Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Dumai » Praktisi Hukum Sebut Pemilik Kedai ES Tumbal Rokok Ilegal

Praktisi Hukum Sebut Pemilik Kedai ES Tumbal Rokok Ilegal

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Kasus penindakan rokok ilegal oleh Bea Cukai Dumai pada Jumat, 10 Oktober 2025, masih menyisakan sejumlah tanda tanya besar.

Hal itu mencuat setelah para jurnalis melayangkan konfirmasi tertulis tertanggal 29 Oktober 2025 kepada Kepala KPPBC TMP B Dumai dengan tembusan kepada Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) Dedi Husni. Konfirmasi tersebut menyoroti kejelasan status hukum pemilik toko berinisial ES, yang disebut telah ditahan di Rutan Dumai sejak 22 Oktober 2025.

Selain mempertanyakan status hukum kasus, apakah masih ditangani Bea Cukai atau telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Dumai dan para awak media juga meminta klarifikasi jumlah barang bukti yang diamankan.

Informasi di lapangan menyebutkan terdapat sekitar 382.790 batang rokok ilegal berbagai merek dengan nilai barang mencapai Rp 577 juta dan potensi kerugian negara sebesar Rp 377 juta.

Tak hanya itu, jurnalis juga menyoroti apakah ES merupakan pelaku tunggal atau ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan distribusi rokok tanpa cukai tersebut.

“Dirilis dijelaskan jumlah batang, nilai rupiah, dan potensi kerugian negara. Kalau dilihat, tidak mungkin pedagang kecil memiliki modal peredaran senilai setengah miliar rupiah,” ujar Dedi Husni dalam siaran pers yang dikirimkan pada Rabu (29/10/25).

Namun dari enam pertanyaan yang diajukan media, hanya sebagian yang dijawab oleh pihak Humas Bea Cukai Dumai.

“Saya rasa cukup sebatas rilis itu dulu, Bang. Soal langkah selanjutnya tentu tidak bisa kami buka. Yang jelas, program Gempur Rokok Ilegal akan terus kami gencarkan,” imbuh Dedi.

Meski demikian, sejumlah jurnalis menduga bahwa ES bukanlah pemasok utama rokok ilegal di Dumai. Pasalnya, dari hasil penggerebekan diketahui bahwa barang bukti hanya ditemukan di sekitar toko, bukan dari gudang besar seperti lazimnya operasi terhadap jaringan distribusi besar.

“Dia beli putus. Justru kami sedang memancing siapa distributornya. Mohon bersabar,” tambah Dedi menanggapi.

Praktisi Hukum Minta Ungkap Pemasok Rokok Ilegal ES

Praktisi hukum Johanda Saputra menilai penangkapan terhadap ES merupakan langkah positif, namun belum cukup untuk menuntaskan masalah peredaran rokok ilegal di Dumai.

Menurutnya, Bea Cukai Dumai sebagai instansi berwenang seharusnya mampu mengungkap jaringan pemasok di balik peredaran besar tersebut.

“Saya menilai ES bukan bandar besar, melainkan penjual partai besar. Artinya ada pemasok yang lebih kuat di belakangnya. Itu yang harus diungkap,” ujar Johanda, Jumat (31/10/25).

Ia juga meragukan pernyataan bahwa ES membeli rokok ilegal secara beli putus.

“Tak mungkin ES membeli barang senilai setengah miliar rupiah tanpa mengenal penyuplai. Pasti ada hubungan jaringan. Ini mustahil tidak bisa diungkap,” tegasnya.

Johanda pun mendesak Bea Cukai Dumai agar menuntaskan penyidikan hingga ke akar-akarnya.

“Kita minta Menteri Keuangan Purbaya maupun Dirjen Bea Cukai mengawasi kinerja aparat di bawahnya. Jika terbukti ada keterlibatan oknum, harus segera ditindak tegas,” pungkasnya.

Siaran Pers Bea Cukai Dumai

Dalam rilis resminya, Bea Cukai Dumai menyebut penindakan dilakukan di sebuah toko grosir di Kecamatan Dumai Timur pada Jumat (10/10/2025) pukul 15.00 WIB.

Operasi itu berdasarkan Surat Perintah Kepala Kantor Bea Cukai Dumai Nomor PRIN-143/KBC.0302/2025 tanggal 30 September 2025, berawal dari informasi masyarakat yang tervalidasi.

Tim operasi menyita 382.790 batang rokok ilegal berbagai merek dengan nilai barang mencapai Rp 577.834.350 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 377.521.267.

