Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » RATUSAN Masyarakat Hadiri Sidang Kasus Penyegelan Kantor Desa Senama Nenek

RATUSAN Masyarakat Hadiri Sidang Kasus Penyegelan Kantor Desa Senama Nenek

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANGKINANG, detak24com  – Lima orang warga Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu, Kampar yang ditetapkan sebagai terdakwa penyegelan pintu masuk kantor desa setempat menjalani sidang perdana di PN Bangkinang, Rabu (02/08/23).

Dalam sidang tersebut dihadiri oleh Tim Advokat Pejuang Keadilan (Tapak) Riau sebagai kuasa hukum warga, serta ratusan warga yang simpatik kepada tersangka.

Untuk diketahui, Tim Tapak terdiri dari sejumlah advokat, seperti Dr Zulkarnain SH MH, Suroto SH, Heri Susanto SH MH, Suharmansyah SH MH, Emi Efrijon SH, Mirwansyah SH MH, Sunan Ali Harahap SH MH, Jhoni Saputra SH, Joko Prasetyo SH, dan Terry Dwiseptiawan SH.

Usai sidang, Suroto mengatakan bahwa sidang perdana ini beragendakan pembacaan dakwaan. “Terhadap dakwaan yang dibacakan tersebut kami tidak mengajukan eksepsi atau bantahan, karena kami ingin cepat prosesnya,” kata Suroto.

Ia menambahkan, bahwa selanjutnya pada Selasa (08/08/23) sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.

“Kami dari Tapak dari awal menyayangkan kenapa perkara ini bisa naik. Suatu hal yang berlebihan menaikkan perkara ini. Persoalannya hanya orang demo, tidak ketemu dengan kepala desa, dia kecewa terus dia segel dengan triplek. Yang rusak tak ada, aktifitas di kantor desa tetap berjalan kok,” katanya.

Maka, tim Tapak sendiri, kata Suroto berharap hakim dengan hati nuraninya dapat memutus bebas kelima orang terdakwa tersebut.

Untuk diketahui, sebelumnya, lima orang warga Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Riau ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Kampar. Status tersangka tersebut gara-gara kelima warga tersebut memasang triplek segel di pintu masuk kantor desa setempat.

Kelima tersangka tersebut adalah masing-masing Zulpita, Yeni Marlina, Willia, Muhammad Fadli, dan Hairi Ulfa Romadhon. Mereka ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Polisi nomor : LP/B/540/IX/2022/SPKT/POLDA RIAU tanggal 03 September 2022 yang dibuat oleh Perangkat Desa Senama Nenek.

Kelima orang warga itu dituduh melakukan pelanggaran terhadap pasal 170 KUHP yakni melakukan kekerasan terhadap orang atau barang secara bersama-sama dengan cara memakukan triplek bertuliskan “Disegel” pada kusen pintu kantor desa saat aksi unjukrasa pada Sabtu (3/9/ 2022).

Unjukrasa tersebut dilakukan untuk menuntut pembagian kebun pola Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) dan sebagai bentuk protes atas dugaan diperjualbelikanya ratusan hektar tanah ulayat Kenegerian Senama Nenek kepada oknum perusahaan. “Dari data yang kami dapat ada belasan miliar uang yang mengalir kepada oknum penjual tanah tersebut,” kata Suroto,

Mereka menduga penetapan kliennya sebagai tersangka yang hanya karena memakukan triplek bertuliskan SEGEL tersebut sangat dipaksakan.

“Karena awalnya dalam proses penyelidikan, klien kami dituduh memecahkan kaca jendela Kantor Desa Senama Nenek pada Sabtu 3 September 2022 pukul 09.00 Wib saat aksi unjukrasa tersebut. Akan tetapi tuduhan tersebut dapat kami bantah dengan menunjukkan foto dan video lengkap,” ulasnya.

Setelah tuduhan pengrusakan terhadap kaca–kaca jendela Kantor Desa Senama Nenek dapat dibantah dengan bukti–bukti akurat, kemudian penyidik Satreskrim Polres Kampar tidak pernah lagi mempertanyakan hal tersebut kepada tersangka.

“Penyidik mengalihkan fokusnya kepada peristiwa triplek yang bertuliskan ‘DISEGEL’ yang dipakukan ke kusen pintu Kantor Kepala Desa Senama Nenek saat unjukrasa. Peristiwa inilah yang membuat lima orang klien kami ditetapkan sebagai tersangka,” tulis Tapak lagi.

Para advokat ini mengatakan kalau kliennya sangat keberatan atas penetapan dirinya sebagai tersangka, hanya karena memakukan triplek di kusen pintu masuk Kantor Desa Senama Nenek. Sebab apa yang dilakukan warga tersebut tidak ada mengakibatkan kerusakan, melainkan cuma meninggalkan bekas lubang sebesar jarum pada konsen pintu tersebut.

