Polisi Tembak Gas Air Mata, 6 Mahasiswa Demo Tolak Revisi UU Pilkada di Pekanbaru Roboh
Presma Unri, M Ravi mengalami luka saat rusuh demo mahasiswa tolak revisi UU Pilkada di Pekanbaru. (f : ist)
PEKANBARU, detak24com – Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus menggelar demonstrasi tolak revisi UU Pilkada di kantor DPRD Riau, Jumat (23/08/24).
Aksi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi ricuh, ketika terjadi bentrokan. Situasi semakin memanas saat aparat keamanan menembakkan gas air mata, untuk memukul mundur massa yang memaksa masuk setelah pagar kantor DPRD Riau roboh.
Dalam insiden tersebut, dua Presiden Mahasiswa (Presma) dari Universitas Riau (Unri) dan Universitas Islam Riau (UIR) dilaporkan terluka. Presma dari Universitas Islam Riau (UIR), bahkan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa Unri, Muhammad Ravi, mengalami luka di bagian kepala tetapi tetap bertahan dan melanjutkan aksinya hingga selesai.
Menurut Muhammad Raihan, Wakil Presiden Mahasiswa UIR, pihaknya tidak akan tinggal diam jika tindakan kekerasan yang dialami Presma mereka tidak segera ditindaklanjuti.
“Kami akan kembali turun ke jalan jika tidak ada kejelasan mengenai pemukulan terhadap Presma kami yang terluka,” tegas Raihan.
Selain dua Presma yang terluka, sejumlah mahasiswa lain juga mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh halloriau.com, tiga mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Riau mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh hingga membiru. Sementara itu, seorang mahasiswa dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) juga mengalami luka serupa ditubuhnya.
Meski dalam kondisi terluka, Presiden Mahasiswa UNRI, Muhammad Ravi tetap menunjukkan keteguhan dengan terus mengikuti aksi hingga ia dapat membacakan pernyataan sikap di hadapan massa.
“Kalau Presma UIR dilarikan ke rumah sakit, saya sebagai Presiden Mahasiswa Unri masih tetap bertahan,” ungkap Ravi.
Aksi demonstrasi tersebut berakhir pada pukul 18.00 WIB, setelah masing-masing Presma dari Universitas Riau, Universitas Islam Riau, Universitas Lancang Kuning dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riau menyampaikan tuntutannya di hadapan Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Hardianto, dikutip detak24com dari halloriau. (*)
Editor : kar
