DETAK24COM

Cepat Lugas dan Akurat

Kurun Dua Pekan, Aparat Gagalkan Penyelundupan Sabu 11,2 Kilogram di Bandara SSK II Pekanbaru 

Barang bukti sabu yang disita di Bandara SSK II Pekanbaru dalam dua pekan terakhir. f : ist

PEKANBARU, detak24com – Dalam kurun waktu dua pekan, tim gabungan  menggagalkan upaya penyelundupan sabu 11,2 kilogram di Bandara SSK II Pekanbaru.

Kasus pertama terungkap pada 8 Agustus 2025. Seorang calon penumpang berinisial M kedapatan membawa 4 kilogram sabu yang disembunyikan dalam koper. Berkat kejelian petugas X-Ray, delapan paket sabu berhasil disita.

Kemudian, pada 12 Agustus 2025, pasangan suami istri MJH dan MSP membawa 1.016 gram sabu dalam koper.

Kecurigaan petugas Avsec berujung pada penemuan narkoba tersebut. Keduanya ditangkap di Bandara Haluoleo Kendari.

Pada 15 Agustus 2025, dalam selang waktu 35 menit, aparat menggagalkan dua penyelundupan berbeda. Pertama, pasangan AZ dan DS membawa 3.098 gram sabu.

Meskipun sempat melarikan diri, mereka berhasil diamankan. Kedua, pasangan AP dan ESZ tertangkap dengan modus serupa, menyembunyikan 3.098 gram sabu dalam koper.

Terakhir, pada 20 Agustus 2025, upaya penyelundupan kembali terjadi di Terminal Kargo Bandara SSK II.

Petugas mencurigai sebuah paket ekspedisi yang dikirim oleh Z dengan tujuan Kabupaten Bekasi. Paket tersebut berisi 5,7 gram sabu dan 13 butir pil ekstasi seberat 4 gram.

Komandan Lanud RSN, Marsma TNI Abdul Haris memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut .Menurutnya, hal ini menjadi bukti nyata kejelian personel BKO Bandara SSK II dan Avsec dalam menjalankan tugas.

“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para prajurit dan petugas yang mampu membaca setiap potensi ancaman dengan cermat. Bandara adalah pintu gerbang strategis,” kata Danlanud, Kamis (21/08/25).

Danlanud menegaskan, tidak boleh ada celah bagi sindikat narkoba. Keberhasilan ini menegaskan bahwa sinergi aparat berjalan solid dan efektif.

“Keberhasilan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi jaringan narkoba bahwa berbagai modus, baik melalui penumpang maupun jalur ekspedisi, tidak akan lepas dari pengawasan aparat,” tegasnya dikutip dari halloriau. (Red)

Editor : kar