Tim Tapak juga mengungkap fakta lain bahwa saat penyegelan terjadi kantor desa tersebut memang sedang tidak difungsikan. Karena Kantor Desa Senama Nenek sedang direnovasi, dan segala aktifitasnya dipindahkan ke gedung lain.

“Penyegelan yang dilakukan klien kami tersebut hanya sebagai bentuk ekspresi kekecewaan kepada Kepala Desa Senama Nenek yang tidak pernah mau bertemu dengan masyarakatnya. Meski sudah beberapa kali diundang oleh  pihak masyarakat untuk membicarakan persoalan pembagian kebun pola KKPA dan penjualan tanah ulayat mereka kepada oknum perusahaan,” tutupnya.(CAKAPLAH)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bunyi Pipa Gas Meledak Bak Deru Pesawat Tempur, Warga Inhu Panik dan Mengungsi 

    Bunyi Pipa Gas Meledak Bak Deru Pesawat Tempur, Warga Inhu Panik dan Mengungsi 

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INHU, detak24com – Warga panik dan berhamburan ke luar rumah. Sebagiannya mengungsi ke desa tetangga pasca ledakan pipa gas PT TGI di Inhu, Jumat (09/01/26) dinihari. Kepanikan massal itu terjadi di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat sekitar pukul 00.45 WIB. Menghindari potensi kebakaran susulan, warga langsung mengungsi ke desa tetangga. Menurut saksi mata, suara […]

  • Kuasai Lahan 900 Ha, Ratusan Warga Desa Mahato Geruduk PT Torus Ganda 

    Kuasai Lahan 900 Ha, Ratusan Warga Desa Mahato Geruduk PT Torus Ganda 

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    ROHUL, detak24com – Ratusan warga Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Rohul berunjukrasa di kantor PT Torus Ganda. Mereka menuntut pengembalian lahan sekitar 900 Ha yang dikuasai perusahaan. Azali, koordinator aksi unjuk rasa, menjelaskan bahwa lahan tersebut merupakan hak milik persukuan Melayu Tambusai Kuala Mahato yang dikelola oleh PT Torus Ganda. Kerja sama antara pihak perusahaan […]

  • TERKAIT Korupsi Muhammad Adil KPK Cegah 8 Pegawai BPK Riau ke Luar Negeri, Ini Orang-Orangnya!

    TERKAIT Korupsi Muhammad Adil KPK Cegah 8 Pegawai BPK Riau ke Luar Negeri, Ini Orang-Orangnya!

    • calendar_month Selasa, 16 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PEKANBARU, detak24com – KPK melakukan pencegahan terhadap 10 orang ke luar negeri terkait penyidikan dugaan korupsi Bupati Kepulauan Meranti nonaktif, Muhammad Adil. Delapan orang dari BPK Riau serta dua pihak swasta. Kepala Bidang Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengatakan, pencegahan diajukan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI. “Cegah telah […]

  • VIRAL PELALAWAN : Beredar Video Perambahan Kawasan TNTN, Kepala Balai Ungkap Fakta Ini!

    VIRAL PELALAWAN : Beredar Video Perambahan Kawasan TNTN, Kepala Balai Ungkap Fakta Ini!

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • 19Komentar

    PELALAWAN, detak24.com – Cuplikan video aktivitas perambahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan, Riau jadi di jagat dunia maya, Sabtu (04/02/23). Tak hanya menyebar di platform Tiktok, video berdurasi 1 menit 40 detik juga dikirim via WA serta medsos lainnya. Pembuat video mengaku warga Desa Lubuk Kembang Bungo Kecamatan Ukui, Pelalawan. Dia sangat kesal […]

  • Massa merusak kantor desa di Bima NTB

    Massa Bakar-Rusak Kantor Desak, Pilkades Ricuh

    • calendar_month Minggu, 10 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • 27Komentar

    Lombok, detak24.com – Massa merusak dan membakar fasilitas Kantor Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka mengamuk gegara urusan penghitungan suara di Pilkades. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (7/7). Tiga dari empat calon kepala desa memprotes karena banyak suara dianggap tidak sah. Saat berlangsung rapat untuk membahas pores tersebut, rupanya tiga calon […]

  • Tim SAR Temukan Korban Tenggelam di Desa Muara Jalai Kampar 

    Tim SAR Temukan Korban Tenggelam di Desa Muara Jalai Kampar 

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KAMPAR, detak24com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban tenggelam di Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara, pada hari kedua operasi pencarian, Senin (08/06/26) petang. Korban yang diketahui bernama Cepi (32), warga asal Bandung, Jawa Barat, ditemukan sekitar 4 kilometer dari lokasi awal kejadian. Menurut Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi, mengatakan bahwa korban ditemukan pada […]

expand_less