Ngeri! Induk dan Anak Harimau Keliaran di SDN 016 Teluk Naga Pelalawan
Penampakan induk dan anak harimau sumatera di sekitar SDN 016 Teluk Naga, Desa Pulau Muda, Teluk Meranti, Pelalawan. f : ist
PELALAWAN, detak24com – Peristiwa ngeri dan horor terjadi di Kabupaten Pelalawan. Induk dan anak harimau sumatera berkeliaran di SDN 016 Teluk Naga, Desa Pulau Muda, Teluk Meranti sejak beberapa pekan belakangan.
Penampakan seekor induk harimau bersama anak-anaknya di sekitar SDN 016 Teluk Naga, Desa Pulau Muda, Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Khususnya para orangtua murid.
Baca juga : Polisi Terkaget, Temukan Sabu dalam Kotak Permen di Desa Langgam Pelalawan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keberadaan kawanan harimau tersebut terpantau tidak jauh dari lingkungan sekolah, dengan jarak diperkirakan sekitar 100 meter.
Penampakan itu bahkan sempat terdokumentasi dalam foto dan video yang diperoleh awak media. Kejadian ini dilaporkan telah berlangsung sejak akhir Desember 2025.
Baca juga : Korupsi Pupuk Subsidi Rp 34 M, Kejari Pelalawan Tangkap 15 Penyuluh dan Pengecer
Salah seorang warga setempat, Rina mengungkapkan, bahwa kemunculan induk dan anak harimau tersebut membuat masyarakat cemas. Hal tersebut mengingat lokasinya sangat dekat dengan sekolah.
“Ini foto dan video harimau yang berada tidak jauh dari sekitar sekolah. Kami sangat berharap ada penanganan cepat dari pihak terkait. Kami khawatir dengan keselamatan anak-anak yang bersekolah di sana,” ujar Rina saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (19/01/26).
Kegiatan Murid Dibatasi
Sementara itu, Kepala SDN 016 Teluk Naga, Dadang Adi Putra SPd membenarkan adanya penampakan kawanan harimau di sekitar lingkungan sekolah yang ia pimpin. Ia menyebutkan, bahwa keberadaan induk dan anak harimau tersebut sudah terlihat sejak akhir Desember 2025.
“Benar, penampakan harimau itu ada dan jaraknya paling jauh sekitar 100 meter dari sekolah. Kami sudah melaporkannya ke BKSDA Riau. Saat ini surat laporan dari pihak desa ke BKSDA sedang diurus,” kata Dadang kepada awak media, Senin (19/01/26).
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan anak didiknya. Bahkan, kegiatan di sekolah sempat dibatasi, termasuk saat pembagian laporan hasil belajar.
“Jumlah murid kami sekitar 200 orang. Untuk pembagian rapor beberapa waktu lalu, kami minta hanya orangtua yang datang ke sekolah. Kami khawatir dengan keselamatan anak-anak,” jelasnya.
Selain itu, pihak sekolah juga terus mengingatkan para guru untuk memperketat pengawasan terhadap murid selama jam belajar. Serta mengimbau para orangtua agar lebih waspada dan mengawasi anak-anak mereka saat pulang sekolah.
Masyarakat berharap pihak terkait, khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, dapat segera turun tangan melakukan penanganan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah, diikutip dari halloriau. (*)
Editor : Kar
