Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » MOTIF BATIK Parang Lereng, Makna dan Alasan Dilarang di Puri Mangkunegara Solo

MOTIF BATIK Parang Lereng, Makna dan Alasan Dilarang di Puri Mangkunegara Solo

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 12 Des 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BATIK parang lereng merupakan motif batik yang dilarang dikenakan para tamu undangan saat acara pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono di Puro Mangkunegaran Solo.

Hal ini merupakan aturan langsung dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X. Memang, sudah lama diatur dalam adat Mangkunegaran.

“Untuk masuk Puro Mangkunegaran nggak boleh pakai batik motif parang atau lereng,” kata Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, ditemui di Balai kota Solo, dilansir detikJateng, Ahad (11/12/22).

Seperti apa motif batik parang lereng? Mengapa batik parang lereng dilarang di Puro Mangkunegaran? Simak serba-serbinya berikut ini.

Batik parang lereng adalah salah satu motif batik khas yang berasal dari Jawa, khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta dan Solo. Melansir situs Kemdikbud, parang artinya lereng. Itulah mengapa motif batik ini disebut batik parang atau lereng.

Ciri khas motif batik parang atau lereng memiliki bentuk diagonal yang tegas dengan susunan motif menyerupai huruf S yang saling bersambung atau seperti ombak laut yang saling berkaitan tidak terputus.

Merujuk jurnal “Makna Motif Batik Parang Sebagai Ide dalam Perancangan Interior” oleh Sella Kristie dkk, berikut ini makna motif batik parang lereng:

  • Motif batik parang yang saling berkesinambungan menggambarkan:
    – Jalinan hidup yang tidak pernah putus
    – Selalu konsisten dalam upaya untuk memperbaiki diri
    – Memperjuangkan kesejahteraan dalam hubungan antara manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhannya
  • Garis diagonal dalam motif batik parang menggambarkan bahwa manusia harus memiliki cita-cita yang luhur, kokoh dalam pendirian, serta setia pada nilai kebenaran.

Sejarah Perkembangan

Batik parang lereng adalah motif batik yang telah eksis sejak lama dan disebut termasuk paling tua di Indonesia. Batik parang awalnya hanya satu dan dibuat oleh pendiri keraton Mataram Kartasura. Kemudian, kerajaan Mataram pecah menjadi Kasultanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Batik parang terkenal di wilayah Jawa Tengah, terkhusus di Yogyakarta dan Solo. Batik parang Yogyakarta umumnya tampak mirip dengan batik parang yang terdapat di Solo karena Yogyakarta dan Solo berasal dari satu kerajaan yang sama.

Meski memiliki jenis batik yang sama, namun terdapat perbedaan pada batik parang khas Yogyakarta dan batik parang khas Solo. Perbedaan keduanya terletak pada bentuknya, yang mana batik parang Yogyakarta memiliki bentuk diagonal dari kanan atas ke kiri bawah, sedangkan batik parang Solo merupakan kebalikannya, yakni bentuk diagonal dari kiri atas ke kanan bawah.

Dilarang di Pura Mangkunegaran

Melansir situs resmi Puro Mangkunegaran, disebutkan bahwa di lingkungan Puro Mangkunegaran pada masa tertentu terdapat motif batik larangan. Batik larangan adalah suatu motif batik tertentu yang tidak boleh dipakai oleh kebanyakan orang, terutama di lingkungan kerajaan.

Seperti di Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, dan Puro Pakualaman Yogyakarta, motif batik parang atau lereng adalah motif batik terlarang di Puro Mangkunegaran. Motif batik tersebut hanya boleh dipakai oleh keluarga kerajaan. Hal itu tidak lepas dari sejarah berdirinya Dinasti Mataram.

