Demo PETI di Cerenti Kuansing Rusuh, Polisi Buru Pelaku Penganiaya Wartawan
Penertiban PETI di Cerenti, Kuansing rusuh. f : ist
KUANSING, detak24com – Kapolres Kuantan Singingi (Kuansing), AKBP Raden Ricky Pratidiningrat mengultimatum para perusuh saat penertiban PETI di Cerenti segera menyerahkan diri.
Dalam insiden tersebut, seorang wartawan bernama Ayub Kelana babak belur dihajar oleh diduga oknum pengusaha PETI.
Baca juga : Penertiban PETI Rusuh, Bupati Kuansing Disandera di Tengah Sungai – Mobil Kapolres Hancur!
“Kami sudah mengantongi identitas para pelaku. Kami beri waktu 1×24 jam untuk menunjukkan itikad baik dengan menyerahkan diri. Ini bentuk tanggung jawab hukum yang harus dipenuhi,” tegas Kapolres, Kamis (09/10/25) pagi di Telukkuantan.
Dia memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kuansing tetap terkendali. Apalagi, saat ini, Polres Kuansing telah meminta perbantuan satu kompi Brimob dan satu kompi pengaman Polda Riau untuk memperkuat penjagaan di lapangan.
Baca juga : Begini Penampakan Mobil Fortuner Kapolres Kuansing Usai Dirusak Massa
“Kami harus pastikan situasi Kuansing tetap aman. Tidak boleh ada ruang bagi aksi-aksi provokatif,” ujarnya.
Kericuhan berawal saat operasi besar-besaran pemberantasan PETI di Cerenti pada Selasa (7/10/2025). Dari hasil operasi, sebanyak 64 rakit PETI berhasil dimusnahkan, namun situasi memanas ketika sekelompok orang diduga terprovokasi oleh pemilik rakit yang menolak penertiban.
Baca juga : Viral Bokep Sahroni dengan Nafa Urbach, Fakta atau Akal-akalan Netizen?
Dalam insiden tersebut, enam kendaraan rusak tiga milik kepolisian dan satu kendaraan Satpol PP, serta satu sepeda motor milik wartawan dibakar.
Seorang jurnalis, Ayub Kelana mengalami luka di bagian kepala dan wajah saat menjalankan tugas peliputan.
“Mobil kami (polisi) dilempari saat tengah mengevakuasi korban wartawan untuk dibawa ke Puskesmas,” ungkap ungkap menggambarkan situasi mencekam di lokasi kejadian.
Sementara, dalam pernyataannya, Bupati yang memimpin operasi penertiban PETI tersebut menegaskan, pemerintah daerah untuk menumpas seluruh jaringan tambang ilegal di Kuansing.
“Negara tidak boleh kalah oleh sindikat tambang ilegal. Semua sindikat PETI harus ditumpas. Sungai Kuantan harus bersih dari aktivitas yang merusak lingkungan,” ingatnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan dari tambang ilegal.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga sungai demi kemaslahatan bersama. Tidak ada toleransi bagi perusak lingkungan,” imbuh dia dikutip dari goriau. (Red)
Editor : kar