Bea Cukai Dumai menetapkan ES sebagai tersangka karena dinilai melanggar Pasal 54 UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Tersangka sempat ditawarkan penyelesaian melalui prinsip ultimum remedium sebagaimana diatur Pasal 40B ayat (3) UU No. 7 Tahun 2021, namun menolak sehingga kasus naik ke tahap penyidikan dan berujung pada penahanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Dumai yang telah berperan aktif memberikan informasi. Sinergi seperti ini sangat penting dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal,” tutur Dedi Husni, Kasi PLI Bea Cukai Dumai.  (tim/red)

Editor : kar

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Spesialis Maling Tabung Gas, Warga Desa Pulau Lawas Bangkinang  ‘Diangkut’ Polisi Siang Bolong

    Spesialis Maling Tabung Gas, Warga Desa Pulau Lawas Bangkinang  ‘Diangkut’ Polisi Siang Bolong

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANGKINANG, detak24com – Polisi berhasil meringkus spesialis maling tabung gas di Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang setelah tersangka sempat kabur lewat pintu belakang rumah. Informasi dirangkum Sabtu (17/01/26), tersangka berinisial RA (40) warga Desa Lawas, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar.  Polisi menangkapnya setelah nekat mencuri dua tabung gas milik Taufik pada Kamis (12/6/2025) dinihari sekira pukul 04.00 […]

  • Apical gelar seminar pemahami karakter anak untuk meningkatkan minat baca di SDN 008 Lubukgaung. f : ist

    DUKUNG Budaya Membaca, Apical Gelar Seminar Memahami Karakter Anak untuk Meningkatkan Minat Baca

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Apical Dumai dukung budaya membaca, dengan menggelar seminar bertajuk “Memahami Karakteristik Anak dalam Upaya Peningkatan Minat Baca”. Seminar ini dilaksanakan di SDN 008 Lubukgaung Kecamatan Sungai Sembilan. Dihadiri Kepala SDN 008, Lismini  SHum, perwakilan manajemen Apical Group, Kamero Bangun, dan narasumber Aulia Miftahul Jannah SPsi, Selasa (30/04/24). Para wali murid SDN 008 […]

  • Rohil Butuh Tempat Pelelangan Ikan, Bantu Kesra Nelayan

    Rohil Butuh Tempat Pelelangan Ikan, Bantu Kesra Nelayan

    • calendar_month Sabtu, 8 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • 20Komentar

    ROHIL, detak24.com – Saat ini, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) membutuhkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). DPRD Riau meminta provinsi membangunnya guna peningkatan kesra  nelayan pesisir. Ketua Komisi II DPRD Riau Syafruddin Iput mengatakan, TPI nantinya digunakan untuk wadah transaksi hasil tangkapan nelayan, agar lebih teratur. “Kami berharap pemerintah pusat atau Pemprov Riau, mengingat Rohil termasuk penghasil […]

  • MIRIS! Jalan Pedamaran – Kubu Rusak Parah, Sepanjang 20 Kilometer Tergenang Air

    MIRIS! Jalan Pedamaran – Kubu Rusak Parah, Sepanjang 20 Kilometer Tergenang Air

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    ROHIL, detak24.com – Anggota DPRD Riau Dapil Rohil, Abu Khoiri menyoroti kondisi lintas Pedamaran – Kubu. Jalan tersebut rusak parah, sepanjang 20 kilometer tergenang air. Abu menyebut, jalan lintas itu merupakan jalan provinsi. Sehingga perlu perhatian Pemerintah Provinsi Riau, khususnya Dinas PUPR. “Itukan jalan provinsi, lintas Pedamaran – Kubu itu sudah dua tahun ini tak […]

  • Diduga Pemberian Muflihun, Ini Daftar Barang serta Harga Aksesoris Mewah Honorer Cantik Pekanbaru

    Diduga Pemberian Muflihun, Ini Daftar Barang serta Harga Aksesoris Mewah Honorer Cantik Pekanbaru

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Honorer cantik inisial MS datangi Polda Riau menyerahkan sejumlah sepatu dan tas mewah. Diduga barang itu terkait kasus SPPD fiktif di Sekretariat DPRD Riau. Belakangan wanita 33 tahun itu berstatus Tenaga Harian Lepas di Sekretariat DPRD Riau. Anehnya ia justru memiliki berbagai tas dan sepatu mewah (branded). Diduga barang-barang itu dibeli MS […]

  • PEREMPUAN KEBAYA MERAH dan Pasangannya Digaruk Polisi

    PEREMPUAN KEBAYA MERAH dan Pasangannya Digaruk Polisi

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • 14Komentar

    JAKARTA, detak24.com – Polisi berhasil membekuk dua pemeran video porno perempuan berkebaya merah.  Mereka diringkus di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Hal itu dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur, Kombes Farman.”Benar, sudah ditangkap,” kata Farman saat dikonfirmasi, Senin (07/11/22). Kedua orang itu masing-masing adalah pemeran laki-laki dan sosok perempuan yang mengenakan pakaian kebaya […]

expand_less