Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Rohil » Dua Kapal Nelayan Rohil Ditangkap di Laut Malaysia, 10 Tekong dan ABK Ditahan

Dua Kapal Nelayan Rohil Ditangkap di Laut Malaysia, 10 Tekong dan ABK Ditahan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ROHIL, detak24com – Sedikitnya 10 orang nelayan asal Rohil yang merupakan ABK dan tekong KM Willy Sukses 4 serta KM Kian Uong ditahan di Malaysia usai ketahuan masuk wilayah perairan negeri jiran tersebut.

Penangkapan dua kapal nelayan asal oleh otoritas Malaysia pada Kamis (05/11/25) sekitar pukul 08.00 WIB pagi, dibenarkan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rohil, Jaswadi.

Menurut Jaswadi, kedua kapal tersebut yakni KM Willy Sukses 4 nomor 877/PFF dengan tekong bernama Melis dan 4 ABK yakni Hamran, Adi, Jefri dan Idut.

Kemudian KM Kian Uong nomor 1058/PPF dengan tekong bernama Samsudin serta 4 orang ABK bernama Edi, Iram, Robi dan Risi.

Di mana kedua kapal tersebut berada di posisi koordinat 59.200 dan 3.400 saat memasuki perairan Malaysia. Para nelayan diketahui tengah berusaha mengambil jaring yang terputus akibat gelombang yang dilewati oleh kapal tanker. Kemudian kapal patroli menarik mereka ke Pulau Indah, Malaysia.

“Para nelayan masuk ke wilayah Malaysia bukan untuk menangkap ikan, melainkan mengambil jaring yang terputus. Posisi jaring memang berada di perairan Malaysia,” ujar Jaswadi, Senin (10/11/25) petang di pelabuhan Bagansiapiapi.

Ia menegaskan bahwa tidak ada unsur tindak pidana illegal fishing dalam kejadian tersebut. Para nelayan hanya berusaha menyelamatkan alat tangkap mereka yang rusak.

“Karena jaring terputus, mereka terpaksa masuk ke wilayah Malaysia. Tidak ada niat untuk melakukan penangkapan ikan secara ilegal,” tambahnya.

Meski ditangkap, kondisi para nelayan dilaporkan dalam keadaan baik. Mereka mendapatkan jaminan konsumsi dari pihak kerajaan diraja Malaysia dan tidak mengalami penelantaran.

“Kerajaan Malaysia tetap memperlakukan tekong dan anak buah kapal (ABK) dengan baik. Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan,” kata Jaswadi.

HNSI juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, atas respon cepatnya terhadap kasus ini. Jhony dikabarkan akan menemui Konsulat Malaysia di Pekanbaru untuk membahas penyelesaian.

Selain itu, Bupati Rokan Hilir H Bistamam telah dihubungi dan berencana melakukan kunjungan ke Kuala Lumpur dalam waktu dekat guna menyelesaikan persoalan ini secara diplomatik.

Jaswadi berharap agar Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dapat segera menjalin komunikasi dengan pihak Malaysia untuk mencari solusi terbaik.

Dua kapal yang ditangkap tersebut masing-masing membawa lima orang, terdiri dari tekong dan ABK. Seluruhnya merupakan nelayan asli Bagansiapiapi, Rokan Hilir.

Penangkapan ini menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga para nelayan. Mereka berharap agar proses negosiasi dapat segera dilakukan dan para nelayan bisa dipulangkan.

“Pihak keluarga sangat terpukul. Kami mohon kepada kerajaan Malaysia agar segera melakukan negosiasi dan memulangkan nelayan kami,” tutup Jaswadi.

Kasus ini menjadi perhatian publik, terutama masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan. Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran penting dalam menjaga batas wilayah laut antarnegara.