Meski demikian, seiring dengan perkembangan zaman, batik parang mulai digunakan oleh masyarakat luas untuk berbagai kepentingan. Batik parang juga sering digunakan sebagai bahan pakaian untuk undangan ataupun acara resmi lainnya.(dtc)

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

 

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Komentar (15)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • UPDATE TERKINI Kecelakaan Heli Kapolda Jambi : Evakuasi Terkendala Kabut Tebal, Korban Lemas di TKP

      UPDATE TERKINI Kecelakaan Heli Kapolda Jambi : Evakuasi Terkendala Kabut Tebal, Korban Lemas di TKP

      • calendar_month Senin, 20 Feb 2023
      • account_circle Redaksi
      • 28Komentar

      JAMBI, detak24.com – Proses evakuasi  Kapolda Jambi dan rombongan yang mendarat darurat di area Bukit Tamia, Kerinci, Ahad (19/02/23) hingga kini masih terkendala. Hal tersebut lantaran cuaca masih berkabut tebal.  Informasi terkini, Senin (20/02/23 petang helikopter dari Polairud Baharkam Polri sempat mengitari lokasi kejadian itu. Akan tetapi belum bisa melakukan hovering untuk proses evakuasi. “Kabut dan […]

    • EMPAT REMAJA Pengamen Jalanan Celurit Karyawan Indomaret, Gegara Ditegur

      EMPAT REMAJA Pengamen Jalanan Celurit Karyawan Indomaret, Gegara Ditegur

      • calendar_month Jumat, 20 Jan 2023
      • account_circle Redaksi
      • 11Komentar

      PEKANBARU, detak24.com – Tim Opsnal Polsek Tampan meringkus empat remaja pengamen jalanan di Pekanbaru. Tersangka ditangkap usai menganiaya karyawan Indomaret menggunakan senjata tajam. Kapolsek Tampan, Kompol I Komang Aswatama mengungkapkan, keempat pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Keempat pelaku yang berhasil […]

    • Tiga Daerah Belum Ajukan Gaji Guru Bantu Dikdas

      Tiga Daerah Belum Ajukan Gaji Guru Bantu Dikdas

      • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
      • account_circle Redaksi
      • 30Komentar

      Tiga Daerah Belum Ajukan Gaji Guru Dikdas, Kadisdikprov Beri Warning PEKANBARU, detak24.com — Gaji guru pendidikan dasar (Dikdas) untuk (sembilan) daerah di kabupaten/kota Provinsi Riau sudah ditransfer. Hanya tiga kabupaten yang belum, dikarena belum mengajukan pencairan. Padahal, Idul Fitri 2022 tidak berapa lama lagi dan pencairan harus kelar menjelang lebaran. Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas […]

    • Cenderung Stagnan, Berikut Harga Komoditi Riau Periode Pekan Ini

      Cenderung Stagnan, Berikut Harga Komoditi Riau Periode Pekan Ini

      • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
      • account_circle Redaksi
      • 0Komentar

      PEKANBARU, detak24com – Disbun Riau telah merilis harga komoditi perkebunan. Dimana terdapat kesamaan dengan pekan lalu, khusus pada kelapa butiran sebesar Rp 2.967 per Kilogram. “Untuk harga komoditi perkebunan di Riau pada pekan ini memiliki kesamaan harga dengan pekan lalu,” kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Disbun Provinsi Riau, Defris Hatmaja. Kemudian, pada harga kopra mutu […]

    • Brigadir J dan foto kekasihnya. F : IST

      Peristiwa Baku Tembak Brigadir J Vs Bharada E Disaksikan Semua Ajudan Ferdy Sambo?

      • calendar_month Rabu, 27 Jul 2022
      • account_circle Redaksi
      • 19Komentar

      Jakarta, detak24.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) meminta keterangan tujuh ajudan pribadi Kadiv Propam nonaktif Polri Irjen Ferdy Sambo, pada Selasa (26/07/22). Dikutip Rabu (27/07/22), diantara tujuh ajudan itu, salah seorangnya Bharada E yang disebut polisi terlibat baku tembak dengan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J pada Jumat (8/7) lalu. Menurut Komisioner Komnas HAM […]

    • Ebola ‘Menggila’ di Uganda, Lockdown Tiga Pekan

      Ebola ‘Menggila’ di Uganda, Lockdown Tiga Pekan

      • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
      • account_circle Redaksi
      • 16Komentar

      UGANDA, detak24.com – Presiden Uganda Yoweri Museveni umumkan penguncian wilayah (lockdown) selama tiga pekan pada Sabtu (15/10). Keputusan ini diambil lantaran kasus virus mematikan, Ebola di negara itu melonjak. “Saya kini mengambil keputusan sebagai berikut, pergerakan saat ini ke dalam dan keluar Distrik Mubende dan Kassanda kini dilarang,” kata Museveni, dikutip dari AFP. “Jika Anda […]

    expand_less