Penertiban PETI Rusuh, Bupati Kuansing Disandera di Tengah Sungai – Mobil Kapolres Hancur!
Perahu Bupati Kuansing dan Kapolres tersandera di tengah sungai saat operasi penertiban PETI. f : ist
KUANSING, detak24com – Bupati Kuansing, Suhardiman Amby dan rombongan operasi penertiban PETI disandera di tengah sungai. Sementara, mobil Kapolres setempat dikabarkan dihancurkan massa, Selasa (07/10/25).
Mobil Kapolres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau AKBP Raden Ricky Pratidingrat alami kerusakan akibat diamuk massa. Peristiwa ini terjadi saat Kapolres Kuansing melakukan penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Pulau Bayur, Cerenti, Selasa siang.
Informasi yang dirangkum, dikutip dari GoRiau.com, masyarakat Cerenti tidak terima dengan penertiban PETI yang dilakukan Polres Kuansing dan Pemkab Kuansing. Situasi mulai memanas ketika aparat gabungan melakukan pembakaran terhadap rakit PETI.
Massa awalnya membakar satu unit sepeda motor milik Ayub, seorang wartawan. Selain motornya dibakar, Ayub juga mengalami luka akibat digebuk oleh massa.
Melihat situasi memanas, rombongan Kapolres dan Bupati sempat tersandera di tengah sungai. Mereka baru menepi ketika situasi mulai kondusif.
Ternyata, ketika rombongan Kapolres hendak meninggalkan lokasi, massa kembali mengamuk. Mereka melakukan pelemparan terhadap mobil dinas Kapolres Kuansing. Akibatnya, mobil dinas tersebut mengalami kerusakan. Kacanya pecah.
Wartawan Kena Gebuk
Dalam insiden tersebut, selain kendaraan dinas mengalami perusakan, sementara seorang wartawan dilaporkan menjadi korban kekerasan.
Kericuhan terjadi saat aparat gabungan yang dipimpin Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat bersama Bupati Kuansing Suhardiman Amby tiba di lokasi tambang. Massa yang menolak razia menghadang rombongan di jalan desa hingga situasi memanas.
Beberapa jurnalis yang tengah meliput peristiwa itu turut menjadi sasaran amarah warga. Seorang wartawan mengaku dipukul ketika berusaha mengambil gambar suasana kericuhan.
“Kami hanya menjalankan tugas peliputan, tapi malah diserang,” ujar salah satu jurnalis yang enggan disebut namanya.
Tak hanya wartawan, kendaraan milik aparat juga menjadi target perusakan. Mobil Kapolres, Kabag Ops, serta bus Polres Kuansing dilempari warga. Seorang polwan dilaporkan mengalami luka akibat terkena pecahan kaca dari lemparan tersebut.
“Benar, ada beberapa kendaraan terkena lemparan dan satu personel luka ringan,” kata Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat usai kejadian.
Meski sempat terjadi kekacauan, aparat berhasil menenangkan massa dan mengamankan lokasi. Setelah situasi berangsur kondusif, rombongan meninggalkan area dengan pengawalan ketat.
Sebelumnya, razia tersebut dilakukan untuk menertibkan aktivitas tambang emas tanpa izin yang marak di wilayah Cerenti. Dalam operasi kali ini, polisi memusnahkan 43 rakit PETI.
“Penertiban tetap kami lanjutkan karena aktivitas ilegal ini merusak lingkungan,” tegas Kapolres m
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden perusakan dan dugaan kekerasan terhadap wartawan di lokasi razia, dikutip dari haluanriau. (Red)
Editor : Kar

2 thoughts on “Penertiban PETI Rusuh, Bupati Kuansing Disandera di Tengah Sungai – Mobil Kapolres Hancur!”
Comments are closed.