HNSI Rokan Hilir berkomitmen untuk terus mengawal proses diplomasi dan memastikan hak-hak nelayan tetap terlindungi dalam situasi apapun, dikutip dari halloriau. (Red)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perambahan Bakau Berkedok Panglong di Dumai, DPK ALUN Minta APH Tindak Tegas 

    Perambahan Bakau Berkedok Panglong di Dumai, DPK ALUN Minta APH Tindak Tegas 

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Penebangan liar hutan bakau marak di wilayah pesisir Riau. Hasil investigasi DPK Apresiasi Lingkungan & Hutan Indonesia (ALUN) Kota Dumai, sejumlah usaha panglong arang di Nerbit, Kecamatan Sungai Sembilan Dumai beroperasi bebas. Informasi terangkum, dua pemilik usaha panglong arang diduga berinisial ILY dan GAS ini tampak bebas beroperasi tanpa rasa takut ditindak […]

  • ALOKASIKAN Rp 36 M, Pemprov Riau Sewa Pesawat untuk Keberangkatan CJH

    ALOKASIKAN Rp 36 M, Pemprov Riau Sewa Pesawat untuk Keberangkatan CJH

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 23Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pemprov Riau tengah melakukan lelang sewa pesawat terbang untuk pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) dari Pekanbaru ke Batam. “Sewa pesawat terbang untuk keberangkatan jamaah haji Riau saat ini dalam proses lelang,” kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, Rabu (10/05/23). Zulkifli mengatakan, pihaknya menargetkan proses lelang sewa pesawat sebelum […]

  • Delapan di Dumai, Berikut Rincian 50 SMA/SMK Swasta Penerima BOSDa Afirmasi Riau

    Delapan di Dumai, Berikut Rincian 50 SMA/SMK Swasta Penerima BOSDa Afirmasi Riau

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Disdik Riau menetapkan 50 SMA/SMK swasta penerima Bantuan Operasional Sekolah Daerah atau Bosda Afirmasi. Delapan sekolah berada di Dumai. Dimana, dalam ketetapan Disdik Riau terdapat 13 SMA dan 37 SMK swasta sebagai penerima Bosda Afirmasi. Program ini khusus untuk calon siswa kurang mampu. Sedikitnya 2.438 calon siswa bisa diterima melalui jalur afirmasi. […]

  • Bukan Menolong Korban, Marisa Putri Mahasiswi Dugem Tabrak Maut Asyik Main Hp 

    Bukan Menolong Korban, Marisa Putri Mahasiswi Dugem Tabrak Maut Asyik Main Hp 

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Marisa Putri (22), mahasiswi dugem yang menewaskan Renti Marningsih (46) asyik main Hp saat mengetahui korban sekarat. Usai menabrak korban di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Riau, Sabtu (3/8/2024) pukul 05.45 WIB, terdakwa sempat kabur. Lalu dikejar oleh driver ojol. Setelah mengetahui kecelakaan itu, Marisa kembali dengan mobil Toyota Raize yang dikendarainya ke […]

  • KORUPTOR Proyek Lintasan Atletik Kuansing Dituntut Berbeda, Pejabat Disdikpora Paling Teruk

    KORUPTOR Proyek Lintasan Atletik Kuansing Dituntut Berbeda, Pejabat Disdikpora Paling Teruk

    • calendar_month Selasa, 6 Feb 2024
    • account_circle Redaksi
    • 3Komentar

    KUANSING, detak24com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut tiga terdakwa dugaan korupsi proyek pembangunan lintasan atletik pada Disdikpora Kuansing dengan hukuman berbeda. Dirilus, Selasa (06/02/24), ketiga terdakwa adalah Yusrizal Zuhri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Mazbarianto dan Imran Chaniago selaku Direktur Utama dan Manager Proyek PT Ramawijaya, rekanan yang mengerjakan […]

  • Angkut Kayu Illegal Logging, Warga Sungai Linau Siak Kecil Mendekam di Penjara

    Angkut Kayu Illegal Logging, Warga Sungai Linau Siak Kecil Mendekam di Penjara

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Yusrizal Sikumbang
    • 0Komentar

    SIAK KECIL, detak24.com – Seorang warga Desa Sungai Linau, Kecamatan Siak Kecil, Bengkalis terpaksa lebaran 2026 di penjara. Ia ditangkap polisi dalam kasus illegal logging. Polres Bengkalis kembali berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pembalakan liar (illegal logging) di wilayah Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Riau. Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK melalui Kasat Reskrim […]

expand_less