Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Riau » Pelaku Tetangga Korban, Kalimat Ini Pemicu Pembunuhan Emak Emak Pemilik Warung di Dumai

Pelaku Tetangga Korban, Kalimat Ini Pemicu Pembunuhan Emak Emak Pemilik Warung di Dumai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUMAI, detak24com – Polisi menangkap pemuda berinisial WAS (27), tersangka pembunuhan emak emak pemilik warung di Dumai.

Kekesalan pelaku bermula dari kalimat yang dilontarkan korban. ‘Gimana itu utang mamak? Sudah lama ini, jangan tahunya ngambil saja kau’. Dua kalimat tersebut membuat tersangka WAS kalap. Dengan nekat, ia menghabisi nyawa Munasiah (56), janda yang juga tetangganya.

Mirisnya, pembunuhan sadis itu ternyata akibat utang orangtua tersangka sebanyak Rp 270 ribu. Utang tersebut terbilang cukup lama, sehingga korban selalu menanyakan kepada tersangka kapan akan dibayar.

Kapolres Dumai AKBP Hardi dalam konferensi pers, Kamis (20/02/25) menyebut, tersangka AS adalah tetangga korban. Dia tega membunuh korban dengan cara sadis, bahkan memotong urat nadi korban, Munasiah (56). Pembunuhan tersebut terjadi pada Selasa (18/2/2025) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

“Korban meninggal akibat benda kekerasan di daerah leher. Yakni, ditemukan jeratan berupa pakaian baju yang mengelilingi leher dan berbentuk simpul. Termasuk luka pada pergelangan tangan,” sebut Kapolres.

Kapolres memastikan motif pembunuhan sadis itu gegara utang piutang. WAS kesal karena korban menagih utang orang tuanya.

Niat membunuh muncul saat korban datang untuk berbelanja. Namun korban bertanya utang orang tuanya yang sudah lama tidak dibayar.

“Saat pelaku berbelanja, korban ini bertanya ‘Gimana itu utang mamak? Sudah lama ini, jangan tahunya ngambil saja kau’. Kalimat inilah yang membuat pelaku sakit hati, ada dendam lama juga,” kata Kapolres.

“Motif murni masalah utang. Pelaku WAS sakit hati karena korban sering menagih utang orangtuanya,” imbuh Kapolres lagi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Dumai, AKP Kris Tofel mengatakan utang orang tua pelaku sudah berbulan-bulan tidak dibayar. Sehingga korban terus menanyakan kepada pelaku saat berbelanja.

“Utang sudah berbulan-bulan, ada Rp 270 ribu utangnya,” beber Kasat.

Kasat mengungkap, pelaku mengambil pisau yang ada di warung. Pelaku menusuk korban, mengikat leher dengan kain hingga memotong urat nadi di tangan sebelah kanan.

WAS menyayat urat nadi korban pakai pisau cutter yang ada di dapur sebanyak lebih kurang 5 kali. Tersangka dijerat Pasal 340 dan 338 KUHP dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun. (Rls)

Editor : Kar 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Warga Pinggir Bengkalis Terciduk Simpan 1,5 Kg Sabu 

    Dua Warga Pinggir Bengkalis Terciduk Simpan 1,5 Kg Sabu 

    • calendar_month Sabtu, 12 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 2Komentar

    PINGGIR, detak24com – Sat Resnarkoba Polres Bengkalis mengungkapkan perkara narkotika jenis sabu 1,5 Kg. Dua tersangka SP dan IH, warga Kecamatan Pinggir. Dalam konferensi pers di Mapolres Bengkalis, Sabtu (12/04/25) terungkap perbuatan kedua tersangka. Pengungkapan ini dilakukan dua waktu berbeda. Masing-masing tanggal 26 Maret 2025. Wakapolres Bengkalis Kompol Anton Rama Putra mengatakan, dari pengungkapan perkara […]

  • SEKOLAH Dilarang Studi Tour Perpisahan, Rawan Bencana Beratkan Orangtua

    SEKOLAH Dilarang Studi Tour Perpisahan, Rawan Bencana Beratkan Orangtua

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Pj Gubri SF Hariyanto sampaikan imbauan penting terkait kegiatan studi tour yang dilaksanakan pihak sekolah di Provinsi Riau. Imbauan Pj Gubri tersebut sebagai tindak lanjut atas bencana banjir bandang yang baru-baru ini melanda wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Pj Gubri menegaskan kegiatan studi tour di sekolah-sekolah harus ditangguhkan sementara waktu, hingga situasi pasca-banjir […]

  • RUPAT Membara, BPBD Riau Turunkan Water Bombing dan Tim Gabungan

    RUPAT Membara, BPBD Riau Turunkan Water Bombing dan Tim Gabungan

    • calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • 13Komentar

    RUPAT, detak24com – Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Dungun Baru, Rupat Kabupaten Bengkalis. Selain menurunkan helikopter bombing, petugas gabungan berjibaku padamkan api. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gafur, Kamis (25/05/23). “Terjadi karhutla di Rupat, tepatnya di Desa Dungun Baru. Kita menurunkan helikopter bombing serta petugas […]

  • Warga Riau Full Senyum, BBM Turun Rp 750, Ini Harga Baru Pertamax-Pertalite di SPBU per 12 April 2025

    Warga Riau Full Senyum, BBM Turun Rp 750, Ini Harga Baru Pertamax-Pertalite di SPBU per 12 April 2025

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Warga di seluruh Provinsi Riau full senyum pada bulan April 2025. Menyusul turunnya harga BBM Pertamina hingga Rp 750. Dalam penurunan harga BBM terbaru ini, Pertamina langsung menurunkan 4 jenis BBM terhitung mulai 29 Maret 2025 dengan kisaran penurunan terendah Rp 450 per liter dan Rp 750 per liter untuk yang tertinggi. “Penyesuaian harga […]

  • Petugas mencari bocah 3 tahun yang hilang di parit Pekanbaru. F : CAKAPLAH.COM

    Malang! Bocah 3 Tahun Hilang di Parit Pekanbaru, Petugas Pasang Jaring- Keringkan Selokan

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • 17Komentar

    PEKANBARU, detak24.com – Bocah 3 tahun bernama Mutiara hilang saat bermain di parit dekat pintu air Meranti, Kelurahan Kampung Baru, Pekanbaru.  Petugas telah memasang jaring hingga mengeringjankan selokan. Namun, hingga Jumat (02/09/22) korban belum ditemukan. Kepala Basarnas Pekanbaru, I Nyoman Sidakarya mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pembukaan pintu air di Leighton 1 dan menggunakan pompa […]

  • Puluhan TKI Asal Babel Terjebak di Daerah Konflik Myanmar-Thailand

    Puluhan TKI Asal Babel Terjebak di Daerah Konflik Myanmar-Thailand

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BABEL, detak24com – Sebanyak 81 pekerja migran atau TKI asal Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terjebak di daerah konflik Myanmar-Thailand. Para TKI tersebut diduga terlibat dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta judi online. Untuk biaya pemulangan diperkirakan mencapai Rp 27 juta per orang. Ketua DPRD Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya mengungkapkan, bahwa para pekerja tersebut […]

expand_less