Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Detak Meranti » LANJUTAN Sidang Muhammad Adil, Terdakwa Paksa Staf Setor Uang 10 Persen

LANJUTAN Sidang Muhammad Adil, Terdakwa Paksa Staf Setor Uang 10 Persen

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 25 Okt 2023
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEKANBARU, detak24com – Dalam lanjutan sidang Muhammad Adil terungkap terdakwa paksa stafnya setor pemotongan 10 persen uang persediaan (UP) dan ganti uang (GU).

Hal itu terungkap dari kesaksian Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kepulauan Meranti, Afrinal Yusran pada lanjutan sidang Muhammad Adil di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Rabu (25/10/23).

Saksi diminta menyetorkan untuk Bupati Muhammad Adil. Ia sempat protes, tapi ada tekanan yang membuat dirinya terpaksa memberi uang. 

Pada persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan 16 orang saksi yang merupakan kepala dinas, kepala bagian dan bendahara dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Afrinal dalam keterangannya pada lanjutan sidang Muhammad Adil mengatakan, permintaan pemotongan 10 persen UP dan GU itu disampaikan langsung oleh bupati, didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKAD) Kepulauan Meranti, Fitria Nengsih.

“Saya dipanggil Pak Adil ke rumah dinas, bersama Buk Fitria Nengsih.
Disampaikan bahwa UP dan GU, dipotong 10 persen untuk operasional Pak Bupati,” ujar Afrinal di hadapan majelis hakim yang diketuai M Arif Nuryanta.

Disebutkan, pada tahun 2022, saat pencairan pertama, uang langsung diserahkan kepada Fitria Nengsih. Untuk selanjutnya, pada Mei 2022, Fitria Nengsih selalu menagih agar uang pemotongan segera diserahkan.

Atas permintaan uang itu, Afrinal mengaku keberatan. Apalagi anggaran yang dipotong digunakan untuk perjalanan dinas kepala daerah, untuk Pak Bupati sedangkan banyak staf di Bagian Protokol dan Humas.

“Ada rasa keberatan saya karena penggunaan anggaran itu, perjalanan dinas kepala daerah untuk Pak Bupati. Di mana saya sekitar 80 orang yang bertugas di protokol dan Humas. Tapi karena ada tekanan dan paksaan (akhirnya menyerahkan uang). Pertimbangan lain anak saya sedang sakit,” kata Afrinal.

Ditambah lagi, kata-kata bupati yang mengisyaratkan kalau tidak bisa menyerahkan pemotongan berarti tidak bisa menjadi kepala bagian. “Pak Adil menyampaikan kalau tidak bisa memenuhi, berarti tidak bisa sebagai kepala bagian,” tambah Afrinal.

Malamnya, Fitria Nengsih menelepon saksi untuk menyerahkan uang potongan GU 10 persen. “Saya bilang, buk uang ini perjalanan dinas, kalau dipotong ini sudah digunakan sebelumnya. Kita ada utang piutang yang harus dibayarkan. Tapi kata Buk Fitria Nengsih, lapor saja ke Pak Bupati,” tutur Afrizal.

Malam itu juga, Afrinal langsung menemui bupati di rumah dinas. “Kata Pak Adil, serahkan saja 10 persen ke Buk Fitria Nengsih, walaupun nanti kamu menjadi utang. Setelah itu langsung ke rumah Fitria Nengsih untuk menyerahkan (uang),” kata Afrinal menirukan ucapan bupati.

Fitria Nengsih selalu menelepon setiap UP dan GU cair. Untuk penyerahan potongan tahun 2022, uang diserahkan ke Fitria Nengsih sedangkan pada 2023 langsung diserahkan kepada Bupati Muhammad Adil.

Pada Januari dan Februari 2023, uang diserahkan ke bupati. “Setelah GU dan UP keluar, sorenya saya langsung ke rumah dinas. Saya bilang pak ini potongan 10 persen. Kebetulan saat itu ada tamu, dijawab, ya sudah,” tutur Afrinal.

Total pemotongan 10 persen yang diserahkan dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti sampai Februari 2023 sebesar Rp 270.550.000.

Atas keterangan Afrinal itu, Muhammad Adil membantahnya. “Pernyataan Yusran yang menyampaikan ada tekanan dan dipaksa itu tidak benar,” tutur Muhammad Adil.

Namun, Afrinal menyatakan tetap pada keterangannya. “Saya tetap pada keterangan saya Yang Mulia,” tegas Afrinal.

