sorotan dari sejumlah anggota DPRD Riau yang hadir. Sidang paripurna itu mengagendakan Penyampaian Jawaban Gubernur Atas Pandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan […]

expand_less