MIRIS! Jumlah Orang Miskin di Riau Meningkat Drastis, Capai 493 Ribu Jiwa
Indeks kedalaman kemiskinan adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Indeks keparahan kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin.
“Pada periode Maret 2022-September 2022, Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan mengalami penurunan. Indeks Kedalaman Kemiskinan pada September 2022 sebesar 0,975, turun dibandingkan Maret 2022 yang sebesar 1,097. Demikian pula untuk nilai Indeks Keparahan Kemiskinan, pada periode yang sama juga mengalami penurunan dari 0,266 menjadi 0,193,” ungkapnya.
Apabila dibandingkan berdasarkan daerah, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan perdesaan lebih tinggi daripada perkotaan. Pada September 2022, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan untuk perkotaan sebesar 0,960 sedangkan di perdesaan lebih tinggi mencapai 0,985.
“Sebaliknya, untuk nilai Indeks Keparahan Kemiskinan di perkotaan adalah sebesar 0,204, lebih tinggi daripada perdesaan sebesar 0,186,” sebutnya.
Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Riau selama periode Maret 2022–September 2022 antara lain adalah pertama perekonomian Riau triwulan III-2022 tumbuh sebesar 4,63 persen (y-on-y). Angka ini menurun dibanding capaian triwulan I-2022 yang tumbuh sebesar 4,73 persen (y-on-y).
“Kedua pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2022 tumbuh sebesar 4,53 persen (y-on-y). Angka ini menurun dibandingkan pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga pada triwulan I-2022 yang sebesar 5,01 persen,” ucapnya.
Ketiga pada periode Maret 2022–September 2022, angka inflasi umum di Provinsi Riau tercatat sebesar 4,50 persen. Keempat pada Februari 2022, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Riau sebesar 4,40 persen. Kemudian menurun 0,03 persen poin menjadi 4,37 persen pada Agustus 2022.
Kelima pada periode Maret-September 2022, harga eceran beberapa komoditas pokok di Provinsi Riau mengalami penurunan, antara lain tomat, jengkol, petai, bawang putih, minyak goreng, dan daging ayam ras. Namun terdapat pula beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain: cabai hijau, buah naga, cabai merah, mie basah, buncis, dan cabai rawit.

7 thoughts on “MIRIS! Jumlah Orang Miskin di Riau Meningkat Drastis, Capai 493 Ribu Jiwa”