MENCEKAM! Polisi Gerebek Asrama TNI di Medan, Nyaris Terjadi Baku Hantam
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 4 Mei 2024
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MEDAN, detak24com – Satres Narkoba Polrestabes Medan menggerebek asrama TNI AD di Glugur Medan. Seorang pengedar narkoba terciduk dalam giat tersebut.
Diikutip dari tribunnews, Sabtu (04/05/24), operasi tersebut pada Rabu (01/05/24) malam. Penangkapan pengedar narkoba itu sempat dihadang massa yang juga merusak mobil polisi.
Penangkap pengedar narkoba inisial GP (35) di sekitar asrama TNI AD Glugur Hong, di Jalan Pelita V, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan penuh ketegangan dan mencekam.
Terkait penyerangan dan penangkapan pengedar di asrama TNI AD Glugur tersebut, Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Ferry Muzawwad buka suara. Ferry memastikan lokasi kejadian awal bukan berada di Asrama TNI-AD.
“Jadi, dalam hal ini kami jelaskan bahwa terjadinya penangkapan, itu adalah di Jalan Pelita, Jalan Pelita itu berbatasan dengan asrama TNI Angkatan Darat di Glugur,” ujar Ferry kepada wartawan di Kodim 02/01 Medan, Jumat (03/05/24).
Lalu, ujar Ferry, saat proses penangkapan pelaku GP melarikan diri ke dalam asrama TNI-AD.
“(Awalnya) setelah (pelaku) ditangkap, masyarakat melakukan perlawanan atau menghalangi petugas. Sehingga kesempatan ini dimanfaatkan pelaku melarikan diri masuk ke dalam asrama TNI Angkatan Darat Glugur Hong,” ungkap Ferry.
Selanjutnya, polisi berkoordinasi dengan komandan komplek untuk menangkap pelaku yang bersembunyi di asrama TNI. Setelah pelaku ditangkap, langsung dibawa ke Polrestabes Medan.
Ia juga menandaskan bahwa TNI berkomitmen membantu polisi dalam pemberantasan narkoba.
“Kami siap mendukung tugas dari Polri dalam memberantas narkoba. Sehingga tidak ada bahasa apa pun yang melindungi, apa pun kami siap,” katanya.
Mulai dari Angkatan Darat Kodam 1 Bukit Barisan, khususnya Kodim 0201/Medan, tambahnya selalu siap berkolaborasi untuk melawan dan memberantas maraknya aksi narkoba.
Di sisi lain, Kapolrestabes Medan Kombes Teddy Jhon Sahala Marbun mengatakan, kronologi kejadian bermula pada Rabu (01/05/24).
Awalnya polisi menerima informasi peredaran narkoba di sekitar lokasi kejadian pada pukul 16.00 WIB. Polisi menyamar menjadi pembeli lalu menangkap pelaku.
“Pada saat (hendak) dibawa ke kantor polisi (kami) dihadang sekelompok masyarakat yang mungkin ini adalah jaringan pelaku ini,” ujar Jhon di Kodim 0201/Medan.
Karena mendapat penyerangan, bantuan tim Polrestabes pun diturunkan. Namun, kala itu pelaku sempat kabur masuk ke Asrama TNI. Setelah berkoordinasi dengan komandan Komplek TNI AD (Danplek), berkat bantuan Danplek, pelaku akhirnya berhasil diringkus.
Kini, polisi masih memburu 10 pelaku penyerangan tersebut. “Belum (ditangkap), masih dalam tahap penyelidikan,” ungkap Jhon,.
Diketahui, anggota Satresnarkoba Polrestabes Medan diserang oleh sejumlah masyarakat saat melakukan penggerebekan di asrama TNI AD Glugur Hong, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan, Medan, Sumatera Utara, Rabu (01/05/24). Kejadian itu mengakibatkan satu mobil Toyota Rush milik petugas kepolisian rusak.
Salah seorang saksi mata berinisial A, menjelaskan, awalnya sejumlah petugas kepolisian berpakaian preman masuk ke dalam asrama dan menangkap seorang warga yang diduga terlibat kasus narkoba.
Saat pelaku hendak dibawa, sejumlah masyarakat tiba-tiba menyerang petugas. “Pas dibawa, langsung lah diserang, terus yang ditangkap ini kabur,” ujarnya, Rabu.
Amatan di lokasi, di dalam asrama TNI AD Glugur Hong sudah ramai warga berkumpul. Terlihat beberapa personel polisi lengkap dengan mobil patroli juga berada di lokasi kejadian, dikutip detak24com dari tribunnews. (*)
Editor : Kar
Terima kasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com