Untuk diketahui, JPU mendakwa Muhammad Adil dengan tiga dakwaan tindak pidana korupsi. Perbuatan itu dilakukan bersama-sama Fitria Nengsih selaku Kepala BPKAD Kepulauan Meranti dan auditor BPK Perwakilan Riau M Fahmi Aressa, dikutip dari CAKAPLAH. ***

Editor : Kar

 

Terimakasih telah mengunjungi website kami. Ikuti kami terus di https://detak24.com

Penulis

Cepat, Lugas dan Akurat

Rekomendasi Untuk Anda

  • KANTOR Pusat BRK SyariahTerbakar, Ini Dampaknya!

    KANTOR Pusat BRK SyariahTerbakar, Ini Dampaknya!

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Asap membubung di kantor pusat BRK Syariah Pekanbaru. Karyawan dan nasabah panik, mobil damkar berdatangan, Jumat (14/06/24) petang. Pihak BRK Syariah mengkonfirmasi adanya korsleting di lantai III. Jaringan panel yang terhubung disetiap lantai menyebabkan asap juga terlihat di lantai dua dan dasar gedung BRK Syariah. Atas kejadian ini, seluruh karyawan bank semi […]

  • Kantor Camat Dumai Barat Dibongkar Maling, Ini Daftar Barang Hilang 

    Kantor Camat Dumai Barat Dibongkar Maling, Ini Daftar Barang Hilang 

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DUMAI, detak24com – Kantor Camat Dumai Barat disatroni kawanan maling. Sejumlah barang berharga dilaporkan hilang. Jajaran Polsek Dumai Barat mengungkap kasus pencurian dua unit AC outdoor di Kantor Camat Dumai Barat. Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Senin, 14 April 2025 di Jalan Cut Nyak Dien, RT 03 Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat. Kejadian itu diketahui […]

  • Terungkap Motif Briptu Rizka Bunuh Brigadir Esco, Utang Lunas Kalau Suami Meninggal!

    Terungkap Motif Briptu Rizka Bunuh Brigadir Esco, Utang Lunas Kalau Suami Meninggal!

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    DETAK24COM – Ternyata Briptu Rizka Sintiyani pernah tanya ke bank soal utang Brigadir Esco Faska Rely. Hal itu dilakukannya seminggu sebelum sang suami ditemukan meninggal. Menurut kakek Brigadir Esco yang bernama Acim, Briptu Rizka menanyakan perihal utang tersebut melalui telepon. Baca juga : Sadis Cara Briptu Rizka Habisi Suami, Diduga Pakai Barang Anak! Menurut Acim, […]

  • Smith Handed His Place in History

    Smith Handed His Place in History

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2015
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Ut dictum ligula nisi, at mollis mi sagittis eu. Fusce vitae turpis placerat magna pellentesque pharetra vel et enim. Phasellus aliquam id metus a luctus. Etiam euismod enim id imperdiet dictum. Aenean porttitor ex eu velit mattis, id tempus leo blandit. Nullam rutrum congue magna quis scelerisque. Fusce venenatis ante sed metus auctor, eget facilisis […]

  • IMIGRASI DUMAI Deportasi WN Malaysia, Usai Jalani Vonis Kasus Identitas Palsu

    IMIGRASI DUMAI Deportasi WN Malaysia, Usai Jalani Vonis Kasus Identitas Palsu

    • calendar_month Selasa, 20 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • 16Komentar

    DUMAI, detak24.com – Seorang perempuan warga Malaysia inisial GT akhirnya dideportasi ke negara asalnya.. Tindakan itu dilakukan setelah yang bersangkutan elesai menjalani hukuman penjara kasus pemalsuan identitas. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Rejeki Putra Ginting, Senin (19/12/22) mengatakan, deportasi telah dilakukan pada Ahad (18/12/22). Menurutnya GT sudah menjalankan hukuman satu bulan di Rumah […]

  • DUH! Panji Sebar Foto Vulgar Mantannya, Usai Diputus Pacar

    DUH! Panji Sebar Foto Vulgar Mantannya, Usai Diputus Pacar

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • 18Komentar

    PEKANBARU, detak24com – Seorang pria bernama M Panji diringkus Satreskrim Polresta Pekanbaru menangkap seorang pria bernama M Pandji, pelaku penyebar konten vulgar di medsos. Tersangka memposting foto mantannya usai diputus si pacar. Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Jefri RP Siagian mengatakan, pelaku sendiri kini mendekam di balik jeruji besi lantaran menyebar foto-foto vulgar milik mantannya yang […]

expand_less